Skip to content
Metro

Important News: HP Wartawan Tempo Dirampas Tentara Saat Meliput di Kejagung

Sari Setiawan - tempatdonasi.com 4 mins read

Pengambilan HP oleh Prajurit TNI di Kompleks Kejagung Important News - Kompleks Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan menjadi saksi sebuah peristiwa yang menarik

Important News: HP Wartawan Tempo Dirampas Tentara Saat Meliput di Kejagung

Insiden Pengambilan HP oleh Prajurit TNI di Kompleks Kejagung

Tempatdonasi.com – Kompleks Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan menjadi saksi sebuah peristiwa yang menarik perhatian publik pada Kamis, 9 Juli 2026. Seorang wartawan dari media Tempo mengalami tindakan tidak biasa saat melaksanakan tugas liputan. Important News mencatat bahwa dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan pangkat Prajurit Kepala (Praka) menghampiri dan mengambil telepon genggam milik wartawan tersebut. Mereka kemudian memaksa penghapusan sejumlah foto yang telah diambil selama proses peliputan. Important News melaporkan bahwa insiden ini terjadi di area belakang gedung utama Kejagung.

Kejadian ini bermula ketika wartawan Tempo sedang mendokumentasikan suasana di area belakang gedung utama Kejagung. Lokasi tersebut berada di dekat Adhyaksa Cafe, di mana sekitar satu pleton prajurit TNI sedang berjaga. Important News mengonfirmasi bahwa para prajurit ini terlihat berseragam lengkap dan membawa senjata laras panjang. Aktivitas pegawai Kejagung di sekitar area tersebut berlangsung seperti biasa, menciptakan kontras dengan insiden yang terjadi. Important News menambahkan bahwa situasi di lokasi tersebut cukup ramai dengan kehadiran personel keamanan.

Sesaat setelah pengambilan gambar selesai, kedua prajurit tersebut mendekati wartawan. Mereka meminta telepon genggam reporter untuk diperiksa isinya. Important News mencatat bahwa setelah melihat isi galeri, kedua prajurit itu meminta agar semua foto yang memuat personel TNI dihapus. Permintaan ini mencakup foto-foto yang mungkin tersimpan di folder sampah telepon genggam. Wartawan Tempo menjelaskan bahwa pengambilan gambar dilakukan dalam rangka menjalankan tugas jurnalistik secara profesional. Important News melaporkan bahwa wartawan tersebut sedang dalam posisi menjalankan haknya sebagai jurnalis.

“Interview ya? Enggak bisa, kami enggak berkenan,” kata salah seorang prajurit saat wartawan Tempo meminta izin untuk mewawancarai mereka.

Tekanan yang diberikan oleh kedua prajurit cukup terasa. Important News mencatat bahwa wartawan Tempo kemudian menghapus foto-foto tersebut setelah mendapat instruksi berulang kali. Salah satu prajurit bahkan meminta reporter untuk memeriksa kembali apakah semua foto telah terhapus dengan benar. “Coba aja cek, Mas. Cek dulu, Mas. Takutnya enggak dihapus,” ujar salah seorang prajurit dalam rekaman suara yang dimiliki Tempo. Important News menambahkan bahwa rekaman suara tersebut menjadi bukti penting dalam insiden ini.

Peristiwa ini disaksikan oleh sejumlah personel TNI lain yang berada di lokasi. Important News melaporkan bahwa selain itu, ada pula salah satu wartawan magang Tempo lainnya yang menyaksikan kejadian tersebut. Setelah memastikan foto telah dihapus, percakapan antara wartawan dan prajurit mulai mencair. Salah seorang prajurit menjelaskan bahwa mereka telah bertugas sejak dini hari. “Kami standby dari pagi jam dua malam sampai sekarang,” katanya. Important News mencatat bahwa durasi tugas yang panjang ini mungkin menjadi alasan sikap tegas para prajurit.

Media Tempo telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada Kepala Pusat Penerangan TNI mengenai tindakan dua prajurit tersebut. Important News melaporkan bahwa permintaan ini berkaitan dengan apakah tindakan prajurit dianggap sesuai dengan prosedur saat wartawan menjalankan tugas jurnalistik. Selain itu, Tempo juga meminta klarifikasi dari Kejagung mengenai mekanisme pengamanan yang berlaku di kompleks institusi tersebut. Important News menambahkan bahwa kedua pihak diharapkan memberikan respons cepat.

Hingga berita ini ditulis, kedua pihak belum memberikan tanggapan resmi. Important News mencatat bahwa kejadian ini terjadi sehari setelah puluhan prajurit TNI menjaga rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah. Rumah tersebut berlokasi di Jalan Radio I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Important News menambahkan bahwa pengamanan rumah pejabat tinggi ini menjadi konteks penting dari insiden tersebut.

Konteks Pengamanan yang Lebih Luas

Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas menjelaskan bahwa pengamanan rumah Febrie Adriansyah dilakukan atas permintaan pihak Kejagung. Important News melaporkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari kerja sama antarlembaga dan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 tentang pelindungan negara terhadap jaksa. Nas juga menegaskan bahwa pengamanan ini tidak berkaitan langsung dengan penggeledahan yang dilakukan penyidik kepolisian.

“Pengamanan itu tidak berkaitan dengan penggeledahan yang dilakukan penyidik kepolisian,” tutur Nas.

Insiden pengambilan HP oleh prajurit TNI ini menambah catatan tentang dinamika hubungan antara media dan aparat keamanan selama proses peliputan. Important News mencatat bahwa wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik terkadang menghadapi berbagai hambatan, termasuk intervensi dari pihak yang sedang diliput. Kejadian di Kejagung ini menjadi salah satu contoh bagaimana prosedur pengamanan dapat mempengaruhi kebebasan pers dalam melaporkan informasi kepada publik. Important News menambahkan bahwa kebebasan pers merupakan hak fundamental yang harus dilindungi.

Dengan adanya permintaan konfirmasi dari Tempo, diharapkan kedua pihak dapat memberikan penjelasan yang jelas mengenai tindakan yang dilakukan. Important News melaporkan bahwa hal ini penting untuk memastikan bahwa hak-hak wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik tetap terlindungi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Important News juga mencatat bahwa transparansi dari kedua pihak akan memberikan kejelasan bagi publik mengenai insiden ini.

Terakhir, Important News menambahkan bahwa media Tempo akan terus memantau perkembangan kasus ini. Wartawan Tempo yang menjadi korban insiden tersebut telah menyampaikan keluhannya melalui saluran resmi media. Important News melaporkan bahwa langkah ini menunjukkan komitmen Tempo dalam memperjuangkan hak-hak jurnalis. Insiden di Kejagung ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua pihak terkait prosedur pengamanan yang tidak mengganggu tugas jurnalistik. Important News akan memberikan update terbaru ketika ada perkembangan lebih lanjut mengenai此事 ini.

Join the discussion