KKP dan PT Garam Kolaborasi Kelola K-SIGN Rote Ndao, Percepat Swasembada Garam Nasional
KKP dan PT Garam Kolaborasi Kelola K-SIGN Rote Ndao, Percepat Swasembada Garam Nasional Key Discussion - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta PT

KKP dan PT Garam Kolaborasi Kelola K-SIGN Rote Ndao, Percepat Swasembada Garam Nasional
Tempatdonasi.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta PT Garam berupaya mempercepat peningkatan ketahanan garam nasional melalui kolaborasi dalam pengelolaan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Langkah ini bertujuan memastikan produksi garam dalam negeri mencapai target swasembada, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor industri garam secara berkelanjutan. Kerja sama yang dicanangkan melalui Penandatanganan Dokumen Kesepakatan Bersama menjadi fondasi penting untuk mengintegrasikan sumber daya dan kapasitas produksi di wilayah pesisir tersebut.
Penandatanganan Kesepakatan
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, dan Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, di Jakarta pada Rabu, 2 Juli 2026. Acara dilaksanakan dalam rangka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KKP Tahun 2026, yang menjadi platform untuk menegaskan komitmen pembangunan sektor garam. Dalam kesepakatan ini, kedua pihak sepakat membangun kerja sama yang berfokus pada pengoperasian, pemanfaatan, dan pengembangan kawasan K-SIGN, dengan harapan menciptakan ekosistem industri yang produktif dan berdaya saing.
Kemitraan untuk Pengelolaan Terpadu
Pelaksanaan kerja sama akan mengintegrasikan peran KKP dan PT Garam dalam mengelola K-SIGN secara profesional. Kawasan ini akan menjadi pusat produksi garam yang terpadu, dengan kebijakan manajemen yang mengoptimalkan potensi lokal dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Dalam perjanjian kerja sama yang akan dituangkan lebih lanjut, strategi pengembangan kawasan melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat setempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
“Dengan dukungan pengalaman PT Garam sebagai perusahaan garam nasional, kami optimistis program K-SIGN dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan industri garam yang mampu mendukung percepatan swasembada garam,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, dalam siaran resmi di Jakarta, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Peran PT Garam dalam Penguatan Industri
Abraham Mose menegaskan bahwa kolaborasi antara KKP dan PT Garam menjadi kunci dalam menjadikan industri garam nasional lebih kompetitif. Sebagai BUMN yang memiliki pengalaman luas dalam produksi garam, PT Garam diharapkan mampu memberikan kontribusi strategis dalam pengelolaan K-SIGN. Dalam pernyataannya, Mose menyoroti pentingnya penerapan tata kelola yang profesional, serta penguatan kapasitas operasional kawasan untuk mencapai efisiensi dan keberlanjutan.
“PT Garam berkomitmen mendukung pengelolaan K-SIGN melalui penerapan tata kelola yang profesional, penguatan kapasitas operasional, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami percaya kerja sama ini akan menjadi pijakan penting dalam memperkuat industri garam nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir,” tambahnya.
Kawasan yang Menjadi Penggerak Industri
Kolaborasi antara KKP dan PT Garam diharapkan menjadi penggerak baru dalam sektor garam nasional. Kawasan K-SIGN di Rote Ndao tidak hanya bertujuan meningkatkan volume produksi, tetapi juga menghasilkan garam berkualitas tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Selain itu, pengelolaan terpadu ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada impor, sekaligus menciptakan peluang kerja baru untuk masyarakat pesisir yang berdampak langsung pada perekonomian lokal.
Langkah Strategis dalam Masa Pandemi
Kehadiran K-SIGN di Rote Ndao, kata Koswara, bukan hanya untuk meningkatkan kapasitas produksi garam nasional, tetapi juga untuk mengembangkan model pengelolaan kawasan yang bisa dijadikan contoh bagi daerah lain. Ia menyoroti bahwa kawasan ini akan memperkuat ketahanan industri sektor garam, terutama di tengah tantangan yang dihadapi akibat pandemi global. Dengan pemanfaatan sumber daya alam secara optimal dan kerja sama antar stakeholder, K-SIGN diharapkan menjadi bentuk keberhasilan pengelolaan industri yang berkelanjutan.
Alignment dengan Prioritas Kementerian
Langkah KKP dan PT Garam ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, yang menempatkan swasembada garam sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Pemimpin KKP tersebut telah menekankan pentingnya kerja sama antar sektor dalam meningkatkan ketersediaan garam, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun untuk eksportasi. Dengan model K-SIGN, KKP berharap menciptakan sistem yang terintegrasi, berbasis teknologi modern, dan mampu menjadi motor penggerak utama dalam peningkatan produksi garam secara nasional.
Potensi Rote Ndao sebagai Kawasan Strategis
Rote Ndao dipilih sebagai lokasi K-SIGN karena memiliki potensi alam yang mendukung produksi garam secara besar-besaran. Wilayah pesisir ini memiliki akses ke sumber daya air laut, serta kondisi geografis yang ideal untuk pembuatan garam secara tradisional dan modern. Dengan kehadiran K-SIGN, KKP dan PT Garam berupaya mengoptimalkan keunggulan tersebut melalui pengembangan infrastruktur, pelatihan teknologi, serta peningkatan kualitas produk. Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pemerataan manfaat ekonomi di masyarakat setempat.
Langkah Selanjutnya untuk Keberlanjutan
Pelaksanaan kerja sama KKP dan PT Garam akan dilakukan secara bertahap, dengan langkah awal berupa evaluasi potensi kawasan dan penyesuaian rencana pengembangan. Koswara mengatakan, keberhasilan program ini tergantung pada koordinasi yang intensif antara pemer
