Skip to content
Bisnis

BPS Catat Inflasi Tahunan Juni 2026 Mencapai 3,34 Persen

Wahyu Kurniawan - tempatdonasi.com 2 mins read

BPS Catat Inflasi Tahunan Juni 2026 - BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen.

BPS Catat Inflasi Tahunan Juni 2026 Mencapai 3,34 Persen

Tempatdonasi.com – BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen. Inflasi ini lebih tinggi dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebesar 3,09 persen year-on-year (tahunan). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan Indeks Harga Konsumen naik menjadi 111,89 pada Juni 2026 dari 108,27 pada Juni 2025.

“Kalau kita cermati berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi tahunan atau year on year utamanya didorong oleh tiga kelompok,” ucapnya dalam konferensi pers pada Rabu, 1 Juli 2026. Ateng merinci, tiga kelompok itu adalah makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 4,67 persen; perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi sebesar 10,10 persen; serta transportasi dengan inflasi sebesar 4,57 persen. Secara tahunan, Badan Pusat Statistik mencatat komponen inti mengalami inflasi sebesar 2,76 persen dengan andil sebesar 1,77 persen.

Kemudian, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 3,42 persen dengan andil 0,66 persen. Sedangkan komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 5,58 persen dengan andil sebesar 0,91 persen. Sementara itu, inflasi bulanan Juni 2026 mencapai 0,44 persen.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebesar 0,28 persen month-to-month (bulanan). Menurut Ateng, kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah transportasi dengan inflasi sebesar 2,29 persen dan andil inflasi sebesar 0,28 persen. “Komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok transportasi yang pertama bensin dengan andilnya 0,21 persen, yang kedua tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,05 persen, dan yang ketiga pelumas atau oli mesin dengan andil inflasi sebesar 0,01 persen,” katanya.

Pilihan Editor: Satu Lagi Orang Asing di Sekitar Keluarga Presiden
 

Join the discussion