Aset Hotel Sultan Mulai Dipindahkan ke Gudang Senin Depan
Aset Hotel Sultan Mulai Dipindahkan ke Gudang – Aset Hotel Sultan, yang merupakan bagian dari pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno, akan dimulai dipindahkan ke gudang penyimpanan pada Senin, 22 Juni 2026. Proses ini adalah bagian dari upaya pemindahan seluruh aset bergerak milik PT Indobuildco yang sebelumnya dijadwalkan dimulai pada Sabtu, 20 Juni 2026, namun ditunda karena persiapan yang masih perlu diperbaiki. Pemindahan ini bertujuan untuk memastikan keamanan aset dan mempercepat proses identifikasi selama pemeriksaan oleh tim pengelola.
Persiapan Teknis Sebelum Pemindahan
Kuasa hukum dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK), Kharis Sucipto, menjelaskan bahwa pengemasan aset harus dilakukan secara hati-hati. “Karena ada beberapa hal teknis yang harus diperhatikan, seperti keterbatasan lift dan fasilitas transportasi lainnya, kami memutuskan untuk menunda pemindahan hingga Senin mendatang,” ujarnya kepada Tempo, Sabtu, 20 Juni 2026. Menurut Kharis, penundaan ini diperlukan agar tim dapat memastikan semua aset teridentifikasi dengan baik sebelum dipindahkan ke lokasi penyimpanan.
Detail Proses Pemindahan Aset
Pemindahan aset akan dilakukan secara bertahap, dengan sebagian besar barang dikemas dan disimpan di dua gudang yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Proses ini melibatkan tim khusus yang bekerja sama dengan manajemen PPKGBK. “Kami fokus pada pengemasan agar tidak ada aset yang terlewat atau rusak selama transportasi,” terang Hadi Sulistia, Direktur Umum PPKGBK. Dalam waktu ini, akses ke area hotel dibatasi untuk wartawan agar proses berjalan lancar dan aman.
Kericuhan di Hari Sebelum Pemindahan
Sebelum pemindahan aset berjalan, proses eksekusi Hotel Sultan sempat diwarnai oleh kericuhan. Massa yang menentang penjualan properti ini melempari aparat dengan batu kecil, sementara polisi mengambil langkah defensif dengan berlindung di balik mobil baja. Kericuhan ini terjadi pada Jumat, 19 Juni 2026, saat tim eksekusi melakukan pemeriksaan awal. Menurut Kepolisian Metropolitan Jakarta, pihaknya mengeluarkan water canon untuk mengendalikan situasi dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Kebijakan Polisi Terhadap Massa Rusuh
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa sebanyak 119 orang yang diduga terlibat dalam kericuhan telah ditangkap. “Kami masih menunggu keterangan dari mereka untuk memastikan peran masing-masing,” kata Budi. Selain itu, pihak kepolisian juga mengambil langkah pencegahan dengan memblokir akses ke area hotel dan mengamankan titik-titik rawan. Aset Hotel Sultan Mulai Dipindahkan menjadi sorotan utama bagi publik, terutama setelah terjadi kekacauan dalam proses eksekusi.
Dalam beberapa hari terakhir, ada peningkatan aktivitas massa yang menantikan hasil dari pemindahan aset. Mereka menganggap bahwa penjualan properti akan mengganggu nilai sejarah dan ekonomi kawasan sekitar. Meski ada kekacauan, PPKGBK tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proses secara profesional. Selain itu, tim juga mengantisipasi peningkatan jumlah pengunjuk rasa seiring berjalannya waktu, terutama jika tidak ada kejelasan dari pihak terkait.
“Aset Hotel Sultan Mulai Dipindahkan bukan hanya sekadar tindakan administratif, tetapi juga bentuk keputusan strategis untuk mengamankan aset dari risiko kerusakan selama proses eksekusi,” tulis sumber Tempo dalam laporan terkait.
Dengan selesainya pemindahan, diharapkan proses selanjutnya bisa berjalan lebih lancar. Aset Hotel Sultan Mulai Dipindahkan menjadi simbol keterlibatan pemerintah dalam pengelolaan properti publik. Dalam jangka panjang, hal ini juga diharapkan mampu mempercepat transaksi dan memberikan manfaat ekonomi bagi pemilik serta masyarakat sekitar.
