Skip to content
Bisnis

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 2,66 Juta per Gram

Sari Setiawan - tempatdonasi.com 3 mins read

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 2,66 Juta per Gram Special Plan - Pada perdagangan Sabtu, 27 Juni 2026, harga emas Antam dari PT Aneka Tambang Tbk mengalami

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 2,66 Juta per Gram

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 2,66 Juta per Gram

Tempatdonasi.com – Pada perdagangan Sabtu, 27 Juni 2026, harga emas Antam dari PT Aneka Tambang Tbk mengalami kenaikan sebesar Rp 5 ribu per gram. Meskipun perubahan ini tergolong kecil, harga logam mulia masih tercatat lebih rendah dibandingkan harga yang berlaku di akhir pekan lalu. Berdasarkan data dari Logam Mulia, harga emas hari ini mencapai Rp 2.660.000 per gram, naik dari Rp 2.655.000 per gram pada Jumat, 26 Juni 2026.

Sebagai banding, pada Sabtu pekan lalu, harga emas Antam berada di Rp 2.668.000 per gram. Pergerakan harga logam mulia terus menunjukkan penurunan sejak awal bulan Juni. Pada 1 Juni, harga emas masih dihargai Rp 2.779.000 per gram. Namun, mulai pekan ini, harga mulai meluncur ke bawah, mencatatkan penurunan yang konsisten sepanjang minggu.

Harga emas mencapai level tertinggi sepanjang masa pada 29 Januari 2025, yakni Rp 3.168.000 per gram. Namun, tren tersebut berubah seiring berjalannya waktu. Harga jual kembali emas batangan Antam hari ini naik Rp 38 ribu menjadi Rp 2.378.000 per gram. Meskipun terjadi rebound, kenaikan harga emas tetap tidak signifikan dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Pembelian Emas Naik: Investasi atau Antisipasi Ekonomi?

Dalam konteks pasar global, harga emas Antam bergerak sejalan dengan perubahan nilai tukar dolar AS. Pada Sabtu, harga emas dunia mencapai US$ 4.087 per ons, menurut data dari Trading Economics. Harga ini naik tipis dibandingkan dengan US$ 4.040 per ons pada Jumat, 26 Juni 2026, dengan kenaikan terjadi pada sesi perdagangan kedua secara beruntun.

“Kenaikan tersebut terjadi setelah laporan inflasi AS terbaru sesuai dengan proyeksi pasar,”

Kenaikan harga emas di tengah pekan ini juga didukung oleh beberapa faktor makroekonomi. Dengan peningkatan tingkat inflasi AS menjadi 4,1 persen pada Mei, investor mulai menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap kebijakan moneter The Fed. Meski inflasi sesuai prediksi, nada hawkish dari bank sentral tetap memperkuat dolar AS, yang pada akhirnya menjadi penopang utama harga emas.

Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, menegaskan kembali komitmen untuk mengendalikan inflasi. Penegasan ini membantu meredakan kekhawatiran bahwa kebijakan moneter mungkin akan longgar akibat tekanan dari Presiden Donald Trump. Selain itu, Bank Sentral AS juga menaikkan proyeksi inflasi tahun 2026, memberi indikasi bahwa kebijakan suku bunga akan tetap konservatif hingga akhir tahun.

“Komitmen untuk mengendalikan inflasi tetap menjadi prioritas, meskipun ada tekanan untuk menurunkan suku bunga,”

Pergerakan harga emas Antam tidak terlepas dari dinamika pasar global. Sejak awal Juni, logam mulia terus menunjukkan penurunan, mencerminkan kecemasan pasar terhadap kebijakan ekonomi AS. Dengan adanya kenaikan inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi, investor memperkirakan akan ada tiga kali kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini. Probabilitas kenaikan pertama berada pada bulan September sebesar 62 persen.

Sementara itu, pembelian emas di pasar domestik terlihat meningkat. Harga yang terpantau naik sebesar Rp 5 ribu per gram berpotensi menarik minat investor yang mencari aset perlindungan. Namun, analisis menunjukkan bahwa kenaikan ini lebih banyak dipengaruhi oleh fluktuasi pasar internasional ketimbang tren peningkatan investasi secara menyeluruh. Pada akhir pekan, kondisi pasar terpantau stabil, dengan harga emas bergerak di kisaran Rp 2,66 juta hingga Rp 2,67 juta per gram.

Perbedaan antara harga jual dan harga beli juga mencerminkan dinamika pasar. Harga buyback yang naik menjadi Rp 2,378 juta per gram menunjukkan kenaikan kepercayaan terhadap emas sebagai aset yang stabil. Namun, kebijakan moneter yang konservatif masih menjadi faktor utama yang menekan permintaan, terutama di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga dalam jangka pendek.

Dalam jangka panjang, harga emas Antam terus berfluktuasi sesuai dengan dinamika pasar global. Dengan adanya kekhawatiran inflasi yang berkelanjutan, emas tetap menjadi pilihan yang populer untuk mengamankan nilai. Meski tren penurunan terjadi dalam pekan ini, pembelian emas masih menjadi strategi yang relevan dalam situasi ketidakpastian ekonomi.

Join the discussion