Latest Program: ESDM sebut pemanfaatan panas bumi bisa jadi penggerak ekonomi baru

ESDM Sebut Pemanfaatan Panas Bumi Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Baru

Latest Program – Jakarta, 29 April 2026 – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa potensi panas bumi tidak hanya terkait dengan proses transisi energi, tetapi juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru yang memberi manfaat konkret bagi masyarakat. Dalam pernyataannya, Benny Indra Batubara, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Pengembangan SDM dan Kewirausahaan, menjelaskan bahwa energi baru terbarukan, khususnya panas bumi, adalah solusi teknis yang juga mampu menjadi faktor pendorong kegiatan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Geothermal Direct Use sebagai Strategi Ekonomi Hijau

Pemanfaatan langsung panas bumi, kata Benny, memberikan peluang luas untuk memperkuat berbagai sektor seperti pertanian, pengolahan hasil alam, budidaya perikanan, pariwisata berbasis geotermal, serta industri kecil dan menengah. Contoh nyata pemanfaatan ini telah terlihat di beberapa wilayah seperti Ciater dan Kamojang, yang menunjukkan bahwa energi panas bumi dapat menjadi sumber pengembangan nilai tambah bagi masyarakat setempat. Dengan sebagai negara yang memiliki hampir 40 persen potensi panas bumi global, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memanfaatkan sumber daya ini dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Pemanfaatan langsung panas bumi memiliki hubungan erat dengan penguatan UMKM, hilirisasi produk lokal, pengembangan pariwisata, hingga pembentukan usaha yang berbasis energi terbarukan. Ini merupakan bagian dari strategi pembangunan ekonomi hijau daerah,” ungkap Benny.

Pelatihan Geothermal Direct Use Pemanfaatan Langsung Panas Bumi untuk Aparatur dan Penanggung Jawab Lapangan Lokasi Mata Air Panas, yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berlangsung pada 29–30 April 2026. Kegiatan ini dianggap sebagai langkah nyata dalam mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia dalam memanfaatkan energi panas bumi secara langsung untuk kegiatan produktif masyarakat.

Dalam pelatihan ini, peserta mengikuti berbagai materi yang mencakup aspek regulasi, teknis pemanfaatan panas bumi, keselamatan kerja, proses perizinan, hingga praktik langsung seperti pengambilan sampel, verifikasi SLO (Sistem Lokal Output), dan penggunaan peralatan pendukung. Sebanyak 20 peserta, terdiri dari aparatur Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan penanggung jawab lapangan di lokasi mata air panas, mengikuti dua hari pelatihan tersebut. Mereka diberikan pembekalan untuk memahami bagaimana sumber daya alam ini dapat diintegrasikan dalam aktivitas ekonomi yang bermakna.

Strategi Berkelanjutan dan Posisi Sukabumi

Kabupaten Sukabumi dianggap memiliki posisi strategis karena kawasan Gunung Salak, Gunung Halimun, dan Kawah Ratu menyimpan potensi geotermal yang signifikan. Benny Indra Batubara menekankan bahwa penggunaan panas bumi secara langsung adalah jalan untuk mengembangkan ekosistem perekonomian yang berkelanjutan, sekaligus mendorong pengurangan ketergantungan pada sumber energi tradisional. “Dengan memanfaatkan panas bumi, masyarakat bisa menikmati manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan,” tambahnya dalam diskusi yang berlangsung di Sukabumi.

Menurut Benny, pemanfaatan langsung panas bumi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang penerapan yang selaras dengan kebutuhan lokal. Misalnya, dalam pertanian, panas bumi dapat digunakan untuk mengeringkan hasil panen atau menghangatkan air secara alami, mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kualitas produk. Di sektor pariwisata, pemanfaatan ini bisa menghadirkan pengalaman unik bagi pengunjung, seperti penginapan berbasis geotermal atau fasilitas pemanas alami untuk tempat-tempat rekreasi. Sementara itu, industri kecil dan menengah (IKM) dapat memanfaatkan panas bumi untuk memproduksi barang atau layanan yang lebih efisien.

“Pemanfaatan langsung panas bumi menawarkan solusi inovatif yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan,” ujar Benny.

Kegiatan pelatihan ini tidak hanya fokus pada teknis pemanfaatan, tetapi juga memberikan wawasan tentang pentingnya regulasi yang mendukung pengembangan sumber daya alam tersebut. Peserta mendapatkan penjelasan terkait peran pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi geotermal, serta bagaimana mereka dapat memanfaatkan peluang ini untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pelatihan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan serta peluang di wilayah mereka masing-masing.

PPSDM KEBTKE menegaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari komitmen untuk terus menyediakan program pengembangan SDM energi yang adaptif, relevan, dan menjawab kebutuhan industri serta potensi daerah. Dengan meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah dan pemangku kepentingan di lapangan, Kementerian ESDM berharap bisa mengakselerasi pemanfaatan panas bumi secara optimal. Benny Indra Batubara menambahkan bahwa kegiatan serupa akan menjadi fondasi bagi ekosistem pemanfaatan langsung panas bumi yang lebih kuat, yang pada akhirnya mendorong transformasi ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Pelatihan yang diadakan di Sukabumi dianggap sebagai wujud kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun kesadaran masyarakat akan manfaat energi geotermal. Dengan adanya pelatihan ini, harapan besar terletak pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan infrastruktur dan teknologi di daerah-daerah yang memiliki potensi tinggi. Benny menyoroti bahwa pemanfaatan panas bumi tidak hanya tentang produksi energi, tetapi juga tentang keterlibatan langsung masyarakat dalam setiap aspek penggunaannya.

Dengan kerja sama yang terjalin, Kementerian ESDM bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sukabumi berharap mampu menciptakan program yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan lokal. Selain itu, pelatihan ini diharapkan menjadi stimulan awal untuk mendorong pengembangan infrastruktur pemanfaatan panas bumi, sekaligus mewujudkan visi pemerintah dalam menciptakan ekonomi hijau yang inklusif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, panas bumi tidak hanya menjadi sumber energi, tetapi juga menjadi pilar utama dalam pengembangan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.