Skip to content
Nasional

Kota Padang Kebut Pembangunan Huntap, 39 dari 523 Unit Ditargetkan Rampung dan Diserahkan Akhir Juli 2026

Tegar Ananda - tempatdonasi.com 4 mins read

Kawasan Bumi Perkemahan Pramuka di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang kini berubah wajah. Bata putih yang tersusun rapi membentuk

Kota Padang Kebut Pembangunan Huntap, 39 dari 523 Unit Ditargetkan Rampung dan Diserahkan Akhir Juli 2026

Percepatan Pembangunan Hunian Tetap di Padang: 39 Unit Pertama Ditargetkan Selesai Juli 2026

Tempatdonasi.com – Kawasan Bumi Perkemahan Pramuka di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang kini berubah wajah. Bata putih yang tersusun rapi membentuk barisan hunian tetap atau huntap bagi masyarakat yang terdampak bencana. Sebelumnya, lahan ini berfungsi sebagai tempat perkemahan, namun kini Pemerintah Kota Padang bersama mitra-mitra pembangunan mulai merealisasikan program relokasi warga yang selama ini menempati hunian sementara.

Kunjungan Koordinasi Media dan Satgas

Pada Senin, 20 Juli 2026, progres pembangunan huntap di kawasan tersebut ditinjau langsung oleh sejumlah pejabat penting. Koordinator Media Posko Nasional Satgas PRR Kastorius Sinaga hadir bersama Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Horas Maurits Panjaitan. Tidak ketinggalan, Direktur Fasilitasi Transfer dan Pembiayaan Utang Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah, Fernando Manurung, juga mengikuti peninjauan ini.

Tim peninjau didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa. Hadir pula Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Tri Hadiyanto, serta Kepala Pelaksana BPBD, Hendri Zulviton. Perwakilan Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, dan perwakilan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia juga mendampingi kegiatan tersebut.

Detail Lokasi dan Kapasitas Hunian

Kawasan Balai Gadang menjadi salah satu pusat pembangunan huntap untuk warga terdampak banjir bandang dan galodo. Dari total kebutuhan 523 unit, sebanyak 340 unit dibangun di lokasi ini. Sementara itu, sisanya akan dibangun di kawasan Sungkai yang terletak di Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh. Lahan di Sungkai seluas sekitar 4,6 hektare telah dibebaskan oleh Pemerintah Kota Padang untuk keperluan pembangunan.

Setiap unit hunian memiliki tipe 36 dengan ukuran 6 kali 6 meter. Desainnya dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi. Di bagian pekarangan juga disediakan ruang tambahan yang dapat dimanfaatkan penghuni untuk menanam berbagai kebutuhan rumah tangga.

Pembangunan Hunian Tetap di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Senin, 20 Juli 2026. Dok. Pemkot Padang

Jadwal dan Target Pembangunan Bertahap

Pembangunan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas dan ketepatan waktu. Tahap pertama menargetkan penyelesaian 39 unit pada akhir Juli 2026. Tahap kedua mencakup 42 unit yang saat ini masih dalam proses konstruksi. Pembangunan unit-unit lainnya akan terus dilanjutkan hingga seluruh kebutuhan terpenuhi.

Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan seluruh pembangunan fisik selesai pada akhir tahun ini. Dengan demikian, warga yang masih tinggal di hunian sementara dapat mulai direlokasi pada awal tahun 2027.

“Target kami pada akhir tahun. Kalau bisa awal tahun depan seluruh warga yang masih berada di huntara sudah selesai direlokasi ke sini. Tahap pertama 39 unit selesai bulan ini, tahap kedua 42 unit, dan sisanya terus kita usahakan secepatnya,” ujar Raju Minropa.

Kolaborasi dengan Mitra Pembangunan

Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Prasetya Salim, menjelaskan bahwa pembangunan huntap memanfaatkan material lokal berupa Sepablock. Material ini merupakan Semen Padang Bata Interlock yang diproduksi oleh PT Semen Padang. Pemilihan material tersebut didasarkan pada sistem saling mengunci yang dinilai lebih efisien dalam proses pembangunan. Selain itu, material ini juga mendukung konstruksi rumah yang lebih tangguh terhadap bencana.

“Kami juga bekerja sama dengan PT Semen Padang untuk penyediaan bahan material,” kata Salim.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa proses verifikasi kebutuhan huntap telah selesai dilakukan. Hasil pendataan menunjukkan sebanyak 523 keluarga memerlukan hunian tetap. Pembangunannya dilakukan melalui beberapa skema berbeda. Sekitar 240 unit dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, sebanyak 183 unit akan dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, sedangkan sisanya didukung oleh BNPB.

Saat ini, sebanyak 85 unit yang dikerjakan Yayasan Buddha Tzu Chi telah memasuki tahap konstruksi. Pembangunan 183 unit oleh Kementerian PKP di kawasan Lambung Bukik dijadwalkan mulai berlangsung pada Agustus 2026.

Progres Nasional dan Harapan Warga

Secara keseluruhan di Sumatera Barat, percepatan pembangunan huntap masih terus didorong. Hingga 17 Juli 2026, dari target 2.824 unit huntap, sebanyak 71 unit masih dalam proses pembangunan dan 22 unit telah selesai. Salim menyatakan bahwa unit yang telah rampung akan diserahkan kepada Pemkot Padang pada akhir Juli. Setelah itu, baru proses penyerahan kunci dari pemkot kepada warga.

Meskipun pembangunan huntap mulai menunjukkan progres positif, sebagian warga yang masih tinggal di hunian sementara berharap kepastian relokasi segera disampaikan. Tempo mewawancarai sejumlah warga yang masih bermukim di Huntara Kapalo Koto. Ipit, salah seorang penghuni, mengatakan hingga kini warga belum memperoleh informasi resmi mengenai lokasi penempatan maupun jadwal perpindahan ke hunian tetap.

“Awalnya kami hanya diberi tahu paling lama setahun tingg

Join the discussion