Skip to content
Nasional

LPDP Tambah Tujuan Universitas Luar Negeri di Tahap II 2026

Andi Permata - tempatdonasi.com 4 mins read

LPDP Perluas Tujuan Perguruan Tinggi Luar Negeri di Tahap II 2026 Key Discussion - Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang sains

LPDP Tambah Tujuan Universitas Luar Negeri di Tahap II 2026

LPDP Perluas Tujuan Perguruan Tinggi Luar Negeri di Tahap II 2026

Tempatdonasi.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melakukan perubahan strategi dalam seleksi beasiswa tahap kedua tahun 2026. Perubahan ini mencakup penambahan jumlah universitas luar negeri yang menjadi target utama, serta penyempurnaan syarat persyaratan untuk calon penerima beasiswa. Dwi Larso, Direktur Beasiswa LPDP, menjelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan untuk memastikan pemilihan institusi pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Peningkatan Jumlah Universitas Unggulan

Pada awalnya, LPDP hanya menetapkan 17 universitas luar negeri sebagai tujuan utama bagi semua program studi. Namun, dalam tahap kedua 2026, jumlah tersebut ditingkatkan menjadi 31 universitas. Perubahan ini mencerminkan upaya untuk mencakup lebih banyak institusi yang memiliki kredibilitas global dan kesesuaian kurikulum dengan tujuan pembelajaran Indonesia.

“Seluruh program studi masih mencakup 17 universitas, sementara 14 universitas tambahan diperuntukkan bagi program studi STEM,” ujar Dwi Larso saat memberikan keterangan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Peningkatan ini juga didasari oleh perubahan pemeringkatan internasional perguruan tinggi, seperti QS World University Rankings. Dwi Larso menegaskan bahwa LPDP secara aktif memperbarui daftar universitas berdasarkan kinerja akademik dan reputasi institusi di tingkat global.

Persyaratan Bahasa Inggris yang Diperketat

Selain penambahan tujuan universitas, LPDP juga mengubah persyaratan Bahasa Inggris bagi peserta afirmasi yang ingin melanjutkan studi di luar negeri. Dwi Larso mengatakan, peserta afirmasi kini harus mengajukan sertifikat kemampuan Bahasa Inggris dengan skor minimal 500 yang diterbitkan oleh lembaga pendidikan dalam negeri. Hal ini menggantikan keharusan menyertakan sertifikat TOEFL, PTE, IELTS, atau Duolingo.

“Ada 35 perguruan tinggi yang mampu mengeluarkan sertifikat Bahasa Inggris sesuai standar yang diinginkan,” tambah Dwi Larso di Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2026.

Perubahan ini bertujuan untuk memudahkan calon penerima beasiswa tanpa mengorbankan standar kualitas. Dwi Larso menjelaskan bahwa sertifikat dari institusi dalam negeri dianggap cukup valid karena mengacu pada sistem penilaian yang terbukti. Namun, syarat ini tidak berlaku untuk beberapa program khusus, seperti Beasiswa Dokter Spesialis/Subspesialis, Beasiswa Kerjasama Khusus, Beasiswa Kemitraan, dan Kerjasama Kementerian/Lembaga.

Alasan Fokus pada STEM

Peningkatan persentase beasiswa STEM menjadi 80% adalah bagian dari kebijakan LPDP untuk menangani tantangan persaingan global. Dwi Larso menekankan bahwa sektor STEM merupakan pilar penting dalam menggerakkan inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Dengan memprioritaskan program-program di bidang ini, LPDP berharap mampu mendukung penelitian dan pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan negara.

Keputusan ini juga disambut baik oleh sejumlah pakar pendidikan, yang menilai bahwa penekanan pada STEM dapat memperkuat kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam bidang sains dan teknologi. Namun, Dwi Larso mengingatkan bahwa kebijakan ini tidak mengabaikan program studi lain, melainkan memberikan penekanan tambahan di bidang yang paling dinamis.

Daftar Perguruan Tinggi Tujuan

Sebagai bagian dari penyesuaian kebijakan, berikut adalah daftar universitas luar negeri yang ditetapkan sebagai tujuan utama dalam tahap kedua 2026:

1. Harvard University, Amerika Serikat

2. Stanford University, Amerika Serikat

3. Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat

4. California Institute of Technology (Caltech), Amerika Serikat

5. University of California, Berkeley (UCB), Amerika Serikat

6. Princeton University, Amerika Serikat

7. Cornell University, Amerika Serikat

8. Johns Hopkins University, Amerika Serikat

9. Babson College, Amerika Serikat

10. Tsinghua University, R.R. Tiongkok, Asia

11. The University of Tokyo, Jepang, Asia

12. Université PSL, Prancis, Eropa

13. Technical University of Munich (TUM), Jerman, Eropa

14. University of Cambridge, Inggris, Eropa

15. University of Oxford, Inggris, Eropa

16. Imperial College London, Inggris, Eropa

17. London School of Economics (LSE), Inggris, Eropa

18. University of Toronto, Kanada, Amerika

19. Yale University, Amerika Serikat, Amerika

20. University of Chicago, Amerika Serikat, Amerika

21. University of Pennsylvania, Amerika Serikat, Amerika

22. Columbia University, Amerika Serikat, Amerika

23. University of California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat, Amerika

24. University of Michigan, Ann Arbor, Amerika Serikat, Amerika

25. Peking University, R.R. Tiongkok, Asia

26. The University of Hong Kong, Hong Kong SAR, Asia

27. National University of Singapore (NUS), Singapura, Asia

28. Nanyang Technological University (NTU), Singapura, Asia

29. Paris-Saclay University, Prancis, Eropa

30. ETH Zurich, Swiss, Eropa

31. Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), Swiss, Eropa

Kebijakan Baru dan Dampaknya

Perubahan dalam persyaratan Bahasa Inggris berdampak signifikan terhadap proses seleksi. Dwi Larso menegaskan bahwa kebijakan ini memberikan fleksibilitas lebih besar kepada peserta afirmasi, sekaligus mengurangi beban administratif dalam pengajuan berkas. Namun, syarat ini hanya berlaku untuk peserta umum, sementara program khusus seperti Beasiswa Doktor tetap mengikuti standar internasional yang berlaku.

Dwi Larso juga menyebutkan bahwa kebijakan ini dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan dana beasiswa. Dengan memperketat syarat Bahasa Inggris, LPDP berharap memastikan calon penerima beasiswa benar-benar siap menghadapi lingkungan akademik global. Selain itu, kebijakan ini juga menyesuaikan dengan tren pendidikan internasional yang semakin menekankan kemampuan berbahasa.

Langkah Strategis untuk Keberlanjutan Pendidikan

Peningkatan jumlah universitas tujuan dan penyesuaian persyaratan Bahasa Inggris menunjukkan komitmen LPDP dalam membangun sistem beasiswa yang lebih

Join the discussion