Kaops: Dua anggota KKB Batalyon Yamue ditangkap di Dekai Yahukimo
Kaops: Dua Anggota KKB Batalyon Yamue Ditangkap di Dekai, Yahukimo
Kaops – Dalam operasi penyergapan yang berlangsung di Desa Dekai, Kabupaten Yahukimo, dua anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKB) dari Batalyon Yamue berhasil ditangkap oleh tim gabungan Satgas Damai Cartenz dan Polres Yahukimo. Penangkapan ini dilakukan pada Jumat (1/5), menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kaops Damai Cartenz, Irjen Pol Faizal Rahmadani, di Jayapura. Keberhasilan ini menjadi salah satu langkah penting dalam upaya memutus rantai kegiatan separatis yang berlangsung di wilayah pedalaman Papua.
Identitas dan Pemeriksaan Tersangka
Menurut Faizal, dua anggota yang ditangkap adalah YH (25) dan MS, yang dikenal juga dengan nama alias BS (23). Kedua individu tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik untuk mengungkap peran mereka dalam sejumlah aksi teroris yang terjadi di daerah tersebut. “Pemeriksaan terhadap YH dan MS masih berlangsung, dan hasilnya akan menjadi dasar untuk menentukan keterlibatan mereka secara pasti,” jelas Kaops.
“Saat ini, penyidik masih mengumpulkan data dan bukti untuk mengetahui sejauh mana kedua tersangka terlibat dalam kegiatan KKB,” kata Faizal Rahmadani.
Menurut pengakuan YH, ia tidak pernah menjadi anggota aktif KKB Batalyon Yamue. Namun, ia mengaku terlibat dalam kegiatan logistik kelompok tersebut. “Saya hanya membantu mengantarkan barang ke salah satu anggota KKB yang berinisial AH,” ujarnya kepada penyidik. Sementara itu, MS mengakui telah bergabung dengan KKB sejak akhir tahun 2024 dan aktif dalam beberapa aksi teror di wilayah Yahukimo.
MS secara terang-terangan menyebutkan bahwa ia terlibat dalam pembunuhan terhadap pendulang berinisial SH pada 7 April 2025. Menurut Faizal, kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa MS merupakan anggota aktif yang berperan langsung dalam upaya memperluas pengaruh KKB di daerah itu. “MS alias BS telah dinyatakan sebagai tersangka,” lanjut Kaops, “dan kini sedang menjalani proses hukum terkait Pasal 459 KUHP Jo Pasal 20 Huruf C KUHP, serta subsidair Pasal 458 KUHP Jo Pasal 20 Huruf C KUHP.”
Penetapan MS sebagai tersangka mencakup ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara maksimal 20 tahun. Ini menunjukkan seriusnya kasus pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo. Sementara YH masih dalam proses pemeriksaan, Faizal menegaskan bahwa keberadaannya juga akan menjadi fokus investigasi. “Kami masih memeriksa apakah YH terlibat dalam aksi lain atau hanya bertindak sebagai pendukung,” tambahnya.
Konteks Penangkapan dan Aktivitas KKB
KKB Batalyon Yamue, yang merupakan satu dari beberapa batalyon yang tergabung dalam kelompok separatis di Papua, kembali menjadi sorotan setelah penangkapan dua anggotanya. Batalyon ini dikenal sebagai salah satu kelompok yang aktif dalam menembak warga sipil dan memperluas wilayah kontrolnya. Desa Dekai, tempat penangkapan, sempat menjadi korban serangan KKB sebelumnya, yang menyebabkan kerugian besar terhadap masyarakat setempat.
Menurut Faizal, kegiatan KKB Batalyon Yamue terutama fokus pada pengintaian dan penyergapan terhadap warga yang dianggap menentang gerakan mereka. “Mereka mempergunakan hutan sebagai tempat berteduh dan menyusup ke desa-desa untuk melakukan tindakan kekerasan,” paparnya. Penangkapan YH dan MS diharapkan dapat memberikan wawasan tentang kegiatan intelijen dan operasi yang dilakukan kelompok tersebut.
“Penangkapan ini menunjukkan bahwa KKB tidak hanya aktif dalam perang gerilya, tetapi juga memiliki jaringan logistik yang kompleks,” ujar Faizal Rahmadani.
Dalam beberapa bulan terakhir, Satgas Damai Cartenz telah melakukan serangkaian operasi di wilayah Yahukimo untuk menangkal aksi KKB. Operasi ini dilakukan dalam upaya memutus suplai logistik dan mengurangi jumlah anggota aktif yang beroperasi di lapangan. Faizal menegaskan bahwa keberhasilan penangkapan YH dan MS merupakan bukti bahwa tim penyidik berhasil menemukan jejak kegiatan kelompok tersebut.
KKB Batalyon Yamue telah mengambil alih beberapa wilayah di Yahukimo sejak tahun 2024. Mereka sering menargetkan pendulang dan warga sipil yang dianggap mendukung pemerintah. Pembunuhan SH pada 7 April 2025 menjadi contoh nyata dari kebrutalan yang dilakukan oleh kelompok ini. Dalam pernyataannya, Faizal menjelaskan bahwa pembunuhan tersebut terjadi setelah korban dikenal sebagai warga yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat setempat.
Pengembangan Kasus dan Dampaknya
Penetapan tersangka terhadap MS memberikan wawasan lebih dalam tentang kompleksitas kegiatan KKB. Faizal menyebutkan bahwa pihak penyidik menemukan cukup bukti untuk menetapkan MS sebagai pelaku utama dalam aksi tersebut. “Kami percaya bahwa MS memiliki peran penting dalam merencanakan dan melaksanakan pembunuhan tersebut,” katanya.
Pengakuan MS juga menunjukkan bahwa KKB memiliki struktur organisasi yang terorganisir. Dengan bergabung sejak akhir 2024, MS telah terlibat dalam sejumlah aksi yang berdampak signifikan bagi masyarakat Yahukimo. Pemerintah telah mengambil langkah-langkah tegas untuk menindak kelompok ini, termasuk operasi gabungan yang berlangsung di beberapa titik strategis di wilayah Papua.
Penangkapan YH dan MS diharapkan bisa menjadi awal dari pemeriksaan lebih lanjut terhadap anggota lain yang mungkin terlibat dalam kegiatan KKB. Faizal menjelaskan bahwa tim penyidik sedang memperluas investigasi untuk mengidentifikasi lebih banyak anggota aktif dan pendukung kelompok tersebut. “Kami ingin memastikan bahwa semua pelaku kekerasan dijatuhi hukuman yang adil,” tegas Kaops.
Dengan adanya dua anggota KKB yang ditangkap, operasi Damai Cartenz semakin mendekatkan target utamanya. Faizal menyatakan bahwa penangkapan ini bukan hanya bagian dari upaya mengungkap kegiatan kelompok tersebut, tetapi juga untuk melindungi warga sipil dari ancaman kekerasan. “Kami terus berupaya mengamankan wilayah Yahukimo dan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menyerah kepada kekerasan,” pungkasnya.
Penangkapan ini juga menjadi momentum bagi masyarakat Yahukimo untuk melihat kemajuan yang telah dicapai oleh Satgas Damai Cartenz. Meski masih ada tantangan, keberhasilan mengungkap kegiatan KKB menunjukkan bahwa operasi anti-separatis sedang berjalan efektif. Dengan terus memperkuat koordinasi antara Satgas dan Polres setempat, pemerintah berharap dapat mengakhiri konflik yang berlangsung di wilayah pedalaman Papua.
