Profil Ponpes Tambakberas yang Bakal Jadi Lokasi Muktamar NU
ar NU ke-35 Key Discussion - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama telah resmi mengumumkan bahwa Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang, Jawa Timur, akan menjadi

Key Discussion: Ponpes Tambakberas Jadi Lokasi Muktamar NU ke-35
Tempatdonasi.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama telah resmi mengumumkan bahwa Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang, Jawa Timur, akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Muktamar NU ke-35. Pengumuman ini diresmikan melalui rapat gabungan antara Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU yang berlangsung pada hari Selasa, tanggal 7 Juli 2026. Keputusan ini menjadi sorotan utama dalam Key Discussion terkini mengenai penentuan lokasi acara terbesar organisasi Islam di Indonesia.
Menurut Ahmad Tajul Mafakhir, Katib Syuriyah PBNU, keputusan ini tidak diambil secara sembarangan. Terdapat beberapa faktor penting yang menjadi pertimbangan, mulai dari aspek historis, strategis, hingga kesiapan teknis fasilitas. Saat dihubungi pada Rabu, 8 Juli 2026, ia menjelaskan bahwa Tambakberas memiliki kedudukan istimewa dalam perjalanan sejarah organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Dalam Key Discussion ini, aspek historis menjadi salah satu pertimbangan utama.
“Secara historis, Tambakberas merupakan salah satu titik episentrum sejarah NU,” ujarnya.
Muktamar: Forum Tertinggi Organisasi Islam Terbesar
Muktamar merupakan wadah permusyawaratan tertinggi bagi Nahdlatul Ulama yang rutin diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Acara ini menjadi momen krusial bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan yang sedang berjalan. Selain itu, forum ini juga berfungsi sebagai tempat menyusun arah kebijakan dan program organisasi ke depan. Key Discussion tentang muktamar ini telah berlangsung selama dua bulan terakhir.
Dalam setiap penyelenggaraan muktamar, seluruh pengurus dan perwakilan nahdliyin dari tingkat cabang hingga pusat akan berkumpul bersama. Mereka akan membahas berbagai isu penting dan memilih kepengurusan baru, termasuk posisi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Setelah melalui berbagai dinamika terkait penentuan lokasi dan jadwal selama dua bulan terakhir, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akhirnya menetapkan Muktamar ke-35 akan digelar pada 27-30 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Key Discussion ini menghasilkan kesepakatan final untuk penyelenggaraan acara.
Sejarah Panjang Pondok Pesantren Bahrul Ulum
Pondok Pesantren Bahrul Ulum termasuk salah satu pesantren tertua di Jawa Timur. Terletak di Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kabupaten Jombang, pesantren ini memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak tahun 1825. Saat ini, pesantren tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Pengasuh, Moh Hasib Wahab Chasbullah, yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Hasib. Key Discussion mengenai sejarah pesantren ini menunjukkan betapa pentingnya Tambakberas bagi NU.
Gus Hasib merupakan keturunan ketiga dari Abdul Wahab Chasbullah. Tokoh ini merupakan salah satu perintis pendirian pesantren Tambakberas dan juga menjadi pendiri Nahdlatul Ulama bersama KH Hasyim Asy’ari serta sejumlah ulama lainnya pada 31 Januari 1926.
Berdasarkan penelitian Mokhamad Abdul Aziz tahun 2014, awalnya Pesantren Tambakberas menerapkan metode pembelajaran tradisional sebagai pesantren salafiyah. Transformasi besar terjadi pada tahun 1966 ketika pesantren ini mengembangkan sistem pendidikan madrasah. Perubahan ini sejalan dengan pembentukan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
Struktur Kepemimpinan dan Lembaga Pendidikan
Kini, yayasan tersebut menaungi sedikitnya 18 lembaga pendidikan. Cakupan pendidikannya sangat luas, mulai dari pendidikan anak usia dini, madrasah ibtidaiyah, sekolah menengah pertama dan atas, sekolah menengah kejuruan, hingga perguruan tinggi. Beberapa institusi pendidikan tinggi yang dikelola antara lain Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha), Institut Agama Islam Bahrul Ulum (IAIBAFA), dan STIKES Bahrul Ulum.
Pengelolaan pesantren saat ini terbagi dalam dua struktur kepemimpinan yang jelas. Otoritas keagamaan berada di tangan Majelis Pengasuh yang dipimpin KH Moh. Hasib Wahab Chasbullah atau Gus Hasib. Sementara itu, pengelolaan administrasi, kelembagaan, dan pengembangan pendidikan berada di bawah Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang dipimpin Ketua Umum KH Abdurrozaq Sholeh. Key Discussion tentang struktur ini menunjukkan kesiapan Tambakberas sebagai lokasi muktamar.
Santri dan Tokoh Nasional
Setiap tahunnya, ribuan santri dari berbagai daerah di Indonesia menempuh pendidikan di pesantren ini. Selain itu, pesantren ini juga dikenal banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional. Salah satu tokoh ternama yang pernah belajar di sini adalah Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia tercatat pernah menimba ilmu di pesantren ini pada periode 1959-1963 sebelum melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta.
Secara historis, Tambakberas bukan nama baru dalam penyelenggaraan muktamar. Pada Muktamar ke-33 NU di Jombang pada tahun 2015 lalu, kompleks pesantren ini menjadi salah satu lokasi sidang komisi bersama Pesantren Tebuireng, Darul Ulum Peterongan, dan Mamba’ul Ma’arif Denanyar. Pengalaman tersebut belakangan menjadi salah satu pertimbangan PBNU ketika kembali memilih pondok pesantren ini sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 pada 27-30 Agustus 2026. Key Discussion ini mengonfirmasi bahwa Tambakberas layak menjadi tuan rumah acara bersejarah tersebut.
