New Policy: Bus Shalawat 24 Jam siap layani jamaah calon haji Indonesia di Makkah

Bus Shalawat 24 Jam Siap Layani Jamaah Calon Haji Indonesia di Makkah

Kota Makkah, Arab Saudi – Layanan bus Shalawat untuk jamaah calon haji Indonesia akan beroperasi secara terus-menerus selama 24 jam, melayani pengangkutan antar hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya secara gratis. Menurut Syarif Rahman, Kepala Bidang Transportasi Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, pemerintah Indonesia mengambil langkah untuk menyediakan transportasi tanpa memandang jarak tempat tinggal jamaah.

“Secara aturan, jamaah yang tinggal di area dengan jarak minimal 2.000 meter wajib diberikan sarana transportasi. Namun, Indonesia memberikan layanan tersebut tanpa mempertimbangkan jarak tempat menginap,” jelas Syarif di Kantor Daker Makkah, Senin.

Pada musim haji tahun ini, pengoperasian layanan bus Shalawat dipegang oleh enam perusahaan dengan armada yang tersebar di lima wilayah utama, yaitu Misfalah, Jarwal, Raudhah, Syisyah, dan Aziziyah. Rute ke Masjidil Haram dibagi melalui tiga terminal utama: Terminal Ajyad melayani Misfalah, Terminal Jabal Kabah menerima Jarwal dan Aziziyah, sedangkan Terminal Syib Amir mengangkut jamaah dari Syisyah serta Raudhah.

Untuk memudahkan pengguna, setiap kendaraan dilengkapi label rute berupa kode warna dan nomor unik. Sebanyak 21 jalur transportasi telah ditetapkan, dan jamaah diberikan kartu panduan rute saat tiba di tempat menginap. Syarif menyebutkan, jumlah armada bus selama masa puncak akan mencapai 452 unit, dengan usia operasional maksimal lima tahun.

Layanan ini berjalan tanpa henti, dengan durasi tunggu rata-rata 15 hingga 20 menit. Pemerintah juga menyiapkan 52 bus khusus bertipe lower deck guna memudahkan akses bagi pengguna kursi roda, sejalan dengan tagline Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan. Namun, penggunaan bus khusus ini akan disesuaikan dengan permintaan di lapangan karena kapasitas yang terbatas.

Syarif menegaskan, seluruh layanan bus Shalawat tidak dikenakan biaya. Ia mengimbau jamaah dan keluarga di tanah air agar tidak memberikan tips kepada sopir dalam bentuk apa pun. “Sopir sudah dibayar perusahaan, dan ini bagian dari layanan resmi,” tambahnya.

Layanan bus Shalawat berlangsung sejak kedatangan kloter pertama di Makkah hingga 6 Zulhijjah. Selama masa Armuzna, layanan sementara dihentikan, lalu kembali aktif pada 14 Zulhijjah hingga kepulangan kloter terakhir ke tanah air.