Metro

Keanu Angelo Klaim Sudah Cek Reputasi Hanania Group

Modus Baru Penipuan Jamaah Umrah Pengakuan Keanu Angelo tentang Kerja Sama dengan Hanania Group Keanu Angelo Klaim Sudah Cek Reputasi - Seorang selebritas

Desk Metro
Published Juni 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Modus Baru Penipuan Jamaah Umrah

Pengakuan Keanu Angelo tentang Kerja Sama dengan Hanania Group

Keanu Angelo Klaim Sudah Cek Reputasi – Seorang selebritas media sosial, Keanu Angelo, menceritakan awal kerja samanya dengan perusahaan layanan umrah Hanania Group. Ia menyatakan telah melakukan verifikasi terhadap reputasi perusahaan sebelum menerima tawaran kolaborasi. Menurutnya, Hanania Group memenuhi standar kelegalan dan memiliki akreditasi resmi dari Kementerian Agama, sehingga membuatnya yakin dalam memilih mitra tersebut.

“Saya sudah memeriksa, perusahaan itu memang secara resmi sudah terdaftar dan terakreditasi di bawah pengawasan Kementerian Agama,” kata Keanu kepada wartawan di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum, Markas Polda Metro Jaya, Senin, 8 Juni 2026.

Dalam penjelasannya, Keanu mengungkapkan bahwa Hanania Group menurutnya memiliki reputasi yang positif dan beroperasi dalam bidang layanan yang sesuai dengan aturan hukum. Ia memutuskan menerima tawaran kerja sama karena merasa tidak ada indikasi masalah pada waktu itu. “Dua tahun lalu, saya tidak merasa perlu menolak tawaran ini, karena segala sesuatu terlihat jelas dan transparan,” tambahnya.

Kasus Penipuan dan Pemeriksaan oleh Polda Metro Jaya

Keanu menjadi saksi dalam penyidikan kasus yang menyeret Hanania Group. Dalam proses itu, polisi mengungkap bahwa tawaran paket umrah yang disampaikan melalui media sosial, termasuk Instagram, menarik perhatian banyak calon jemaah. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp29 juta hingga Rp46 juta, dengan fasilitas yang menjanjikan, termasuk kunjungan ke beberapa negara selama perjalanan.

“Masih banyak jemaah yang memberikan testimoni positif, bahkan mengucapkan terima kasih karena dianggap direkomendasikan. Saya kaget ketika mengetahui perusahaan ini terlibat dugaan penipuan,” ujarnya.

Keanu juga menuturkan bahwa dirinya tidak pernah merasa ada kecurigaan terhadap Hanania Group sebelumnya. “Pada 2022, saat saya berangkat, tidak menemukan celah yang bisa menyebabkan kekecewaan bagi jemaah,” katanya. Ia berharap kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi influencer lain untuk tetap waspada, meski memilih mitra dengan reputasi baik. “Ini musibah bersama, yang menimpa korban dan figur publik yang terlibat,” terang Keanu.

Kebocoran Dana dan Dugaan Penipuan Perusahaan

Kasus penipuan ini bermula saat calon jemaah membayar uang muka pada Februari 2026 untuk keberangkatan yang direncanakan pada Maret, April, Juni, dan Juli tahun yang sama. Namun, ketika hari pelaksanaan tiba, para jemaah tidak diberangkatkan seperti yang dijanjikan. Korban pun meminta penjelasan ke manajemen Hanania Group, tetapi pihak perusahaan dinilai tidak mampu memberikan kepastian terkait penggunaan dana yang telah dikeluarkan.

“Saya tidak menemukan indikasi kecurangan pada saat itu, tetapi kejadian ini justru mengguncang saya,” kata Keanu.

Setelah tidak mendapatkan jawaban jelas, para korban melaporkan kasus ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada 28 Mei 2026. Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa dana jemaah digunakan untuk menutupi kebutuhan keuangan perusahaan serta kepentingan pribadi yang tidak terkait langsung dengan layanan umrah.

Hasil Penyidikan dan Tersangka Terbongkar

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap bahwa setidaknya 38 korban telah diperiksa, dengan kerugian terverifikasi mencapai Rp4,2 miliar. Jumlah kerugian yang dilaporkan oleh seluruh korban diperkirakan mencapai Rp12,145 miliar, melibatkan 128 orang. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti dokumen perjalanan, perlengkapan umrah, 301 visa, dan 102 bundel paspor.

“Berdasarkan laporan pada 28 Mei 2026, penyidik memulai investigasi terhadap dugaan tindak pidana penggelapan dana jemaah umrah,” tutur Komisaris Besar Iman Imanuddin, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Selasa, 2 Juni 2026.

Achmad Syah Farhan Rachman (ASFR) telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga menjadi otak di balik pengelolaan dana yang tidak transparan. Keanu menyatakan bahwa kejadian ini tidak hanya merugikan jemaah, tetapi juga mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan layanan umrah.

Menurut Keanu, Hanania Group memberikan penawaran yang menarik, termasuk fasilitas tambahan seperti wisata. Namun, kejadian terakhir menunjukkan bahwa proses transaksi tidak terlalu jelas. “Saya masih yakin bahwa perusahaan ini bisa menjadi pilihan yang baik, tetapi kejadian ini membuktikan bahwa tidak semua hal bisa diprediksi,” kata pria yang bernama asli Muhammad Miftahuda ini.

Penyidikan terus berlangsung, dengan pihak kepolisian mencari bukti tambahan untuk memperkuat kasus. Meski belum menyebutkan nama-nama influencer lain yang terlibat, penyidik menyatakan akan menggali lebih dalam terkait pola kerja sama dan promosi yang dilakukan Hanania Group. Keanu juga berharap pihak berwajib bisa menyelesaikan kasus ini secara adil, agar masyarakat tetap bisa mempercayai layanan umrah di masa depan.

Kasus ini menjadi contoh bagaimana tindakan penipuan bisa terjadi di bawah nama perusahaan yang terlihat sah. Meski Keanu sudah memastikan latar belakang Hanania Group, kejadian terakhir menunjukkan bahwa verifikasi awal tidak cukup untuk memastikan kebenaran seluruh transaksi. “Ini mengingatkan saya bahwa kita harus tetap hati-hati dalam memilih mitra, meski terlihat profesional,” pungkasnya.

Leave a Comment