Solving Problems: Gugatan ICCU Hyundai-Kia disebut gagal selesaikan masalah
Gugatan ICCU Hyundai-Kia disebut gagal selesaikan masalah
Solving Problems – Jakarta – Sejumlah pemilik kendaraan listrik dari merek Hyundai Motor Company, Kia, serta Genesis Motor di Amerika Serikat dilaporkan mengajukan gugatan class action terkait keluhan teknis terhadap komponen Integrated Charging Control Unit (ICCU). Gugatan ini menyebut bahwa serangkaian tindakan perbaikan yang telah dilakukan oleh produsen tidak cukup mengatasi masalah pengisian daya, justru memperpanjang dampak kerusakan pada kendaraan. Laporan dari Carscoops pada Selasa lalu menyatakan bahwa klaim pemilik mobil terus berdatangan, meskipun perusahaan sudah melakukan penarikan kembali (recall) sebelumnya.
Peran ICCU dalam Sistem Kendaraan Listrik
ICCU merupakan bagian penting dari kendaraan listrik yang bertugas mengatur distribusi daya antara baterai tegangan tinggi dan sistem 12 volt. Komponen ini berperan kritis dalam menjaga kinerja normal kendaraan, terutama selama proses pengisian dan penggunaan. Namun, ketika ICCU mengalami kegagalan, kondisi kendaraan bisa menjadi tidak stabil. Kehilangan fungsi utama seperti sistem elektronik atau kemampuan pengisian menjadi ancaman serius bagi pengguna.
Dalam gugatan, para penggugat menyatakan bahwa tindakan recall yang dilakukan produsen hanya menunda masalah, bukan menghilangkan penyebabnya. Dugaan utama adalah unit pengganti yang digunakan masih memiliki kelemahan serupa dengan komponen sebelumnya. Masalah ini memicu keluhan terus-menerus dari pemilik kendaraan, termasuk gangguan pada port pengisian dan peringatan di dashboard seperti “Check Electric Vehicle System” serta “12-volt battery voltage low stop safely.”
Keluhan Pemilik Kendaraan
Dua pemilik kendaraan, Hayes Young dan Roy Williams, menjadi saksi utama dalam gugatan ini. Young mengungkapkan bahwa mobil Ioniq 5 yang ia miliki mengalami kerusakan pada baterai 12 volt pada bulan Desember 2025. Meski masalah ini ditangani melalui garansi, gangguan kembali muncul, dan diler menyatakan ICCU sebagai penyebab utama. Ia menekankan bahwa penggantian komponen belum dilakukan meskipun telah diperbaiki beberapa kali.
“Saya harus mengganti baterai 12 volt setelah kendaraan mengalami kegagalan pada Desember 2025. Namun, masalah itu kembali terjadi, dan ICCU justru menjadi akar permasalahan,” kata Young.
Sementara itu, Williams menggambarkan pengalaman yang lebih dramatis. Mobil Kia EV6 miliknya tiba-tiba memasuki mode darurat (limp mode) setelah terdengar suara keras, sehingga harus diderek ke diler. Setelah serangkaian perbaikan seperti pengisian ulang baterai, pembaruan perangkat lunak, serta penggantian baterai, ICCU akhirnya diganti pada Maret 2026. Namun, ia menilai hasilnya belum memenuhi ekspektasi.
“Setelah semua tindakan perbaikan dilakukan, kendaraan masih mengalami gangguan, dan ICCU menjadi penyebab utama yang tak bisa diatasi,” ujar Williams.
Keluhan lain dari pemilik kendaraan melibatkan kegagalan pada port pengisian saat digunakan di rumah, serta munculnya peringatan di dashboard yang mengindikasikan masalah pada sistem listrik. Beberapa pengguna juga melaporkan kebutuhan untuk menghentikan penggunaan kendaraan secara mendadak untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keandalan komponen ICCU, yang seharusnya menjadi jantung pengelolaan daya di kendaraan listrik.
Penyebab dan Dampak Masalah
Menurut dokumen gugatan yang diterbitkan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk New Jersey, inti dari permasalahan bukan hanya kegagalan teknis, tetapi juga dugaan kesalahan desain komponen. Pemilik kendaraan menyatakan bahwa meski ICCU sudah diganti, gangguan masih muncul, sehingga merek produk tidak bisa dianggap sebagai solusi permanen. Kendaraan yang terdampak mencakup model produksi tahun 2022 hingga 2025, seperti Ioniq 5, Ioniq 6, EV6, Genesis GV60, dan Electrified GV70 serta GV80.
Kerusakan pada ICCU menimbulkan konsekuensi signifikan, termasuk risiko keselamatan bagi pengemudi. Mode darurat yang muncul secara tiba-tiba bisa mengganggu kemampuan kendaraan beroperasi dalam kondisi normal. Selain itu, kebutuhan untuk menghentikan penggunaan mobil saat baterai 12 volt bermasalah memicu ketidaknyamanan bagi pengguna sehari-hari.
Perusahaan Hyundai Motor Company, Kia, dan Genesis Motor, serta pemasok komponen Hyundai Kefico, menjadi target gugatan ini. Para penggugat menuntut perbaikan lebih lanjut atau penggantian komponen ICCU yang lebih andal. Proses hukum ini kemungkinan besar akan mengambil waktu beberapa hari atau lebih untuk memproses permohonan pembatalan dari pihak tergugat.
Kelanjutan dan Tantangan Perusahaan
Dalam kasus class action, produsen biasanya dituntut untuk memberikan penjelasan detail terkait penyebab masalah dan langkah-langkah perbaikan yang akan diambil. Namun, sampai saat ini, Hyundai, Kia, serta Genesis belum memberikan tanggapan resmi terhadap gugatan yang telah diajukan. Hal ini memperkuat kecurigaan para pemilik kendaraan bahwa kegagalan ICCU merupakan masalah yang tidak sepenuhnya diselesaikan oleh produsen.
Para penggugat menekankan bahwa masalah ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengguna, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan. Kesalahan pada ICCU bisa menyebabkan kendaraan kehilangan kontrol saat pengisian, terutama di kondisi darurat. Dengan kegagalan berulang pada komponen yang sama, para pemilik menganggap bahwa tindakan recall sebelumnya tidak efektif.
Sejumlah teknisi menyatakan bahwa ICCU memiliki kompleksitas dalam pemasangan dan pengoperasian. Meskipun produsen telah mengganti komponen, proses pemeriksaan dan pengujian yang kurang mendalam dianggap sebagai penyebab utama masalah terus berlanjut. Kesalahan ini tidak hanya memengaruhi kualitas produk, tetapi juga reputasi merek di pasar global.
Dalam beberapa kasus, produsen kendaraan listrik dikritik karena mengabaikan keluhan pemilik setelah masa garansi berakhir. Meski beberapa tindakan perbaikan telah dilakukan, penggugat mengklaim bahwa kerusakan ICCU masih bisa muncul kembali. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan investigasi lebih lanjut serta perbaikan komponen yang memenuhi standar kualitas tertentu.
Keluhan terus mengalir, menunjukkan bahwa pengalaman pengguna belum membaik. Pemilik kendaraan menyatakan bahwa perbaikan yang dilakukan tidak mencakup penggantian ICCU secara lengkap, sehingga masalah yang terjadi tidak sepenuhnya diatasi. Hal ini mendorong gugatan yang lebih luas untuk menuntut keadilan dari produsen dan pemasok komponen.
