Skip to content
Bisnis

4 Rig Baru Pertamina Drilling untuk Genjot Produksi Migas

Intan Kurniawan - tempatdonasi.com 4 mins read

jot Produksi Migas Special Plan - Dalam upayanya memperkuat kemampuan operasional di bidang pengeboran, Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina

4 Rig Baru Pertamina Drilling untuk Genjot Produksi Migas

4 Rig Baru Pertamina Drilling untuk Genjot Produksi Migas

Tempatdonasi.com – Dalam upayanya memperkuat kemampuan operasional di bidang pengeboran, Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) telah menambahkan empat unit rig baru. Tindakan ini bertujuan mempercepat pencapaian target produksi migas yang ditetapkan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Provinsi Riau. Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan produksi energi nasional.

Kemajuan Teknologi dalam Rig Pengeboran

Keempat rig yang baru ditambahkan memiliki daya 350 horsepower (HP) dan tipe mobile rig, yang dirancang untuk meningkatkan kepraktisan operasional di lapangan. Tipe ini memungkinkan perpindahan lokasi pengeboran dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan rig konvensional. Avep menyebutkan bahwa penggunaan teknologi listrik penuh pada salah satu unit rig ini tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memudahkan proses operasional melalui sistem joystick.

“Rig itu yang pertama fully electric, lebih ramah lingkungan, dengan menggunakan joystick system sehingga lebih fleksibel dalam operasional. Mobilisasi rig menjadi lebih cepat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya,” kata Avep, dikutip dari Antara pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Menurut Avep, rig mobile ini memberikan keunggulan signifikan dalam mempercepat siklus kerja pengeboran. Proses perpindahan dari satu lokasi ke lokasi lain dapat dijalankan dengan lebih mudah, sehingga memungkinkan perusahaan lebih responsif terhadap kebutuhan operasional di lapangan. Dengan adanya rig ini, Pertamina Drilling berharap dapat mendukung kinerja pengeboran PHR secara optimal, terutama dalam menjaga stabilitas produksi migas nasional.

Komitmen Terhadap Kemandirian Energi

Avep menegaskan bahwa penambahan empat rig tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata Pertamina Drilling dalam mewujudkan kemandirian energi Indonesia. Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan operasional melalui penerapan teknologi canggih, yang pada gilirannya membantu mencapai target produksi migas yang diharapkan. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas produksi nasional, yang sangat penting dalam menjaga ketersediaan energi untuk kebutuhan masyarakat.

Pertamina Drilling saat ini mengoperasikan total 58 rig onshore dengan kekuatan bervariasi dari 300 hingga 2000 HP. Di samping itu, perusahaan juga memiliki dua rig offshore workover berkapasitas 550 HP dan tiga jack-up rig hasil kerja sama strategis dengan perusahaan internasional ADES. Kombinasi ini memberikan kelebihan dalam memenuhi berbagai jenis proyek pengeboran, baik untuk operasi darat maupun laut.

Variasi Layanan dan Teknologi Terpadu

Dalam rangka mendukung keberhasilan operasional, Pertamina Drilling menawarkan lebih dari 16 jenis layanan associated drilling melalui skema Integrated Project Management (IPM). Sistem ini mengintegrasikan berbagai teknologi dan keahlian di bidang pengeboran, sehingga memastikan proses produksi berjalan lebih cepat, efisien, dan aman. Dengan pendekatan terpadu, perusahaan mampu mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi risiko kesalahan dalam pengerjaan proyek.

Keberagaman layanan yang ditawarkan mencakup pengeboran konvensional, manajemen risiko, dan penerapan teknologi digital dalam operasi. Avep menambahkan bahwa inovasi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendukung transisi menuju operasi yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan IPM memberikan keuntungan dalam mengelola proyek secara holistik, sehingga meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Pengembangan Infrastruktur Pengeboran

Menurut sumber terkait, pengembangan infrastruktur pengeboran ini sejalan dengan visi Pertamina Drilling untuk menjadi salah satu pemain utama di sektor energi. Dengan penambahan rig, perusahaan dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, terutama di daerah penghasil migas utama seperti Riau. Riau merupakan salah satu provinsi dengan potensi minyak dan gas yang besar, sehingga keberadaan rig baru ini akan memperkuat kemampuan pengeboran di wilayah tersebut.

Avep juga menjelaskan bahwa penambahan rig ini memberikan dampak positif terhadap pengurangan biaya operasional. Mobilisasi yang lebih cepat dan teknologi yang lebih efisien membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya, sehingga meningkatkan keuntungan secara keseluruhan. Selain itu, keberadaan rig mobile juga memungkinkan perusahaan melakukan operasi di daerah yang jauh atau sulit diakses, tanpa mengorbankan kualitas pengeboran.

“Keempat rig ini kami siapkan untuk mendukung pencapaian target pengeboran sumur milik Pertamina Hulu Rokan, sehingga produksi migas nasional dapat terus terjaga,” tutur Avep.

Dalam jangka panjang, Pertamina Drilling berharap bahwa langkah ini akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan cadangan minyak dan gas bumi Indonesia. Dengan meningkatkan kemampuan produksi, perusahaan berupaya memperkuat posisi Indonesia dalam pasar energi global. Selain itu, inovasi yang dilakukan Pertamina Drilling juga menjadi contoh bagus bagi perusahaan-perusahaan lain dalam sektor migas untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar yang berkembang.

Keberhasilan peningkatan produksi migas tidak hanya bergantung pada jumlah rig yang dimiliki, tetapi juga pada keterampilan dan keahlian para tenaga profesional di lapangan. Pertamina Drilling terus berinvestasi dalam pelatihan dan penguasaan teknologi untuk memastikan kualitas layanan tetap tinggi. Dengan demikian, perusahaan mampu menjaga konsistensi dalam mencapai target produksi, sekaligus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan kemandirian energi nasional.

Join the discussion