Metro

Polisi Selidiki Kasus Anak Dirundung hingga Tersetrum

Dirundung hingga Tersetrum Polisi Selidiki Kasus Anak Dirundung hingga - Kasus kekerasan terhadap anak yang menimpa seorang bocah di Kramat, Jakarta Pusat

Desk Metro
Published Juni 12, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Polisi Selidiki Kasus Anak Dirundung hingga Tersetrum

Polisi Selidiki Kasus Anak Dirundung hingga – Kasus kekerasan terhadap anak yang menimpa seorang bocah di Kramat, Jakarta Pusat, tengah menjadi perhatian petugas kepolisian. Personel Polres Metro Jakarta Pusat sedang melakukan penyelidikan terhadap kejadian yang diduga melibatkan perundungan hingga korban mengalami kecelakaan listrik. Insiden tersebut terjadi di bagian alat kelamin anak, sehingga menimbulkan dugaan tindakan kekerasan yang berpotensi menyebabkan cedera serius.

Laporan Diterima dari Orang Tua Korban

Kasat PPA Polres Jakarta Pusat, Komisaris Rita, mengungkapkan bahwa laporan dari orang tua korban telah diterima oleh pihak kepolisian pada Selasa, 9 Juni 2026. Menurut Rita, tim investigasi masih terus memeriksa bukti-bukti terkait kasus tersebut. “Orang tua korban sudah membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Pusat,” tulis Rita dalam pesan singkatnya, Kamis, 11 Juni 2026.

Sebelumnya, korban yang berinisial MWP sempat tidak sadarkan diri setelah mengalami kejadian kecelakaan listrik. Saat ini, kondisi anak tersebut telah membaik, meski masih mengalami trauma psikologis. Linda Reselin, nenek korban, mengatakan cucunya mengalami koma dan dirawat di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah tersengat listrik.

Kondisi Korban dan Pengakuan Nenek

Dalam wawancara dengan wartawan, Linda mengungkapkan bahwa cucunya kini sudah sadar, tetapi masih takut ketika bertemu orang. “Sekarang cucu saya sudah sadar, tapi dia masih takut kalau bertemu orang,” kata Linda, Rabu, 10 Juni 2026, seperti dikutip dari Antara. Menurut pernyataannya, perundungan terjadi di taman Kramat Pulo, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Insiden tersebut berlangsung pada Ahad, 7 Juni 2026. Dari rekaman CCTV, terlihat dua remaja yang membawa bocah tersebut ke tiang listrik. Bocah itu kemudian ditempelkan pada tiang, dan akibatnya mengalami kejang-kejang hingga pingsan. Tiang listrik yang berada di area taman tersebut ternyata mengalami kebocoran, sehingga menyebabkan korban terkena listrik dan kesetrum.

Linda menjelaskan bahwa dua remaja pelaku yang berinisial LNG dan RVN telah melakukan tindakan tersebut. “Cucu saya sempat diseret, dan dibawa ke tiang yang ternyata tiang tersebut ada aliran listriknya hingga menyebabkan cucu saya kesetrum,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa korban tidak hanya mengalami cedera fisik, tetapi juga trauma emosional yang berdampak pada psikologinya.

Kasus diinvestigasi dengan Lengkap

Kepolisian Jakarta Pusat mengatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan semua bukti untuk menentukan penyebab kejadian tersebut. Dalam proses penyelidikan, tim investigasi akan memeriksa kondisi lokasi, saksi, serta bukti rekaman video yang diperoleh dari CCTV. Pihak kepolisian juga berupaya mengidentifikasi keterlibatan dua remaja yang diduga melakukan tindakan tersebut.

Kasus ini dianggap sebagai bentuk kekerasan yang berat karena melibatkan anak-anak. Berdasarkan laporan yang diberikan oleh orang tua, perundungan terjadi setelah korban dihadiahi oleh dua remaja yang berada di lingkungan sekitar. MWP, anak yang menjadi korban, dilaporkan mengalami kondisi kritis hingga perlu dirawat di RSCM.

Dalam penjelasannya, Linda menyebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi di taman umum yang sering dikunjungi warga sekitar. Lokasi itu menjadi tempat yang dianggap aman, tetapi dalam kasus ini menjadi tempat terjadinya kekerasan. “Kecelakaan itu terjadi di taman yang biasa digunakan oleh anak-anak, tapi tiba-tiba menjadi tempat kejadian yang sangat mengerikan,” lanjut Linda.

Kondisi TIang Listrik dan Penyebab Kecelakaan

Sebelum kejadian, tiang listrik di taman Kramat Pulo tidak terlihat memiliki kebocoran. Namun, setelah diinvestigasi, petugas menemukan bahwa aliran listrik dari tiang tersebut tidak stabil, sehingga memungkinkan korban mengalami kejadian tersebut. Pihak kepolisian juga mengatakan bahwa kebocoran listrik bisa terjadi karena perawatan yang kurang baik atau kesalahan instalasi.

Kasat PPA menegaskan bahwa kasus ini akan diusut hingga tuntas. Dalam penyelidikan, pihak kepolisian juga akan memeriksa apakah ada sengaja atau kelalaian dari kedua remaja pelaku. “Kami masih memeriksa semua aspek, termasuk niat pelaku dan lingkungan sekitar,” kata Rita. Ia menambahkan bahwa dalam kasus ini, pihak kepolisian juga mempertimbangkan kemungkinan pelaku melanggar undang-undang perlindungan anak.

Pengembangan Kasus dan Harapan Masyarakat

Kasus ini memicu perhatian masyarakat sekitar, yang menginginkan keadilan bagi anak yang menjadi korban. Beberapa warga menilai bahwa tindakan remaja tersebut sangat berbahaya, karena menimbulkan risiko kecelakaan yang bisa mengancam nyawa. “Kita berharap tindakan tersebut bisa dihukum secara tegas, agar anak-anak lain tidak berani melakukan hal serupa,” ujar salah satu warga.

Pihak kepolisian juga berencana mengambil langkah-langkah preventif untuk menghindari terulangnya kasus serupa di masa depan. Dalam kesempatan itu, Rita menyebutkan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak lain untuk memperkuat investigasi. “Kami akan melibatkan berbagai lembaga untuk menjamin transparansi dan keadilan,” tutur Rita.

Seiring berjalannya waktu, kondisi MWP terus dipantau oleh dokter dan keluarga. Meski sudah sadar, korban masih membutuhkan dukungan psikologis untuk pulih. Linda berharap anaknya bisa segera kembali normal dan tidak mengalami trauma berkepanjangan. “Saya harap cucu saya bisa bermain lagi seperti dulu, dan tidak takut bertemu orang,” pungkas Linda.

Dalam perjalanan penyelidikan, pihak kepolisian juga berupaya memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam kejadian tersebut diberi sanksi yang layak. Selain itu, mereka juga akan memeriksa apakah ada faktor lingkungan atau sosial yang mendorong tindakan kekerasan ini. Dengan demikian, kasus MWP tidak hanya menjadi cerita individu, tetapi juga menjadi peringatan bagi masyarakat luas.

Leave a Comment