Skip to content
Bisnis

Tanpa SLIK, Debitur Bisa Intip Jejak Pinjaman di Bank Jago

Maya Rahman - tempatdonasi.com 4 mins read

Key Issue: Bank Jago Hadirkan Rapor Kredit untuk Cek Riwayat Pinjaman Tanpa SLIK Key Issue - Bank Jago resmi meluncurkan inovasi terbaru melalui aplikasi

Tanpa SLIK, Debitur Bisa Intip Jejak Pinjaman di Bank Jago

Key Issue: Bank Jago Hadirkan Rapor Kredit untuk Cek Riwayat Pinjaman Tanpa SLIK

Tempatdonasi.com – Bank Jago resmi meluncurkan inovasi terbaru melalui aplikasi selulernya, yaitu fitur Rapor Kredit. Peluncuran ini bertujuan memberikan kemudahan bagi calon debitur dalam menelaah riwayat kredit mereka sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman baru. Inovasi ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan finansial. Key Issue ini menjadi perhatian utama karena banyak nasabah yang belum memahami kondisi kredit mereka secara menyeluruh.

Andy Djiwandono, yang menjabat sebagai Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago, menyampaikan bahwa fitur ini dirancang untuk membantu nasabah memahami kondisi keuangan mereka secara menyeluruh. Dalam pernyataannya yang disampaikan di Menara SMBC, Jakarta Selatan pada Kamis, 9 Juli 2025, Andy menekankan pentingnya kesadaran diri terhadap kewajiban finansial yang sudah ada. Key Issue ini juga berkaitan dengan transparansi informasi kredit bagi masyarakat.

Kami bantu mereka untuk sadar dulu, semua pinjaman yang kalian miliki itu apa sih? Karena itu sebenarnya penting sekali.

Key Issue: Mengatasi Masalah Gagal Pengajuan Pinjaman

Menurut Andy, lahirnya fitur Rapor Kredit didorong oleh fenomena yang sering terjadi di masyarakat. Banyak orang yang mengalami kegagalan saat mengajukan pinjaman karena memiliki kredit yang masih menunggak di berbagai bank atau bahkan pinjaman daring. Kondisi ini membuat mereka tidak menyadari bahwa riwayat kredit mereka belum bersih. Key Issue ini menjadi sorotan karena menunjukkan betapa pentingnya pemahaman kredit sebelum mengajukan pinjaman baru.

Fitur ini akan menyajikan lima informasi kunci yang berkaitan dengan kesehatan kredit nasabah. Salah satu komponen utamanya adalah status kolektibilitas atau yang dikenal dengan singkatan KOL. Status ini memberikan gambaran jelas mengenai seberapa lancar nasabah dalam membayar pinjaman yang sudah ada. Key Issue lainnya adalah bagaimana nasabah dapat mengakses informasi ini tanpa harus melalui proses SLIK yang rumit.

Selain itu, Rapor Kredit juga menampilkan data lengkap mengenai fasilitas pinjaman dan jumlah pinjaman yang telah diajukan debitur. Yang menarik, informasi ini mencakup seluruh institusi keuangan, bukan hanya terbatas pada Bank Jago saja. Dengan demikian, nasabah mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang posisi keuangan mereka. Key Issue ini menunjukkan bahwa Bank Jago ingin memberikan solusi yang lebih mudah bagi nasabahnya.

Integrasi dengan Sistem SLIK OJK

Andy menjelaskan bahwa seluruh data pinjaman yang ditampilkan dalam Rapor Kredit bersumber dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan. Namun, terdapat perbedaan signifikan dalam mekanisme aksesnya. Untuk menggunakan fitur Rapor Kredit, nasabah perlu memberikan persetujuan kepada Bank Jago agar dapat meminta akses riwayat pinjaman dari SLIK OJK. Key Issue ini menjadi penting karena memberikan kemudahan akses tanpa harus melalui proses konvensional.

Pentingnya meninjau riwayat kredit tidak bisa diabaikan begitu saja. Andy menyebutkan bahwa banyak calon debitur yang mengalami penolakan pengajuan pinjaman karena ketidaktahuan mereka terhadap tunggakan yang sudah ada sebelumnya. Pengetahuan yang baik mengenai riwayat kredit dapat membantu meminimalisir potensi kegagalan pengajuan pinjaman, terutama untuk kebutuhan mendesak seperti pembelian rumah atau biaya pendidikan. Key Issue ini menunjukkan bahwa kesadaran kredit adalah fondasi penting dalam keuangan pribadi.

Jangan sampai terhambat karena gak tahu rapor kredit seperti apa.

Statistik Literasi Keuangan Nasional

Berdasarkan data dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan, tingkat literasi keuangan nasional dalam sektor pembiayaan perbankan mencapai angka 65,5 persen. Angka ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pemahaman masyarakat terhadap produk perbankan. Key Issue ini menjadi relevan karena literasi keuangan yang baik dapat mengurangi masalah kredit macet. Namun, tingkat literasi pada lembaga pembiayaan non-bank masih tergolong rendah. Data menunjukkan bahwa literasi keuangan pada sektor non-bank sebesar 44,7 persen, sementara fintech lending hanya mencapai 24,9 persen. Untuk lembaga keuangan lainnya, angka ini berada di posisi terendah yaitu 9,8 persen. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi institusi keuangan untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Key Issue ini menunjukkan bahwa masih banyak ruang untuk peningkatan literasi keuangan di Indonesia.

Rapor Kredit dalam Kerangka Responsible Lending

Rapor Kredit merupakan implementasi nyata dari konsep responsible lending yang telah dikembangkan oleh Bank Jago. Kehadiran fitur ini melengkapi rangkaian produk responsible lending yang sudah ada, termasuk Jago Dana Cepat dan Dana Siaga. Saat ini, akses terhadap Rapor Kredit dapat dinikmati oleh debitur Bank Jago, khususnya mereka yang merupakan debitur Jago Dana Cepat dan Dana Siaga. Key Issue ini menunjukkan komitmen Bank Jago dalam memberikan layanan yang bertanggung jawab. Dengan adanya fitur ini, Bank Jago tidak hanya membantu nasabah dalam mengajukan pinjaman baru, tetapi juga memberikan ruang bagi nasabah untuk memperbaiki kesehatan kredit mereka. Rekomendasi yang diberikan berdasarkan profil kredit akan membantu nasabah mengambil keputusan finansial yang lebih tepat dan terinformasi. Key Issue ini menjadi bukti bahwa Bank Jago terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabahnya.

Join the discussion