Skip to content
Bisnis

Laba Bersih Fore Tumbuh 34 Persen pada Paruh Pertama 2026

Andi Permata - tempatdonasi.com 3 mins read

Perusahaan kopi Indonesia, PT FORE Kopi Indonesia Tbk., yang dikenal dengan kode saham FORE, kembali menunjukkan kinerja finansial yang mengesankan. Laba

Laba Bersih Fore Tumbuh 34 Persen pada Paruh Pertama 2026

Fore Coffee Catat Pertumbuhan Laba Bersih 34 Persen di Semester Pertama 2026

Tempatdonasi.com – Perusahaan kopi Indonesia, PT FORE Kopi Indonesia Tbk., yang dikenal dengan kode saham FORE, kembali menunjukkan kinerja finansial yang mengesankan. Laba Bersih Fore Tumbuh 34 Persen pada semester pertama tahun 2026, mencapai Rp 56,5 miliar. Pencapaian ini merupakan lonjakan yang signifikan dibandingkan dengan capaian Rp 42 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhan ini menjadi indikator positif bagi investor dan pemangku kepentingan lainnya mengenai kesehatan keuangan perusahaan.

Vico Lomar, Presiden Direktur Fore, dalam pernyataannya menjelaskan bahwa hasil kinerja ini mencerminkan penerapan disiplin operasional yang ketat di seluruh aspek bisnis. Disiplin tersebut tidak hanya mencakup konsistensi kualitas produk, tetapi juga upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan secara menyeluruh. Pendekatan holistik ini menjadi kunci dalam mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Disiplin Alokasi Modal dan Transparansi Keuangan

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari Selasa, 21 Juli 2026, Vico Lomar menekankan komitmen perusahaan terhadap pengelolaan keuangan yang transparan. Ia menyatakan bahwa prinsip disiplin yang sama juga diterapkan dalam alokasi modal perusahaan. Setiap rupiah yang berasal dari dana hasil penawaran umum perdana (IPO) serta setiap investasi untuk pembukaan gerai baru diarahkan secara jelas demi memberikan imbal hasil optimal bagi para pemegang saham.

Pertumbuhan pendapatan juga menunjukkan tren positif yang kuat. Pada semester pertama tahun berjalan, pendapatan Fore berhasil menembus batas Rp 1 triliun. Pertumbuhan ini mencapai 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 662 miliar. Selain itu, EBITDA perusahaan juga mengalami lonjakan sebesar 65 persen secara tahunan, naik dari Rp 131 miliar menjadi Rp 216 miliar.

Ekspansi Gerai ke Kota-Kota Tier Dua dan Tiga

Salah satu strategi kunci yang mendorong pertumbuhan ini adalah ekspansi jaringan gerai. Selama paruh pertama 2026, Fore Coffee Indonesia berhasil menambah lebih dari 40 gerai baru ke dalam jaringan operasinya. Menariknya, sebanyak 40 persen dari gerai-gerai baru tersebut berlokasi di kota-kota tier 2 dan tier 3. Langkah ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap pengalaman menikmati kopi premium semakin meluas ke pasar-pasar yang sebelumnya belum menjadi fokus utama industri kopi modern Indonesia.

“Hal ini mencerminkan meningkatnya permintaan atas pengalaman kopi premium di pasar-pasar tersebut, sekaligus konsistensi manajemen dalam merealisasikan penggunaan dana hasil IPO sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan,” ucap Vico.

Jaringan Gerai yang Terus Meluas

Kini, total gerai aktif yang beroperasi di bawah naungan Fore Coffee Indonesia mencapai angka 363 unit. Angka ini merupakan peningkatan substansial dari jumlah 259 gerai yang tercatat pada semester I 2025. Selain gerai kopi utama, jaringan Fore juga mencakup 10 gerai aktif Fore Donut serta 4 gerai aktif Fore Coffee Singapura. Dengan demikian, keseluruhan jaringan Fore saat ini telah menjangkau lebih dari 60 kota di Indonesia dan kawasan regional, dengan total 377 gerai yang aktif beroperasi.

Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi, tetapi juga menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kualitas produk dan layanan yang ditawarkan oleh Fore. Dengan fondasi keuangan yang kuat dan rencana ekspansi yang terukur, perusahaan tampaknya siap menghadapi tantangan pasar kopi yang semakin kompetitif di masa depan. Laba Bersih Fore Tumbuh 34 Persen menjadi bukti nyata bahwa strategi yang diterapkan telah memberikan hasil yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

Join the discussion