Skip to content
Tekno

Dua Gempa dari Laut yang Menggoyang Jawa Barat Akhir Pekan

Sinta Kurniawan - tempatdonasi.com 3 mins read

Pagi ini, Senin 20 Juli 2026, masyarakat Jawa Barat masih merasakan efek dari Dua Gempa dari Laut yang terjadi pada Ahad sore hari. Gempa pertama dengan

Dua Gempa dari Laut yang Menggoyang Jawa Barat Akhir Pekan

Dua Gempa dari Laut yang Menggoyang Jawa Barat Akhir Pekan

Tempatdonasi.com – Pagi ini, Senin 20 Juli 2026, masyarakat Jawa Barat masih merasakan efek dari Dua Gempa dari Laut yang terjadi pada Ahad sore hari. Gempa pertama dengan kekuatan Magnitudo 4,8 berasal dari Samudra Indonesia di selatan Jawa Barat pada pukul 15.11 WIB. Guncangan dari gempa laut ini tercatat sebagai gempa terkini yang dapat dirasakan oleh warga di berbagai wilayah.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, getaran gempa ini terasa hingga ke wilayah Bogor. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan yang dikeluarkan BMKG, getaran gempa dirasakan pada skala intensitas III MMI di sejumlah lokasi.

Wilayah-wilayah yang merasakan intensitas III MMI antara lain Cikotok, Kalapanunggal, Cidolog, Cisaat, Simpenan, Kota Sukabumi, Nagrak, Panggarangan, Cimahi, Banjaran, Lembang, Parompong, Cililin, Sariwangi, Katapang, Bandung, Cianjur, Ciwidey, Ciawi, Cikole, dan Pelabuhan Ratu.

Pada skala itu, guncangan dirasakan di dalam rumah seakan ada truk yang melintas. Sementara guncangan yang sampai di daerah Soreang, Ciracap, dan Bogor dirasakan pada skala intensitas II MMI atau getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang dan sebatas membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa pusat sumber gempa atau episenter berada di laut pada jarak 79 kilometer arah barat daya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sejak awal pendeteksian, pemodelan BMKG telah menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Gempa bumi yang terjadi tergolong dangkal akibat aktivitas deformasi batuan di dasar laut, sebagaimana dijelaskan oleh Wijayanto.

Gempa Sebelumnya di Sukabumi

Sebelumnya pada Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 19.47 WIB, wilayah Kota Sukabumi dan sekitarnya juga diguncang gempa bumi tektonik. Berdasarkan pemutakhiran data BMKG, kekuatan gempa saat itu memiliki Magnitudo 4,3. Episenter gempa berlokasi di laut pada jarak 82 kilometer arah tenggara Kota Sukabumi pada kedalaman 22 kilometer, menurut Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto.

Lindu tersebut disebutkannya tergolong dangkal dengan pemicu aktivitas sesar aktif bawah laut. Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa ini dirasakan di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur pada skala intensitas III MMI. Sementara di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Garut, dan Kabupaten Tasikmalaya, gempa dirasakan pada skala II hingga III MMI.

Kedua gempa ini menunjukkan bahwa wilayah Jawa Barat, khususnya area sekitar Sukabumi dan sekitarnya, memang berada di zona yang aktif secara seismik. Gempa-gempa dangkal yang terjadi di daerah ini umumnya disebabkan oleh aktivitas tektonik di dasar laut maupun aktivitas sesar aktif di bawah permukaan. Masyarakat di wilayah tersebut diharapkan tetap waspada dan siap menghadapi potensi guncangan lebih lanjut.

BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah Indonesia untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat. Dengan adanya sistem peringatan dini dan pemodelan yang semakin canggih, diharapkan dampak gempa bumi dapat diminimalisir dan masyarakat dapat mengambil tindakan yang diperlukan dengan lebih cepat.

Kedua gempa yang terjadi dalam kurun waktu singkat ini menjadi pengingat bagi masyarakat Jawa Barat tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana. Meskipun kedua gempa tidak berpotensi tsunami, guncangan yang terjadi cukup kuat untuk dirasakan oleh banyak orang di berbagai wilayah. Dua Gempa dari Laut ini juga menegaskan bahwa wilayah pesisir selatan Jawa Barat merupakan area yang perlu perhatian khusus dalam hal mitigasi bencana.

Pilihan Editor

Tinggi Air Bendung Katulampa Bogor Nol, Petugasnya Tetap Siaga

Join the discussion