Skip to content
Nasional

UI Perkuat Komitmen Keberlanjutan di THE Global Sustainable Development Congress 2026

Joko Purnama - tempatdonasi.com 4 mins read

UI Perkuat Komitmen Keberlanjutan di THE Global Sustainable Development Congress 2026 Key Discussion - Universitas Indonesia (UI) menghadiri THE Global

UI Perkuat Komitmen Keberlanjutan di THE Global Sustainable Development Congress 2026

UI Perkuat Komitmen Keberlanjutan di THE Global Sustainable Development Congress 2026

Tempatdonasi.com – Universitas Indonesia (UI) menghadiri THE Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, selama 22–25 Juni 2026. Acara yang menjadi panggung bagi berbagai pemangku kepentingan internasional ini mengundang institusi pendidikan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta untuk berdiskusi tentang langkah-langkah mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). UI memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan perannya dalam mempromosikan inisiatif keberlanjutan dan kolaborasi global.

Keterlibatan UI dalam GSDC 2026

Kehadiran UI di GSDC 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan internasional dan membangun kesepahaman dengan mitra strategis. Selama acara, universitas menghadirkan booth pameran yang menampilkan program-program keberlanjutan, inovasi hijau dari sivitas akademika, serta peluang kerja sama lintas sektor. Selain itu, UI secara aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi, memberikan kontribusi terhadap topik-topik terkini dalam pembangunan berkelanjutan.

Wakil Rektor UI: Strategi Kota Cerdas Berkelanjutan

Salah satu pembicara utama dari UI adalah Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya, Ahmad Gamal. Ia tampil dalam sesi “Smart Cities for a Sustainable Tomorrow” pada Selasa, 23 Juni 2026, yang menjadi platform untuk menggali solusi integratif dalam pengelolaan kota. Gamal menjelaskan bagaimana teknologi canggih, seperti kecerdasan buatan dan data real-time, dapat menjadi alat untuk memperkuat tata kelola perkotaan, meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap risiko iklim, serta menciptakan ekosistem kota cerdas yang inklusif.

“Pengalaman Indonesia dan negara-negara Global South menunjukkan bahwa tantangan perkotaan seperti banjir, ketimpangan ruang, dan degradasi lingkungan sering kali tidak berasal dari kurangnya data, tetapi dari cara data tersebut dikelola dan diterapkan dalam kebijakan nyata,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Gamal menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pembangunan kota. Ia menyatakan bahwa keberhasilan kota cerdas tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan menyelaraskan inovasi dengan prinsip keberlanjutan dan keadilan sosial. Ini menjadi pemahaman baru dalam memandang konsep smart city, yang sebelumnya lebih fokus pada pengumpulan data.

Transformasi Paradigma dalam Pengelolaan Kota

Presentasi Gamal yang berjudul “From Smart Technologies to Smart Urban Management: Lessons from Indonesia and the Global South” mengupas pergeseran paradigma dari penekanan teknologi ke manajemen transformasi perkotaan secara menyeluruh. Menurutnya, kota-kota maju di masa depan harus mampu mengubah data menjadi keputusan strategis, sehingga menghasilkan lingkungan yang tangguh, adil, dan ramah lingkungan.

Di sisi lain, booth UI menjadi ruang interaktif untuk menjelaskan inovasi lokal dan global. Dalam acara tersebut, universitas menyoroti berbagai program yang dapat dikembangkan bersama mitra internasional, termasuk pendekatan berbasis data untuk pengelolaan sumber daya alam dan mitigasi perubahan iklim.

Lima Aspek Utama Pembangunan Kota Cerdas

Gamal mengungkapkan lima aspek utama dalam pengembangan kota cerdas: pertama, tata kelola ruang berbasis data yang mampu mengoptimalkan penggunaan lahan; kedua, pengelolaan pertumbuhan perkotaan dengan perencanaan yang berkelanjutan; ketiga, pengukuran keberhasilan melalui indikator keberlanjutan yang objektif; keempat, penguatan ketahanan kota terhadap bencana iklim; dan kelima, pengurangan kesenjangan sosial agar manfaat pembangunan bisa merata.

Menurut Gamal, evolusi konsep smart city menunjukkan pergeseran dari sekadar mengumpulkan data menjadi menerapkan data dalam perencanaan yang terpadu. Kota cerdas ideal bukan hanya yang memiliki teknologi paling mutakhir, tetapi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan ekosistem yang resilien, inklusif, dan berkelanjutan.

Komitmen UI untuk Masa Depan Global

Kehadiran UI di GSDC 2026 bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi momentum penting untuk memperkuat komitmen universitas dalam menghadapi tantangan global. Dengan mengikutsertakan berbagai bidang seperti riset, pendidikan, dan pengelolaan sumber daya, UI menunjukkan perannya sebagai pilar utama dalam pembangunan berkelanjutan.

Acara ini juga memberikan ruang bagi UI untuk bertukar pengalaman dengan institusi internasional, mempelajari praktik terbaik dari berbagai negara, dan mengembangkan strategi kolaborasi. Melalui partisipasinya, universitas mengharapkan adanya sinergi yang dapat mendorong inovasi dan penerapan solusi yang efektif untuk keberlanjutan.

SDGs sebagai Panduan Global

THE GSDC 2026 menghadirkan berbagai diskusi tentang SDGs, yang menjadi kerangka acuan untuk pembangunan global. UI menegaskan bahwa partisipasinya dalam forum ini sejalan dengan visi untuk menciptakan perubahan positif di tingkat lokal maupun internasional. Ia memandang SDGs sebagai alat untuk mempercepat solusi terhadap isu-isu lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Acara tersebut juga memberikan wawasan tentang pentingnya partisipasi aktif lembaga pendidikan tinggi dalam mencapai tujuan-tujuan global. Dengan memperkenalkan inovasi hijau dan program-program yang relevan, UI mengharapkan kolaborasi yang bisa mendorong transisi ke model pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Dukungan untuk Ekosistem Kota yang Berkelanjutan

Kehadiran UI di GSDC 2026 memperlihatkan upaya untuk menyelaraskan kebijakan lokal dengan kebutuhan global. Sesi-sesi yang dihadiri oleh para pembicara serta partisipasi aktif UI mencerminkan tekad untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan, terutama dalam membangun ekosistem kota yang mampu menghadapi tantangan di masa depan.

Dengan menampilkan berbagai inisiatif keberlanjutan, UI menegaskan bahwa keterlibatan lembaga pendidikan tinggi dalam isu lingkungan dan sosial adalah kunci untuk mencapai SDGs. Acara ini menjadi kesempatan bagi UI untuk memperluas wawasan dan membangun jaringan yang bisa berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola kota yang lebih baik.

Dokumentasi keikutsertaan UI dalam GSDC 2026 menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjadi mitra utama dalam upaya pembangunan berkelanjutan. Melalui kehadiran di berbagai sesi

Join the discussion