Skip to content
Bisnis

Garuda Indonesia Ubah Ketentuan Bagasi

Tegar Utami - tempatdonasi.com 3 mins read

Garuda Indonesia Terapkan Konsep Piece untuk Layanan Bagasi Visit Agenda - Perubahan signifikan dalam kebijakan bagasi telah diumumkan oleh maskapai nasional

Garuda Indonesia Ubah Ketentuan Bagasi

Garuda Indonesia Terapkan Konsep Piece untuk Layanan Bagasi

Tempatdonasi.com – Perubahan signifikan dalam kebijakan bagasi telah diumumkan oleh maskapai nasional Garuda Indonesia. Transformasi ini bertujuan memberikan kemudahan bagi para penumpang melalui sistem piece concept yang berbasis pada jumlah koli. Dengan pendekatan baru ini, penumpang dapat membawa tambahan bagasi hingga mencapai berat maksimal 64 kilogram sesuai dengan kelas penerbangan dan rute yang dilayani.

Neil Raymond Mills, yang menjabat sebagai Direktur Transformasi Garuda Indonesia, menjelaskan bahwa aturan baru ini akan berlaku untuk tiket yang diterbitkan mulai tanggal 1 September 2026. Implementasi piece concept merupakan bagian integral dari upaya modernisasi layanan yang dilakukan oleh Garuda Indonesia. Menurut Mills, langkah ini memberikan kepastian lebih baik bagi seluruh penumpang dalam hal ketentuan jumlah koli dan batas berat maksimum setiap bagasi.

Implementasi Piece Concept bagian dari transformasi Garuda Indonesia dalam memodernisasi layanan sekaligus memberikan kepastian yang lebih baik bagi penumpang. Dengan ketentuan jumlah koli dan berat maksimum yang semakin jelas, pengguna jasa dapat mempersiapkan barang bawaannya dengan lebih mudah.

Skema baru ini memungkinkan Garuda Indonesia untuk mencatat dengan pasti jumlah dan berat maksimum setiap koli bagasi penumpang. Selain itu, alokasi bagasi yang diberikan juga lebih besar dibandingkan dengan ketentuan yang berlaku sebelumnya. Hal ini tentu memberikan manfaat tambahan bagi para pengguna jasa maskapai.

Bagi penumpang yang memiliki tiket dengan tanggal terbit sebelum 1 September 2026, ketentuan bagasi lama tetap berlaku. Hal ini berlaku meskipun jadwal perjalanan mereka berlangsung setelah penerapan piece concept secara resmi dimulai. Ketegasan ini memberikan kepastian bagi penumpang yang telah membeli tiket lebih awal.

Ketentuan Bagasi untuk Penerbangan Domestik

Untuk penerbangan domestik, penumpang kelas Ekonomi kini mendapatkan alokasi satu koli dengan batas berat maksimum 23 kilogram. Sementara itu, penumpang kelas Bisnis dan First Class memperoleh dua koli dengan berat masing-masing 32 kilogram atau total mencapai 64 kilogram. Perubahan ini memberikan fleksibilitas lebih bagi penumpang kelas atas.

Dibandingkan dengan skema sebelumnya, peningkatan alokasi bagasi domestik cukup signifikan. Kelas Ekonomi mengalami kenaikan dari 20 kilogram menjadi 23 kilogram. Kelas Bisnis meningkat drastis dari 30 kilogram menjadi 64 kilogram, sementara First Class naik dari 40 kilogram menjadi 64 kilogram. Peningkatan ini memberikan ruang lebih bagi penumpang untuk membawa barang bawaan.

Ketentuan Bagasi untuk Penerbangan Internasional

Penerbangan internasional juga mengalami perubahan yang sama pentingnya. Penumpang kelas Ekonomi mendapatkan dua koli dengan berat masing-masing 23 kilogram atau total 46 kilogram. Untuk kelas Bisnis dan First Class, alokasi tetap dua koli dengan berat maksimum masing-masing 32 kilogram atau total hingga 64 kilogram.

Dalam konteks internasional, kelas Ekonomi mengalami peningkatan dari 30 kilogram menjadi 46 kilogram. Kelas Bisnis naik dari 40 kilogram menjadi 64 kilogram, sedangkan First Class meningkat dari 50 kilogram menjadi 64 kilogram. Perubahan ini sejalan dengan standar internasional yang lebih longgar untuk penerbangan jarak jauh.

Dengan adanya perubahan tersebut, penumpang dapat memperoleh tambahan total alokasi bagasi hingga 34 kilogram dibandingkan ketentuan sebelumnya. Tentu saja, penambahan ini tetap mengikuti batas jumlah koli dan berat maksimum setiap koli yang telah ditetapkan dalam skema baru.

Skema piece concept telah digunakan secara luas dalam industri penerbangan global. Implementasinya di Garuda Indonesia diharapkan dapat memperkuat standardisasi layanan, mendukung kelancaran penanganan bagasi, serta memberikan kepastian yang lebih baik bagi pengguna jasa, termasuk ketika melanjutkan perjalanan pada jaringan penerbangan internasional.

Neil menambahkan bahwa penerapan skema piece concept juga merupakan upaya Garuda Indonesia untuk meningkatkan konsistensi layanan pada jaringan penerbangan domestik maupun internasional. Skema ini telah digunakan secara luas dalam industri penerbangan global. Implementasinya di Garuda Indonesia diharapkan dapat memperkuat standardisasi layanan, mendukung kelancaran penanganan bagasi, serta memberikan kepastian yang lebih baik bagi pengguna jasa, termasuk ketika melanjutkan perjalanan pada jaringan penerbangan internasional.

Penerapan piece concept ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh penumpang Garuda Indonesia. Dengan ketentuan yang lebih jelas dan alokasi yang lebih besar, perjalanan udara menjadi lebih nyaman dan praktis bagi para pengguna jasa maskapai nasional.

Join the discussion