Meeting Results: Kemendikdasmen: SMAN 7 Kendari jadi percontohan Trigatra Bangun Bahasa
Kemendikdasmen: SMAN 7 Kendari jadi percontohan Trigatra Bangun Bahasa
Komitmen dalam Membangun Literasi
Meeting Results – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) baru-baru ini mengumumkan pengangkatan SMA Negeri 7 Kendari sebagai sekolah percontohan dalam penerapan Trigatra Bangun Bahasa. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kalangan generasi muda, sekaligus memperkuat kemampuan literasi mereka. Dalam kunjungan ke Kendari, Jumat, Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen RI, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa Trigatra merupakan upaya strategis dalam mendorong penggunaan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.
“Kehadiran kami di SMAN 7 Kendari bertujuan untuk memberikan semangat kepada siswa dan guru agar api semangat Hardiknas menjadi motivasi meningkatkan mutu pendidikan melalui literasi sebagai pondasinya,” tutur Hafidz Muksin.
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, pihak Kemendikdasmen memilih SMAN 7 Kendari sebagai contoh yang bisa diikuti. Trigatra, yang merupakan singkatan dari Tri Warna Bahasa, menekankan pentingnya penguasaan tiga jenis bahasa—Indonesia, daerah, dan asing—sebagai dasar pembentukan karakter serta literasi siswa. Hafidz Muksin menegaskan bahwa literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mampu mengubah pola pikir dan perilaku seseorang.
Dalam pidatonya, Hafidz Muksin mengajak seluruh peserta didik untuk terus belajar dan meningkatkan kebiasaan membaca sebagai bagian dari tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. “Semoga dengan rajin belajar dan gemar membaca, generasi muda akan menjadi lebih unggul,” ujarnya. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya memperkaya kosa kata, tetapi juga membangun keterampilan berpikir kritis dan kreatif, yang sangat dibutuhkan dalam era globalisasi saat ini.
“Diharapkan akan ada sebuah gerakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia di SMAN 7 Kendari, serta pengutamaan dan penguasaan bahasa melalui aktivitas UKBI bagi seluruh siswa,” tambah Hafidz Muksin.
Implementasi UKBI sebagai Syarat Kelulusan
Kepala SMAN 7 Kendari, La Ode Muhammad Sauf, menjelaskan bahwa pihak sekolah akan menjadikan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai salah satu persyaratan wajib bagi siswa sebelum menyelesaikan masa studi. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk menerapkan Trigatra secara konkret. “Kami akan melakukan tes uji kompetensi kemahiran berbahasa agar anak-anak memiliki sertifikat. Hasil sertifikat ini sangat penting karena bisa menjadi salah satu syarat untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi,” katanya.
Muhammad Sauf menambahkan bahwa pelaksanaan tes UKBI akan dilakukan secara kolaboratif dengan Kantor Bahasa setempat. Sekolah juga akan memanfaatkan platform digital sebagai sarana untuk menguji kemampuan para siswanya. “Ini adalah kebanggaan luar biasa. Sebagai bukti nyata kemitraan dengan Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, kami telah memasang prasasti Trigatra Bangun Bahasa di sekolah,” ujarnya.
“Pihak sekolah akan mengarahkan tenaga pendidik yang kompeten untuk membimbing siswa melalui tautan resmi yang telah disediakan,” imbuh Muhammad Sauf.
UKBI tidak hanya sebatas tes tertulis, tetapi juga mencakup berbagai aktivitas seperti diskusi, presentasi, dan penilaian berdasarkan penampilan. Tujuan utama dari tes ini adalah mengukur sejauh mana siswa mampu menguasai bahasa Indonesia secara aktif, baik dalam bacaan maupun komunikasi sehari-hari. Dengan adanya sertifikat tersebut, siswa diharapkan bisa lebih percaya diri dalam berkomunikasi, terutama saat menghadapi tantangan akademik atau profesional di masa depan.
Penguatan Bahasa Daerah dan Asing
Sebagai bagian dari Trigatra, SMAN 7 Kendari juga berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah. Selain itu, pihak sekolah terus mendorong siswa agar mampu menguasai bahasa asing sebagai alat komunikasi internasional. “Membangun literasi dan karakter generasi muda tidak bisa terlepas dari penguasaan tiga bahasa ini,” jelas Hafidz Muksin. Ia menekankan bahwa bahasa Indonesia, sebagai bahasa nasional, memiliki peran kunci dalam memperkuat identitas budaya dan kebanggaan seorang warga negara Indonesia.
“Kehadiran kami di SMAN 7 Kendari bertujuan memberikan semangat kepada siswa dan guru agar api semangat Hardiknas menjadi motivasi meningkatkan mutu pendidikan melalui literasi sebagai pondasinya,” kata Hafidz Muksin di SMAN 7 Kendari dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Sauf menuturkan bahwa UKBI akan menjadi alat ukur kemampuan berbahasa yang lebih komprehensif. “Sertifikat ini tidak hanya memperlihatkan tingkat keahlian bahasa, tetapi juga mendorong siswa untuk lebih serius dalam belajar,” tambahnya. Dengan adanya program ini, SMAN 7 Kendari berharap bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia dalam menerapkan pendidikan berbasis bahasa.
Peran Serta Masyarakat dan Guru
Dalam mewujudkan Trigatra, SMAN 7 Kendari menekankan pentingnya peran aktif guru dan masyarakat sekitar. “Guru menjadi penentu utama dalam membentuk kebiasaan belajar siswa, terutama dalam hal penguasaan bahasa,” ujar Sauf. Ia menambahkan bahwa pihak sekolah akan mengadakan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan keterampilan mengajar bahasa, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menarik.
“Semoga dengan rajin belajar dan gemar membaca akan menjadi generasi muda yang unggul,” jelas Sauf.
Kemitraan antara Kemendikdasmen dan SMAN 7 Kendari juga melibatkan komunitas lokal. Kesepakatan ini diharapkan bisa mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung pendidikan berbasis bahasa. Selain itu, pihak sekolah berencana menyediakan sumber daya tambahan, seperti buku bacaan, e-learning, dan pelatihan keterampilan berbahasa, untuk memperkaya proses pembelajaran siswa.
Potensi Manfaat Jangka Panjang
Kegiatan Trigatra di SMAN 7 Kendari dinilai memiliki potensi manfaat jangka panjang. Selain meningkatkan kemampuan bahasa, program ini juga diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang lebih tangguh dan inovatif. Hafidz Muksin menilai bahwa keberhasilan sekolah ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia untuk menyusun kurikulum yang lebih berfokus pada literasi dan penguasaan bahasa.
“Diharapkan akan ada sebuah gerakan untuk meningkatkan bahasa Indonesia di SMAN 7 Kendari ini, serta pengutamaan dan kemahiran berbahasa Indonesia melalui sebuah aktivitas UKBI bagi seluruh siswa,” ujarnya.
