Metro

Key Issue: Cerita Keanu Angelo soal Kerja Sama dengan Hanania Group

Keanu Angelo Bercerita tentang Pengalaman Kolaborasi dengan Hanania Group Key Issue - Keanu Angelo, seorang selebritas media sosial Instagram yang dikenal

Desk Metro
Published Juni 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Keanu Angelo Bercerita tentang Pengalaman Kolaborasi dengan Hanania Group

Key Issue – Keanu Angelo, seorang selebritas media sosial Instagram yang dikenal dengan nama panggungnya, Keanu Agl, mengungkapkan rasa terkejutnya setelah mengetahui adanya dugaan penipuan umrah yang dilakukan PT Khasanah Tamah Internasional atau Hanania Group. Ia mengaku terkejut dan sedih saat mengungkapkan kejadian tersebut kepada wartawan setelah diperiksa penyidik Polda Metro Jaya di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026. Pria bernama lengkap Muhammad Miftahuda ini menjelaskan bahwa ia terlibat dalam kerja sama dengan perusahaan itu melalui metode pertukaran.

Proses Kolaborasi dan Pengalaman Perjalanan

Dalam pertukaran tersebut, Keanu membagikan pengalaman pribadinya sebagai testimoni melalui Instagram Story selama masa perjalanan. Hanania Group, yang menawarkan paket umrah dengan harga mulai dari Rp29 juta hingga Rp46 juta, juga menyediakan fasilitas tambahan seperti wisata ke beberapa negara. Pria yang aktif dalam dunia digital ini menjelaskan bahwa ia memperoleh koneksi dengan perusahaan itu sebagai bagian dari kesepakatan bersama.

“Yang datang 4 ribu, 3 ribu orang, masih mencintai Hanania, masih percaya sama Hanania. Jadi aku juga lumayan syok, lumayan sulit dipercaya,” ujarnya.

Keanu menuturkan bahwa setelah menyelesaikan perjalanan, Hanania Group mengajaknya ke acara reuni besar yang dihadiri ribuan orang. Meski demikian, ia merasa prihatin terhadap para jemaah yang gagal berangkat karena penundaan jadwal. Menurutnya, kejadian ini membuatnya merasa sedih dan terkejut.

Peran Keanu dalam Promosi dan Dugaan Penipuan

Sebelum melaporkan kasus, Keanu menyatakan dukungan terhadap tindakan kepolisian yang mengusut penyebab penipuan tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa ini adalah kerja sama pertama dengan Hanania Group, sehingga ketika masalah muncul, ia merasa cukup terkejut. “Makanya kemudian begitu ini menjadi masalah, kami juga cukup syok,” tambah pengacara Keanu, Charles Situmorang.

Keanu mengungkap bahwa dugaan penipuan bermula dari promosi paket perjalanan yang dipasarkan melalui media sosial, termasuk Instagram, dengan harga bervariasi. Para calon jemaah membayar pada bulan Februari 2026 untuk keberangkatan yang direncanakan pada Maret, April, Juni, dan Juli 2026. Namun, ketika waktu keberangkatan tiba, para jemaah belum mendapatkan jadwal keberangkatan sesuai yang dijanjikan.

Korban dan Pencarian Penjelasan

Para korban, yang terdiri dari ratusan jemaah, meminta penjelasan kepada manajemen Hanania Group setelah menunggu tanpa hasil. Namun, pihak travel disebut tidak mampu memberikan kejelasan terkait penggunaan dana yang telah dibayarkan. Karena tidak menemukan kepastian, korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada 28 Mei 2026.

“Berdasarkan laporan polisi yang diterima pada 28 Mei 2026, Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana penggelapan dana jemaah umrah yang diduga dilakukan oleh Hanania Group,” tutur Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Iman Imanuddin, Selasa, 2 Juni 2026.

Hasil Penyelidikan dan Kerugian Korban

Dalam penyelidikan, polisi menemukan indikasi bahwa dana para jemaah digunakan untuk menutupi masalah keuangan perusahaan serta kepentingan pribadi di luar kebutuhan utama perjalanan. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa minimal 38 korban, dengan kerugian terverifikasi mencapai Rp4,2 miliar. Sementara jumlah kerugian yang dilaporkan oleh seluruh korban diperkirakan mencapai Rp12,145 miliar, dengan total 128 orang yang terdampak.

Persiapan dan Bukti yang Dikumpulkan

Pihak kepolisian telah menetapkan Achmad Syah Farhan Rachman atau ASFR sebagai tersangka dalam kasus ini. Selain itu, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti dokumen perjalanan, perlengkapan ibadah, 301 lembar visa jemaah, serta 102 bundel paspor yang digunakan para jemaah. Penyelidikan terus berjalan untuk memastikan semua aspek dugaan penipuan tersebut terungkap secara lengkap.

Keanu, yang awalnya berharap dapat memberikan kontribusi positif melalui kerja sama ini, kini menjadi bagian dari upaya mengungkap kejahatan yang terjadi. Ia menyatakan dukungan terhadap tindakan kepolisian dalam mengusut kasus tersebut. “Saya berharap agar jemaah sekalian bisa mendapatkan haknya kembali,” ujarnya.

Keanu menambahkan bahwa kejadian ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam penyelenggaraan umrah. Ia juga meminta agar para korban bisa mendapatkan kepastian dari pihak perusahaan. Dugaan penipuan ini kini menjadi sorotan publik, terutama setelah diperiksa oleh penyidik dan diumum

Leave a Comment