Saling Sentil PSI-PKB Soal Usul Prabowo-Gibran Dua Periode
Saling Sentil PSI-PKB Soal Usul Prabowo-Gibran Dua Periode Reaksi Ketua PSI terhadap Kritik PKB Key Strategy - Ketua Bidang Politik Dewan Pimpinan Pusat

Saling Sentil PSI-PKB Soal Usul Prabowo-Gibran Dua Periode
Reaksi Ketua PSI terhadap Kritik PKB
Tempatdonasi.com – Ketua Bidang Politik Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, memberikan respons tajam terhadap pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, yang menilai usulan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode terlalu dini. Jazilul menyebut wacana itu sebagai “kemajon,” atau langkah yang terlalu maju sebelum waktu yang tepat. Respons Bestari menggambarkan ketegangan antara dua partai yang selama ini memiliki hubungan dinamis.
“Fokus apa? Keminter kowe (sok pintar kamu) Jil. Wong kita paham kok. Mereka yang enggak kepengin Pak Prabowo-Gibran menang kan. Iya dong? Kalau kita memang dari awal mengawal ya kan kemenangan sampai dengan sekarang ini,” ujar Bestari kepada Tempo, Selasa, 23 Juni 2026.
Bestari menegaskan bahwa PSI sejak lama mendukung pasangan Prabowo-Gibran, bahkan sebelum Pilpres 2024 berlangsung. Ia menilai langkah tersebut wajar karena kemenangan pasangan itu telah membawa berbagai kebijakan yang belum tercapai di periode pertama. “Sangat alami jika PSI kembali mengawal mereka untuk Pilpres 2029 nanti. Mereka berhak menuntaskan janji kampanye dan program kerja yang telah dijanjikan,” jelasnya.
Bestari juga mengungkapkan bahwa mantan Presiden Joko Widodo sendiri yang mendorong PSI untuk tetap berperan dalam mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode. Menurutnya, isu dua periode bukanlah keputusan yang terburu-buru, melainkan strategi untuk memastikan keberlanjutan program yang diharapkan rakyat.
“Why not? Ya kalau dia (PKB) kan enggak mungkin mau sampai dua periode. Iya kan? Karena dari awalnya juga kan memang tidak mendukung dan tidak berharap Pak Prabowo menang. Ojo keminter Gus Jazil,” tambah Bestari.
Kritik Jazilul Fawaid yang terlebih dahulu muncul di Kompleks DPR RI, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026, menjadi pemicu respons Bestari. Jazilul menganggap pernyataan Joko Widodo yang mendorong Prabowo-Gibran langsung melangkah ke periode kedua sebagai bagian dari “kemajon.” Menurutnya, saat ini fokus PKB adalah memastikan keberhasilan pemerintahan Prabowo yang baru saja dimulai.
Dalam wawancara dengan Tempo, Jazilul mempertanyakan urgensi usulan dua periode. Ia mengatakan bahwa isu tersebut muncul tanpa dasar yang jelas dan bisa memicu kebingungan bagi publik. “Karena apa? Publik itu menginginkan hari ini apa yang menjadi program hari ini tercapai, targetnya,” ujarnya.
Jazilul menekankan bahwa masyarakat lebih menginginkan pemerintah fokus pada penyejahteraan rakyat dan kemajuan ekonomi daripada beralih ke periode kedua terlalu cepat. Ia berargumen bahwa keberhasilan pemerintahan saat ini adalah prioritas utama, sementara isu dua periode bisa mengalihkan perhatian dari program-program nyata.
“Pemerintah juga bisa menyuguhkan kesejahteraan, kemajuan ekonomi untuk rakyat. Saya pikir itu yang menjadi prioritas,” pungkas Jazilul.
Respons Bestari dan Jazilul ini mencerminkan perbedaan strategi antara PSI dan PKB. Meski keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memperkuat pemerintahan Prabowo-Gibran, pendekatan mereka berbeda. Bestari mengkritik PKB karena sejak awal tidak memperjuangkan kemenangan pasangan tersebut, sementara Jazilul menyoroti perlunya fokus pada hasil nyata di periode pertama.
Dalam konteks politik, usulan dua periode dinilai sebagai manuver strategis untuk memastikan keberlanjutan kebijakan yang diharapkan. Namun, PKB berargumen bahwa ini bisa mengurangi kredibilitas pemerintahan jika tidak disertai realisasi target yang jelas. Interaksi ini menjadi bagian dari dinamika politik di tengah persaingan Pilpres 2024 yang semakin memanas.
Berikutnya, Bestari menyebutkan bahwa PSI tidak hanya mendukung Prabowo-Gibran secara politik, tetapi juga secara ideologis. Partai ini berharap untuk melanjutkan kerja sama dengan duet tersebut guna mempercepat reformasi yang diinginkan rakyat. Sementara itu, Jazilul menekankan bahwa PKB masih bersikap konservatif dalam menilai kebijakan yang diusulkan.
Kedua tokoh ini membawa perbedaan pendapat yang mencerminkan peran partai dalam mengawal kebijakan nasional. Bestari menganggap bahwa isu dua periode tidak hanya wajar, tetapi juga diperlukan untuk memenuhi harapan publik terhadap penyelesaian agenda politik. Sementara Jazilul lebih mementingkan agar pemerintahan saat ini diberi ruang untuk mengembangkan programnya tanpa tekanan berlebihan.
Dalam perjalanan politik Indonesia, pertukaran argumen seperti ini sering terjadi antara partai-partai yang memiliki target berbeda. Meski demikian, keduanya sepakat bahwa kemenangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024 adalah langkah penting untuk menuju perubahan yang diinginkan.
Pilihan Editor: Manuver Dasco di Tengah Tekanan Ekonomi
Editor menilai bahwa perdebatan antara PSI dan PKB bukan hanya sekadar pertukaran pandangan politik, tetapi juga mencerminkan manuver strategis yang dilakukan oleh tokoh-tokoh partai untuk memperkuat posisi mereka di tengah tekanan ekonomi yang semakin kritis. Dengan usulan dua periode, Prabowo-Gibran diharapkan bisa mempercepat proses reformasi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
