Skip to content
Bisnis

PHK Tokopedia, Asosiasi: Industri Ecommerce Sedang Berubah

Sinta Kurniawan - tempatdonasi.com 4 mins read

Ecommerce Sedang Berubah Key Strategy - TEMPO.CO, Jakarta - Pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di PT Tokopedia memicu perhatian sejumlah pihak

PHK Tokopedia, Asosiasi: Industri Ecommerce Sedang Berubah

PHK Tokopedia, Asosiasi: Industri Ecommerce Sedang Berubah

Tempatdonasi.com – TEMPO.CO, Jakarta – Pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di PT Tokopedia memicu perhatian sejumlah pihak, termasuk Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). Meski tidak langsung menanggapi isu tersebut, Ketua Umum idEA Budi Primawan menyatakan bahwa organisasi industri digital saat ini tengah mengalami transformasi signifikan. “Kami tidak bisa mengomentari keputusan internal perusahaan,” ujar Budi saat dihubungi pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Perubahan Struktur Bisnis di Industri E-Commerce

Dalam wawancara, Budi menjelaskan bahwa fokus industri e-commerce sudah bergeser dari pengembangan skala ke keberlanjutan bisnis. “Dulu, pusat belanja online utamanya mengejar pertumbuhan dan memperluas basis konsumen. Kini, perusahaan lebih memperhatikan efisiensi dan stabilitas operasional,” tambahnya. Ia menekankan bahwa proses penyesuaian organisasi menjadi bagian dari evolusi sektor ini, meski sering kali disertai perubahan besar.

“Dalam proses itu, tidak jarang ada penyesuaian organisasi,” kata Budi.

Isu PHK massal terkait PT Tokopedia beredar melalui media sosial, dengan salah satu sumber menyebut bahwa platform TikTok melakukan pemotongan karyawan hingga 90 persen. Meski belum ada konfirmasi resmi, pernyataan tersebut menggambarkan ketegangan di sektor e-commerce yang terus berkembang. Budi mengakui asosiasi tidak memiliki data pasti mengenai jumlah karyawan yang terdampak, tetapi ia yakin perubahan ini mencerminkan kebutuhan adaptasi dalam industri yang semakin kompetitif.

Respons dari PT GoTo Gojek Indonesia Tbk

PHK Tokopedia juga mendapat respons dari PT GoTo Gojek Indonesia Tbk (GOTO). RA Koesoemohadiani, Sekretaris Perusahaan GOTO, menegaskan bahwa perusahaan menghormati langkah manajemen PT Tokopedia dalam menyesuaikan struktur organisasi. “Kami menghormati setiap tindakan yang diambil atau akan diambil oleh manajemen Tokopedia,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, yang dikutip pada hari yang sama.

“Berdasarkan estimasi perseroan, tidak terdapat dampak material terhadap bagian perseroan atas laba/rugi bersih PT Tokopedia,” tutur RA Koesoemohadiani.

Menurut Koesoemohadiani, kepemilikan GOTO atas Tokopedia sudah terdilusi menjadi 24,99 persen sejak Januari 2024. Hal ini berarti perusahaan tidak lagi mengkonsolidasikan keuangan Tokopedia, sehingga PHK di platform tersebut tidak akan berdampak signifikan pada bisnis GOTO. “Dampak keuangan hanya terbatas pada akun bagian laba/rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama,” jelasnya.

Dalam konteks aspek nonkeuangan, Koesoemohadiani meyakinkan bahwa tidak ada indikasi perubahan signifikan dalam biaya layanan e-commerce yang diterima GOTO dari Tokopedia. “Kami tidak memperkirakan adanya dampak material dalam hal ini,” tambahnya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, GOTO tidak berencana mengambil langkah khusus terkait kepemilikannya di Tokopedia. “Sampai dengan tanggal surat ini, perseroan tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk mengubah kepemilikan tersebut,” kata Koesoemohadiani.

Perkembangan Ekosistem E-Commerce Indonesia

Budi Primawan memperkirakan bahwa meskipun PHK di Tokopedia mencerminkan perubahan drastis, ekosistem e-commerce Indonesia tetap memiliki prospek yang positif. “Perilaku masyarakat yang semakin terbiasa berbelanja secara digital dan inovasi dari pelaku usaha menguatkan potensi sektor ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan dalam industri ini kini lebih fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, bukan hanya skala. “Tantangan utama adalah menyeimbangkan perlindungan konsumen, kepastian berusaha, dan ruang untuk inovasi,” tambah Budi. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya bergerak dalam bisnis tetapi juga menyesuaikan model operasional sesuai dinamika pasar.

“Kalau keseimbangan itu terjaga, kami optimistis ekosistem e-commerce Indonesia akan terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tuturnya.

Kebutuhan untuk mengoptimalkan operasional tidak terlepas dari tekanan persaingan yang semakin ketat. Budi menyoroti bahwa platform e-commerce harus terus berinvestasi pada teknologi, kecerdasan buatan (AI), logistik, keamanan, dan pelayanan konsumen. “Dengan inovasi dan efisiensi, industri ini mampu bertahan di tengah tantangan global,” jelasnya.

PHK di Tokopedia juga memicu diskusi mengenai dampaknya terhadap pasar tenaga kerja digital. Meski ada kekhawatiran akan penurunan jumlah pelaku usaha, Budi menilai perubahan ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat struktur bisnis yang lebih kuat. “Industri e-commerce sedang melewati fase transisi, dan hal ini wajar terjadi,” katanya.

Dalam konteks nasional, perusahaan seperti Tokopedia dan GoTo berperan penting dalam membangun ekosistem digital. Budi menekankan bahwa keberhasilan sektor ini bergantung pada kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dan menyesuaikan kebutuhan pasar. “Selama ada inovasi dan komitmen terhadap keberlanjutan, ekosistem e-commerce tetap akan berkembang,” pungkasnya.

PHK yang dilakukan PT Tokopedia menunjukkan bahwa perusahaan tidak ragu mengambil tindakan keras untuk menyesuaikan struktur. Namun, konsistensi investasi dan keseimbangan antara pertumbuhan dan efisiensi menjadi kunci dalam menjaga daya saing industri ini. Dengan perubahan yang terus berlangsung, industri e-commerce Indonesia diperkirakan akan melalui fase transisi yang berdampak pada cara kerja dan kebijakan perusahaan di masa depan.

Join the discussion