3 Anggota TPNPB-OPM Tewas setelah Baku Tembak dengan Polisi
Tiga Anggota TPNPB-OPM Gugur dalam Operasi Baku Temak di Yahukimo 3 Anggota TPNPB OPM Tewas setelah - Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama tim gabungan

Tiga Anggota TPNPB-OPM Gugur dalam Operasi Baku Temak di Yahukimo
Tempatdonasi.com – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama tim gabungan berhasil melumpuhkan tiga anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Ketiga anggota OPM tersebut tewas setelah terjadi baku temak dengan polisi di kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Operasi ini dilakukan pada hari Jumat, tanggal 17 Juli 2026, dan merupakan bagian dari upaya penertiban wilayah yang telah berlangsung selama beberapa waktu terakhir.
Profil Korban dan Lokasi Operasi
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Yusuf Sutedjo, menjelaskan bahwa operasi ini difokuskan terhadap Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue yang dipimpin oleh DPO Ronal Heluka. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim gabungan, ketiga korban yang dinyatakan meninggal dunia adalah Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage. Ketiganya merupakan bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue.
“Dari operasi tersebut, tiga anggota KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) dinyatakan meninggal dunia,” kata Yusuf lewat keterangan tertulis pada hari Sabtu, 18 Juli 2026.
Ketiga jenazah telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Dekai untuk selanjutnya dilakukan proses pemakaman sesuai dengan adat setempat. Sementara itu, seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan di kantor Satuan Reserse Kriminal Polres Yahukimo untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Barang Bukti yang Disita
Dari lokasi kejadian, tim gabungan menyita sejumlah barang bukti yang cukup signifikan. Barang-barang tersebut meliputi tiga pucuk senjata api, 43 butir amunisi kaliber 5,56 mm, dua kapak, dua senjata tajam berupa pisau panjang, satu unit handy talky (HT) Icom, satu buah peredam senjata, serta tujuh unit telepon genggam berbagai merek. Selain itu, masih terdapat sejumlah barang bukti lainnya yang belum teridentifikasi secara detail.
Barang bukti yang disita ini menjadi penting dalam proses penyidikan karena dapat digunakan sebagai alat bukti untuk mengungkap jaringan dan aktivitas kelompok bersenjata tersebut. Amunisi yang ditemukan menunjukkan bahwa kelompok ini memiliki kemampuan tempur yang memadai untuk menghadapi operasi militer dan kepolisian di wilayah tersebut.
Latar Belakang Operasi
Operasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil penyelidikan dan informasi intelijen mengenai keberadaan kelompok bersenjata yang dipimpin DPO Ronal Heluka di wilayah Logpon, KM 4, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Selain Satgas Damai Cartenz, operasi juga melibatkan personel Brimob dan Polres Yahukimo. Keterlibatan berbagai elemen keamanan ini menunjukkan bahwa operasi ini memiliki tingkat prioritas yang tinggi dalam agenda penertiban wilayah.
Menurut Yusuf, kelompok ini diduga terlibat dalam beberapa peristiwa kekerasan yang terjadi di wilayah Papua. Salah satu insiden yang paling menonjol adalah pembunuhan personel Kodim 1715/Yahukimo, Almarhum Pratu Eka Yohan Kaize, pada tanggal 3 Desember 2022. Selain itu, kelompok ini juga diduga terlibat dalam pembunuhan tujuh penambang di Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada tanggal 19 Mei 2026.
Peristiwa-peristiwa ini menjadi alasan utama mengapa operasi ini dilakukan dengan melibatkan kekuatan yang cukup besar. Dengan melumpuhkan tiga anggota kelompok bersenjata tersebut, diharapkan dapat melemahkan struktur komando dan operasional kelompok yang dipimpin oleh DPO Ronal Heluka. Operasi ini juga menjadi sinyal bagi kelompok bersenjata lainnya bahwa pemerintah tidak akan mentolerir tindakan kekerasan yang terjadi di wilayah Papua.
Dengan keberhasilan operasi ini, tim gabungan berharap dapat melanjutkan upaya penertiban wilayah dan memastikan keamanan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Logpon dan sekitarnya. Proses penyidikan terhadap barang bukti yang disita akan terus dilakukan untuk mengungkap jaringan dan aktivitas kelompok bersenjata tersebut secara lebih komprehensif.
