Skip to content
Metro

Kronologi WNI Peserta Tur Wisata Korea Selatan Diduga Kabur

Sinta Kurniawan - tempatdonasi.com 3 mins read

Kronologi WNI Peserta Tur Wisata Korea Selatan yang melibatkan seorang pemuda asal Madiun, Jawa Timur, telah menarik perhatian publik. Femas Yani Arianto

Kronologi WNI Peserta Tur Wisata Korea Selatan Diduga Kabur

Kronologi Lengkap Hilangnya Peserta Wisata Indonesia di Korea Selatan

Tempatdonasi.com – Kronologi WNI Peserta Tur Wisata Korea Selatan yang melibatkan seorang pemuda asal Madiun, Jawa Timur, telah menarik perhatian publik. Femas Yani Arianto, peserta tur wisata yang sedang mengikuti perjalanan ke Korea Selatan, dilaporkan menghilang selama kegiatan berlangsung. Fariz Ragil Ramadhani, pemilik agensi perjalanan Berani Backpacker, mengonfirmasi bahwa pemuda tersebut melarikan diri pada malam hari pertama perjalanan, tepatnya pada Ahad, 28 Juni 2026.

Peristiwa di Malam Hari Pertama

Dhani, sapaan akrab Fariz, menjelaskan bahwa pada hari pertama perjalanan, sekitar malam hari, peserta atas nama Femas memisahkan diri dari rombongan. Kegiatan hari pertama awalnya berjalan lancar dan tanpa hambatan berarti. Femas bahkan sempat ikut berfoto menggunakan hanbok, pakaian khas Korea Selatan, bersama rombongan tur lainnya. Foto-foto tersebut menjadi kenangan indah sebelum kejadian yang tak terduga terjadi.

“Pada hari pertama perjalanan, sekitar malam hari, peserta atas nama Femas memisahkan diri dari rombongan,” kata Dhani saat dihubungi pada Ahad, 19 Juli 2026.

Kemudian, pada malam harinya, peserta tur dibebaskan berbelanja di area Myeongdong dengan pengawasan dari pemimpin rombongan atau tour leader. Kawasan ini dikenal sebagai pusat perbelanjaan dan wisata utama yang terletak di jantung kota Seoul. Myeongdong merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan karena menawarkan berbagai produk dari fashion hingga kuliner khas Korea.

Ketidakhadiran yang Tercatat

Pihak travel menyadari ketidakhadiran Femas susai pemuda tersebut memisahkan diri dari rombongan. Dhani mengatakan, Femas sempat pamit kepada tour leader untuk membeli sepatu. “Namun, hingga waktu yang telah ditentukan, peserta tidak kembali ke titik kumpul rombongan dan tidak dapat dihubungi,” ujarnya.

Setelah menyadari hilangnya Femas, tim di lapangan langsung melakukan panggilan telepon dan mengirim pesan secara intensif kepada Femas untuk memintanya kembali bergabung dengan rombongan. Namun, tidak ada respons yang diterima dari pemuda tersebut. Kondisi ini semakin memperparah kekhawatiran pihak travel karena Femas tidak memberikan tanda-tanda kehidupan melalui media komunikasi yang tersedia.

Laporan ke Otoritas Lokal

Pihak biro travel kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas imigrasi setempat di Korea Selatan. Pihaknya juga mengupayakan pelaporan ke kepolisian setempat. “Namun, laporan tersebut belum dapat diterima sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku di wilayah setempat,” tambah Dhani.

Selain itu, tim dari Berani Backpacker yang berada di Indonesia juga berinisiatif menghubungi pihak keluarga yang tercantum sebagai sponsor atau penanggung jawab peserta. Mereka melakukan konfirmasi dan mendatangi langsung kediaman keluarga Femas di Madiun untuk meminta keterangan lebih lanjut. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada informasi penting yang terlewatkan.

Prosedur dan Harapan ke Depan

Dhani menjelaskan, pihaknya telah melakukan prosedur screening yang ketat sebelum keberangkatan. Prosedur yang dimaksud, mulai dari observasi komunikasi, wawancara langsung di kantor, hingga verifikasi dokumen visa oleh pihak penyedia (provider). Semua langkah ini dilakukan untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan.

Untuk saat ini, Berani Backpacker menyerahkan kepada pihak berwenang untuk segera menindaklanjuti laporan yang telah diajukan. “Saya berharap penanganannya bisa dipercepat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya kepada seluruh pihak, termasuk kepada Femas,” kata Dhani.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi agensi perjalanan dan pihak berwenang di kedua negara. Proses investigasi masih berlangsung untuk memastikan keselamatan dan lokasi pasti dari Femas Yani Arianto. Kronologi WNI Peserta Tur Wisata ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi selama malam hari pertama perjalanan wisata ke Korea Selatan.

Join the discussion