Skip to content
Metro

Geledah Cafe de’Clan, Polisi Minta Jangan Halangi Penyidikan

Andi Permata - tempatdonasi.com 3 mins read

Polisi Melanjutkan Operasi di Cafe de'Clan: Himbau Masyarakat Jangan Ganggu Proses Hukum Special Plan - Tim penyidik dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana

Geledah Cafe de’Clan, Polisi Minta Jangan Halangi Penyidikan

Polisi Melanjutkan Operasi di Cafe de’Clan: Himbau Masyarakat Jangan Ganggu Proses Hukum

Tempatdonasi.com – Tim penyidik dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri berkolaborasi dengan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya melakukan operasi penggeledahan di Cafe de’Clan Signature. Lokasi kafe yang berada di Jalan Cilandak Tengah, kawasan Cipete, Jakarta Selatan ini menjadi pusat perhatian pada hari Rabu, tanggal 8 Juli 2026. Operasi tersebut tidak terlepas dari serangkaian perkara hukum yang sedang ditangani. Beberapa kasus penting mencakup tindak pidana pencucian uang atau yang dikenal sebagai TPPU, serta kasus suap yang melibatkan PT Asabri. Selain itu, penggeledahan ini juga berkaitan dengan korupsi pasokan batu bara yang sempat menyebabkan gangguan listrik atau blackout di wilayah Sumatera. Kasus lain yang menjadi perhatian adalah perkara yang melibatkan PT Krakatau Steel.

Imbauan Resmi dari Polda Metro Jaya

Komisaris Besar Budi Hermanto, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, menyampaikan pesan penting kepada masyarakat. Ia meminta agar semua pihak memberikan penghormatan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

Kami menyampaikan kepada siapapun yang coba menghalangi dalam proses penyidikan dapat diproses berdasarkan Pasal 21 UU Tindak Pidana Korupsi, ujarnya saat ditemui di lokasi penggeledahan.

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa setiap upaya mengganggu jalannya penyidikan akan mendapat tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Temuan Menarik di Dalam Kafe

Selama proses penggeledahan berlangsung, petugas kepolisian berhasil menemukan sebuah brankas berukuran besar dengan tinggi mencapai dua meter. Berdasarkan video yang diterima oleh media Tempo, di dalam brankas tersebut terdapat rak dari bahan kayu serta sebuah brankas kecil yang masih dalam proses pembongkaran oleh tim penyidik. Kafe de’Clan bukanlah tempat pertama yang menjadi sasaran operasi polisi. Pada tahun 2025, pihak kepolisian juga telah merencanakan penggeledahan di lokasi yang sama. Kafe ini dikelola oleh Ferry Yanto Hongkiriwang, seorang tokoh yang diduga memiliki hubungan erat dengan Febrie Ardiansyah, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Agung.

Latar Belakang Ferry Hongkiriwang

Ferry Yanto Hongkiriwang pernah mengalami penangkapan oleh polisi pada hari Senin, 28 Juli 2025. Saat itu, ia ditangkap dengan dugaan melakukan penculikan, penganiayaan, serta perintangan penyidikan. Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan personel keamanan tingkat tinggi. Menurut laporan yang beredar, Ferry dituduh telah menganiaya dan menculik anggota Detesemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI. Insiden ini bermula ketika Ferry dibuntuti oleh Brigadir Satu Faisal Faizurrahman, anggota Densus 88, saat sedang bersantap siang di Bogor Cafe yang terletak di Hotel Borobudur, Jakarta. Pada hari Jumat, 25 Juli 2025, Ferry segera menghubungi seorang perwira tinggi TNI. Tak lama kemudian, beberapa prajurit yang diyakini berasal dari Bais tiba di lokasi dan menahan Briptu Faisal.

Koneksi dengan Febrie Ardiansyah

Laporan Majalah Tempo edisi 24 Agustus 2025 mengungkap informasi penting. Penegak hukum yang terlibat dalam penyidikan kasus penculikan anggota Densus 88 tersebut menyatakan bahwa Briptu Faisal berasal dari tim yang sama dengan personel Densus 88 yang pernah membuntuti Jampidsus Febrie. Sebelum berganti nama menjadi Cafe de’Clan, kafe ini dikenal dengan nama Gontran Cherrier. Lokasi ini juga menjadi saksi peristiwa penguntitan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, oleh anggota Densus 88 pada 19 Mei 2024. Febrie dikabarkan sering menghabiskan waktu untuk makan di kafe tersebut sebelum akhirnya kafe ini berganti nama.

Signifikansi Penggeledahan

Penggeledahan di Cafe de’Clan Signature ini menjadi momen penting dalam mengungkap jaringan keterkaitan antara penegak hukum dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam berbagai kasus korupsi. Dengan adanya temuan brankas dan barang-barang lainnya, tim penyidik berharap dapat menemukan bukti-bukti yang memperkuat kasus-kasus yang sedang ditangani. Proses hukum yang sedang berjalan memerlukan dukungan penuh dari masyarakat. Imbauan agar tidak menghalangi penyidikan bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga bentuk tanggung jawab bersama dalam menegakkan keadilan. Setiap upaya gangguan terhadap proses penyidikan akan mendapat sanksi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dengan semakin terbukanya informasi mengenai kasus-kasus ini, publik dapat melihat bagaimana sistem hukum Indonesia bekerja untuk mengungkap berbagai praktik korupsi yang terjadi. Penggeledahan di Cafe de’Clan menjadi salah satu langkah konkret dalam upaya tersebut.

Join the discussion