Skip to content
Dunia

Puluhan Ribu Warga Hadiri Pemakaman Khamenei di Mashhad Iran

Sinta Kurniawan - tempatdonasi.com 4 mins read

Suci Mashhad Kehadiran Ribuan Warga di Tengah Ketegangan Regional Visit Agenda - Sejumlah besar penduduk Iran memadati wilayah sekitar kompleks maqam Imam

Puluhan Ribu Warga Hadiri Pemakaman Khamenei di Mashhad Iran

Massa Besar Meriahkan Upacara Pemakaman Khamenei di Kota Suci Mashhad

Kehadiran Ribuan Warga di Tengah Ketegangan Regional

Tempatdonasi.com – Sejumlah besar penduduk Iran memadati wilayah sekitar kompleks maqam Imam Reza di kota Mashhad pada Kamis, 9 Juli 2026. Kehadiran mereka bertujuan untuk mengikuti prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi negara tersebut. Acara ini berlangsung di tengah situasi geopolitik yang memanas, mengingat Amerika Serikat baru saja melakukan serangan udara terhadap wilayah Iran pada hari yang sama.

Menurut laporan koresponden RIA Novosti yang dikutip oleh Antara, jadwal awal kedatangan jenazah Khamenei dari kota Najaf, Irak, ditetapkan pada pukul 06.00 waktu setempat atau pukul 08.00 WIB. Namun, proses pemakaman mengalami penundaan signifikan hingga pukul 14.00 waktu setempat atau pukul 18.30 WIB. Keterlambatan ini disebabkan oleh keterlambatan kedatangan jenazah yang seharusnya sudah tiba lebih awal.

Meskipun terjadi perubahan jadwal, antusiasme warga tidak berkurang. Kawasan sekitar makam Imam Reza dipenuhi oleh ribuan orang yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka terlihat meneriakkan berbagai slogan keagamaan sambil mengibarkan bendera Iran dan membawa foto-foto Khamenei sebagai tanda penghormatan.

Suara dari Tengah Kerumunan

Salah seorang peserta yang hadir mengungkapkan alasannya datang ke Mashhad pada momen bersejarah tersebut. Ia menyampaikan kepada RIA Novosti bahwa dirinya merasa wajib hadir untuk memberikan penghormatan kepada pemimpin yang telah mengabdikan hidupnya bagi tanah air. “Apa pun situasinya, saya tidak bisa melewatkan kesempatan untuk memberikan penghormatan kepada pemimpin yang mengabdikan hidupnya bagi tanah air, melindungi, dan memajukannya,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Kehadiran massa yang begitu padat menyebabkan jalan-jalan menuju kompleks makam menjadi macet. Aparat keamanan dan tim medis dikerahkan secara intensif untuk mengamankan jalannya prosesi pemakaman. Warga berbaris rapi di kedua sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan jenazah melewati kawasan tersebut.

Kontribusi Internasional dalam Upacara Pemakaman

Penyiar resmi Iran, IRIB, melaporkan bahwa lebih dari 4.700 pengunjung asing dari 27 negara telah tiba di Mashhad untuk menghadiri prosesi pemakaman tersebut. Kehadiran delegasi internasional ini menunjukkan pentingnya posisi Khamenei di kancah politik regional maupun global. Para pengunjung asing ini berasal dari berbagai belahan dunia, mencerminkan solidaritas internasional terhadap Iran.

Perjalanan Hidup Khamenei dan Penerusnya

Ayatollah Ali Khamenei wafat dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan Teheran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut juga menewaskan sejumlah anggota keluarganya. Setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran, putranya, Mojtaba Khamenei, terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Proses pemilihan ini dilakukan oleh lembaga-lembaga keagamaan dan politik Iran.

Sejak penunjukan tersebut, Mojtaba belum muncul di hadapan publik secara luas. Namun, ia telah menyampaikan sejumlah pernyataan kepada rakyat Iran yang dipublikasikan oleh media resmi Iran. Pernyataan-pernyataan ini memberikan gambaran tentang arah kebijakan Iran ke depan di bawah kepemimpinan baru.

Konteks Geopolitik yang Memanas

Pada Selasa malam hingga Rabu dini hari, militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran. Serangan-serangan ini merupakan bagian dari eskalasi ketegangan antara kedua negara. Pasukan Iran kemudian melaporkan telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.

Sementara itu, otoritas Iran menuduh Washington melanggar nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan. Tuduhan ini menambah kompleksitas situasi regional dan menunjukkan bahwa hubungan antara Iran dan Amerika Serikat masih dalam kondisi tegang. Upacara pemakaman Khamenei berlangsung di tengah ketidakpastian politik dan keamanan yang tinggi.

“Saya datang ke Mashhad karena merasa harus berada di sini pada momen bersejarah ini. Apa pun situasinya, saya tidak bisa melewatkan kesempatan untuk memberikan penghormatan kepada pemimpin yang mengabdikan hidupnya bagi tanah air, melindungi, dan memajukannya,” kata salah seorang peserta kepada RIA Novosti.

Upacara pemakaman Khamenei di Mashhad bukan hanya merupakan peristiwa nasional bagi Iran, tetapi juga menjadi momen penting dalam sejarah hubungan internasional. Kehadiran ribuan warga dan delegasi asing menunjukkan betapa signifikan peran Khamenei dalam politik Iran dan dunia. Sementara itu, ketegangan dengan Amerika Serikat terus berlanjut, dengan Iran menyatakan bahwa nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan telah dilanggar oleh Washington.

Prosesi pemakaman yang tertunda hingga pukul 14.00 waktu setempat memberikan waktu bagi lebih banyak warga untuk berkumpul dan memberikan penghormatan terakhir. Jalan-jalan menuju kompleks makam Imam Reza dipenuhi oleh pelayat yang datang dari berbagai penjuru Iran. Kehadiran aparat keamanan dan tim medis memastikan bahwa prosesi berjalan dengan lancar meskipun jumlah peserta sangat besar.

Kehadiran 4.700 pengunjung asing dari 27 negara menunjukkan bahwa pemakaman Khamenei menjadi perhatian internasional. Delegasi-delegasi ini tidak hanya datang untuk memberikan penghormatan, tetapi juga untuk memahami perkembangan politik Iran setelah kematian pemimpin tertingginya. Mojtaba Khamenei, sebagai penerus ayahnya, kini menghadapi tantangan besar dalam memimpin Iran di tengah ketegangan regional yang tinggi.

Serangan balik Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait menunjukkan bahwa negara tersebut tidak akan diam saja terhadap tindakan Washington. Tuduhan pelanggaran nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan menambah dimensi baru dalam hubungan bilateral kedua negara. Sementara itu, upacara pemakaman Khamenei di Mashhad menjadi simbol persatuan nasional Iran di tengah ketidakpastian politik dan keamanan.

Join the discussion