Skip to content
Bisnis

Respons Permata Bank soal Sahamnya Masuk Daftar HSC

Sari Setiawan - tempatdonasi.com 3 mins read

Bank Permata Menyikapi Masuknya Saham ke Kategori HSC Respons Permata Bank soal Sahamnya Masuk - PT Bank Permata Tbk, yang tercatat dengan kode BNLI di Bursa

Respons Permata Bank soal Sahamnya Masuk Daftar HSC

Bank Permata Menyikapi Masuknya Saham ke Kategori HSC

Tempatdonasi.com – PT Bank Permata Tbk, yang tercatat dengan kode BNLI di Bursa Efek Indonesia, memberikan tanggapan resmi terkait masuknya saham perusahaannya ke dalam daftar high shareholding concentration atau HSC. Pengumuman ini merupakan bagian dari upaya transparansi informasi yang dilakukan oleh regulator pasar modal kepada para investor. Katharine Grace, yang menjabat sebagai Chief of Corporate Affairs & Sustainability di Bank Permata, menyampaikan bahwa perusahaan sangat menghormati publikasi daftar HSC yang dikeluarkan oleh BEI.

Memahami Metodologi dan Kriteria HSC

Katharine Grace menjelaskan lebih lanjut bahwa masuknya saham Bank Permata ke dalam kategori HSC bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Hal ini merupakan hasil dari penerapan metodologi dan kriteria yang telah ditetapkan secara ketat oleh Bursa Efek Indonesia bersama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI. Perusahaan mencatat bahwa komunikasi intensif terus dilakukan dengan para pemegang saham utama untuk memastikan strategi pemenuhan ketentuan pasar modal berjalan optimal.

Perseroan terus berkomunikasi dengan pemegang saham utama dalam menentukan strategi pemenuhan ketentuan pasar modal dan ketentuan perusahaan tercatat, ujar Katharine Grace kepada Tempo pada Jumat 17 Juli 2026.

Dalam pernyataannya, Katharine menekankan bahwa komitmen perusahaan terhadap tata kelola yang baik tetap menjadi prioritas utama. Hal ini sejalan dengan upaya Bank Permata untuk menjaga kepercayaan investor dan stakeholders lainnya terhadap kinerja perusahaan di masa mendatang.

Revisi Metodologi dan Dampaknya bagi Pasar Modal

Bank Permata menjadi salah satu dari 51 emiten yang masuk ke dalam daftar terbaru HSC yang dirilis oleh BEI. Daftar ini dikeluarkan setelah BEI melakukan revisi signifikan terhadap metodologi HSC. Revisi tersebut menambahkan kriteria baru berupa price impact ratio atau rasio perubahan harga saham terhadap aktivitas transaksi perdagangan. Kriteria tambahan ini menjadi sangat penting untuk saham-saham dengan kapitalisasi pasar yang melebihi Rp 10 triliun.

Jeffrey Hendrik, Direktur Utama BEI, memberikan penjelasan komprehensif mengenai implikasi dari masuknya saham-saham tertentu ke dalam kategori HSC. Menurutnya, meskipun status HSC tidak secara otomatis menunjukkan adanya pelanggaran ketentuan pasar modal, namun saham-saham tersebut akan menghadapi konsekuensi tertentu dalam hal pencatatan di indeks utama bursa.

Kami juga sudah menetapkan bahwa seluruh saham dalam kategori high shareholding concentration tidak akan kami masukkan dalam indeks utama di bursa seperti LQ45, IDX30, dan indeks utama lainnya, jelas Jeffrey Hendrik dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Upaya Distribusi Saham dan Reformasi Pasar Modal

Jeffrey Hendrik juga menyebutkan bahwa BEI membuka ruang diskusi yang luas dengan para emiten yang masuk dalam daftar HSC. Melalui forum tersebut, kedua belah pihak dapat menjajaki berbagai upaya strategis dalam mendistribusikan saham dengan lebih baik ke pasar. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi konsentrasi kepemilikan yang terlalu tinggi pada segelintir investor.

Revisi metodologi HSC ini merupakan bagian integral dari upaya BEI untuk secara konsisten menjalankan reformasi pasar modal. Dengan menerapkan kriteria yang lebih komprehensif, regulator berharap dapat menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih sehat dan transparan. Para investor pun diharapkan dapat membuat keputusan investasi yang lebih informatif berdasarkan data yang tersedia.

Sementara itu, Bank Permata tetap optimis bahwa langkah-langkah yang diambil akan memberikan dampak positif bagi perusahaan dalam jangka panjang. Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelaporan dan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini sejalan dengan visi Bank Permata untuk menjadi salah satu bank terkemuka di Indonesia dengan tata kelola yang berstandar internasional.

Dengan masuknya saham Bank Permata ke dalam daftar HSC, perusahaan juga menyadari pentingnya menjaga stabilitas harga saham melalui manajemen likuiditas yang baik. Para analis pasar memprediksi bahwa langkah-langkah strategis yang diambil oleh manajemen akan membantu mengurangi volatilitas harga saham di masa mendatang. Hal ini tentu saja akan memberikan rasa aman bagi para investor yang telah mempercayakan modalnya kepada Bank Permata.

Join the discussion