Skip to content
Gaya

Siapkan Mental saat Belajar ke Luar Negeri

Sari Setiawan - tempatdonasi.com 3 mins read

tal untuk Studi di Luar Negeri Special Plan - Bagi para calon mahasiswa Indonesia yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Inggris, persiapan mental

Siapkan Mental saat Belajar ke Luar Negeri

Special Plan: Panduan Lengkap Mempersiapkan Mental untuk Studi di Luar Negeri

Tempatdonasi.com – Bagi para calon mahasiswa Indonesia yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Inggris, persiapan mental menjadi aspek krusial yang tidak boleh diabaikan. Dewi Nur Aisyah, seorang alumni Imperial College London, membagikan sejumlah tips berharga melalui program Special Plan untuk membantu generasi muda menghadapi tantangan studi di negeri Inggris tersebut. Menurut beliau, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan surat penerimaan resmi atau Letter of Acceptance (LoA) telah diperoleh dari universitas tujuan.

Pentingnya Dokumen Resmi dan Mentalitas dalam Special Plan

Dewi menekankan bahwa dokumen LoA memiliki peran strategis dalam meyakinkan pemberi beasiswa mengenai kompetensi calon penerima manfaat. Hal ini menjadi bukti konkret bahwa seluruh persyaratan administratif telah terpenuhi dengan baik. Dalam kerangka Special Plan, persiapan dokumen dan mental berjalan beriringan untuk memastikan kesuksesan studi di luar negeri.

“Karena itu membuktikan bahwa kita secara dokumen dan persyaratan itu sudah memenuhi syarat untuk sekolah di kampus tersebut,” jelas Dewi saat menghadiri acara Study UK Pre-Departure Briefing 2026 yang diselenggarakan di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Selain dokumen-dokumen resmi yang harus disiapkan sesuai arahan panitia beasiswa, aspek mental juga memerlukan perhatian khusus. Dewi mengingatkan bahwa calon mahasiswa perlu mengembangkan mentalitas untuk belajar secara mandiri, terbuka, dan kritis. Sistem pendidikan di Britania Raya memang sangat mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menerima ilmu, tetapi juga mempertanyakan, menganalisis, dan membangun argumen sendiri berdasarkan bukti. Program Special Plan membantu mereka memahami karakteristik unik sistem pendidikan Inggris.

Riset Awal dan Pengelolaan Ekspektasi dalam Special Plan

Agar tidak merasa kelimpungan saat menjalani studi, Dewi menyarankan agar calon mahasiswa melakukan riset awal untuk mengenal seluk-beluk kampus serta lingkungan tempat tinggal. Pendekatan ini membantu mengelola ekspektasi agar tidak berlebihan. Melalui Special Plan, para peserta diajak untuk memahami bahwa setiap tantangan yang dihadapi adalah bagian dari proses pembelajaran yang berharga.

“Ketika kita telah mengelola ekspektasi yang tidak berlebihan dan melakukan riset awal, itu artinya kita sudah menyiapkan mental sebelum menempuh studi,” ungkap Dewi yang juga dikenal sebagai pakar epidemiologi dan informatika penyakit menular.

Pengalaman pribadi Dewi saat memperoleh Beasiswa Unggulan DIKTI 2011 untuk studi pascasarjana epidemiologi modern di Imperial College London menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda. Ia menceritakan bahwa program beasiswa pada masa itu belum sebanyak dan semudah sekarang. Zaman dulu memang sangat sulit mendapatkan beasiswa dengan pilihan yang terbatas. Kini, situasi telah berubah dengan adanya LPDP dan Chevening yang memudahkan akses ke Inggris.

“Zaman itu susah banget mendapatkan beasiswa, pilihannya sangat terbatas. Sekarang lebih mudah ada LPDP, ada Chevening untuk ke UK,” kenangnya.

“Persiapkan kompetensi terbaik kalian agar mendapatkan beasiswa baik dari pemerintah maupun lembaga pendidikan lainnya,” tambahnya.

Antusiasme Tinggi dalam Program Special Plan

Acara Study Pre-Departure Briefing (PDB) 2026 yang diselenggarakan secara rutin oleh British Council ini dihadiri oleh sebanyak 280 calon mahasiswa yang berminat melanjutkan pendidikan di Inggris. Program prakeberangkatan ini bertujuan membekali para calon penerima manfaat dengan panduan praktis serta informasi studi terbaru yang relevan. Melalui Special Plan, para peserta mendapatkan wawasan mendalam tentang kehidupan akademik dan sosial di Inggris.

Organisasi internasional tersebut terus mendukung para calon mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh studi ke Inggris. Kehadiran atase pendidikan dan kebudayaan Indonesia untuk Inggris, Agus Mochamad Ramdhan, serta Direktur British Council untuk Indonesia sekaligus Asia Tenggara, Summer Xia, menunjukkan komitmen kuat dalam memfasilitasi pendidikan internasional. Para alumni lulusan universitas di Inggris juga hadir untuk berbagi pengalaman berharga melalui forum Special Plan.

Kegiatan ini diselenggarakan di tengah tingginya minat kawula muda di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara (ASEAN) terhadap pendidikan tinggi di Britania Raya. Data menunjukkan bahwa pada tahun ajaran 2024-2025, tercatat sebanyak 39.140 mahasiswa dari negara-negara ASEAN yang menempuh pendidikan di Inggris. Angka ini mencerminkan tren positif yang terus meningkat setiap tahunnya.

Dengan persiapan mental yang matang, riset yang memadai, serta pemahaman tentang sistem pendidikan Inggris, para calon mahasiswa Indonesia dapat menghadapi tantangan studi di luar negeri dengan lebih percaya diri dan siap meraih kesuksesan akademik melalui program Special Plan.

Join the discussion