Skip to content
Nasional

Prabowo Sebut Dengarkan Usulan Masyarakat Lewat TikTok

Sinta Kurniawan - tempatdonasi.com 4 mins read

Prabowo Sebut Dengarkan Usulan Masyarakat Lewat TikTok Key Issue - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa ia secara aktif menerima masukan dari

Prabowo Sebut Dengarkan Usulan Masyarakat Lewat TikTok

Prabowo Sebut Dengarkan Usulan Masyarakat Lewat TikTok

Tempatdonasi.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa ia secara aktif menerima masukan dari masyarakat melalui platform media sosial. Dalam pidatonya pada penutupan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri di Jakarta Convention Center, Ahad, 28 Juni 2026, ia menyatakan bahwa usulan-usulan yang masuk dari berbagai lapisan, termasuk warga desa, menjadi bahan pertimbangan pemerintahan. Menurutnya, TikTok dan media sosial lainnya telah menjadi jembatan efektif untuk menghubungkan aspirasi rakyat dengan kebijakan negara.

Konvensi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) yang dihadiri Prabowo berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Ahad, 26-28 Juni 2026. Acara ini menarik partisipasi ribuan akademisi, termasuk rektor, dekan, dan para guru besar. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan peran teknologi dalam mempercepat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo menyampaikan bahwa ia menerima banyak usulan dan pertanyaan dari para peserta konvensi. “Usulan dan pertanyaan yang disampaikan cukup banyak, saya akan memproses satu per satu,” ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen beliau untuk memperhatikan masukan yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk akademisi.

Prabowo mengatakan, “Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok, saya segera tindak lanjuti.” Pernyataan ini menyoroti bagaimana media sosial modern, seperti TikTok, menjadi alat penting dalam menyampaikan suara rakyat, terutama dari daerah-daerah yang mungkin tidak mudah terjangkau oleh jalur konvensional.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyebutkan bahwa teknologi berperan besar dalam membantu presiden mengakses isu-isu yang ada di tengah masyarakat. “Perkembangan teknologi memungkinkan saya memahami kesulitan rakyat secara cepat,” imbuhnya. Ia mencontohkan kasus di sebuah desa di Kabupaten Nias, Sumatera Utara, yang masalahnya bisa langsung sampai ke tingkat pemerintahan dan segera ditangani.

Pada hari pembukaan KSTI 2026, Jumat lalu, Prabowo memberikan materi pembelajaran selama hampir lima jam kepada para dosen. Di hari terakhir acara, Ahad, 28 Juni 2026, ia kembali menyampaikan pidato berdurasi hampir empat jam. Kedua sesi ini menggambarkan komitmen beliau untuk berkomunikasi langsung dengan seluruh lapisan masyarakat, baik melalui platform digital maupun pertemuan langsung.

Forum bertajuk “Sarasehan Kebangsaan” yang dihadiri Prabowo merupakan bagian dari Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dan merupakan inisiatif presiden pertama kali yang diadakan di Institut Teknologi Bandung pada Agustus 2025. KSTI bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara pihak akademik dan pemerintah dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi.

Prabowo juga menekankan bahwa partisipasi masyarakat tidak terbatas pada media tradisional. “Masukan dari siapapun, termasuk warga desa, bisa menjadi bahan referensi untuk kebijakan nasional,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa beliau berupaya menciptakan ruang dialog yang lebih inklusif dan terbuka, terlepas dari latar belakang atau status sosial peserta.

Dalam konteks KSTI 2026, Prabowo mengakui bahwa media sosial memainkan peran strategis dalam menyampaikan aspirasi. “TikTok, misalnya, menjadi jalan bagi warga desa untuk menyampaikan masalah mereka kepada saya,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa usulan yang masuk melalui platform tersebut seringkali membawa masukan yang jauh lebih detail dibandingkan jalur komunikasi biasa.

Keberhasilan KSTI dalam menarik perhatian ribuan dosen menggambarkan betapa pentingnya kerja sama antara akademisi dan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang relevan. Prabowo menyoroti bahwa konvensi ini bukan hanya tentang pertukaran ide, tetapi juga tentang praktik nyata dalam menindaklanjuti usulan dari masyarakat.

Mengingat tantangan yang dihadapi oleh masyarakat desa, Prabowo menilai bahwa media sosial seperti TikTok sangat berperan dalam mempercepat respon pemerintah. “Kesulitan di suatu desa, seperti yang saya dengar di Nias, bisa langsung sampai ke pucuk pemerintahan dan segera diperbaiki,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa pemerintah harus bersikap responsif terhadap masukan yang diberikan, baik secara langsung maupun melalui kanal digital.

Menurut Prabowo, KSTI bertujuan untuk membangun jembatan antara akademisi dan pemimpin negara. “Dengan adanya konvensi ini, kami bisa mendengar masukan yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk dari lapisan masyarakat yang mungkin tidak terwakili dalam dialog politik biasa,” katanya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa KSTI tidak hanya sebatas acara ilmiah, tetapi juga menjadi forum untuk menyatukan peran pemerintah dan akademisi dalam menghadapi isu sosial.

Pembukaan dan penutupan KSTI 2026 menarik perhatian sekitar 2.600 dosen. Prabowo menyatakan bahwa ia berharap konvensi ini dapat menjadi platform untuk mempercepat transformasi kebijakan. “Dengan teknologi, masalah yang dulu butuh waktu lama untuk diungkapkan kini bisa diakses secara langsung oleh pemerintah,” tuturnya. Ini menunjukkan bagaimana Prabowo menggabungkan keberadaan teknologi digital dengan komitmen untuk menjawab keluhan masyarakat.

Join the discussion