Skip to content
Nasional

KKP dan WRI Indonesia Kenalkan Teknologi Ocean Calculator

Sinta Kurniawan - tempatdonasi.com 5 mins read

Pengenalan Platform Ocean Calculator Latest Program - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia

KKP dan WRI Indonesia Kenalkan Teknologi Ocean Calculator

Pengenalan Platform Ocean Calculator

Tempatdonasi.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia secara resmi meluncurkan Ocean Calculator pada kegiatan Pengenalan dan Lokakarya Teknis yang digelar di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia, yang menjadi momen penting untuk mendiskusikan inovasi teknologi dalam pengelolaan sumber daya laut. Platform ini dikembangkan selama dua tahun terakhir, dengan peran aktif dari lembaga penelitian serta universitas di Indonesia dan Australia, berkat dukungan Pemerintah Australia melalui program KONEKSI.

Fitur dan Manfaat Ocean Calculator

Ocean Calculator merupakan alat geospasial berbasis Neraca Sumber Daya Laut (NSDL) yang dirancang untuk mengukur secara real-time manfaat ekonomi dan lingkungan dari ekosistem pesisir. Fungsi utamanya mencakup pemetaan luas wilayah ekosistem seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang, serta analisis perubahan kondisinya secara akurat. Selain itu, platform ini mampu mengevaluasi berbagai jasa ekosistem, mulai dari perlindungan terhadap erosi pantai hingga penyimpanan karbon biru. Dengan memadukan teknologi seperti penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografis (SIG), dan data geospasial, Ocean Calculator diharapkan menjadi bantuan utama dalam pengambilan keputusan berkelanjutan.

Langkah Strategis untuk Kebijakan Kelautan

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menekankan bahwa Ocean Calculator adalah inisiatif penting dalam memperkuat tata kelola laut yang berbasis data. “Platform ini membuka kemungkinan evaluasi kebijakan yang lebih tepat sasaran, karena mengintegrasikan informasi lingkungan dan ekonomi secara komprehensif,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa alat ini memberikan dasar kuat untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Koswara juga mengharapkan platform ini dapat berkembang menjadi bagian integral dari pembangunan pesisir yang berkelanjutan, sehingga manfaat sosial dan ekologis dari sumber daya laut dapat didayagunakan secara optimal.

“Ocean Calculator menjadi fondasi penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran,” kata Koswara.

Kolaborasi antara KKP, WRI Indonesia, dan institusi akademik berjalan intensif sejak 2024. Mereka mengembangkan platform ini sebagai bagian dari upaya membangun sistem ocean accounting, yang bertujuan menggabungkan data lingkungan dengan aspek ekonomi. Hasilnya, Ocean Calculator mampu mengidentifikasi manfaat ekosistem secara menyeluruh, termasuk peran ekosistem dalam menopang kehidupan masyarakat pesisir. Selain itu, platform ini juga memperkenalkan pendekatan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) untuk memastikan distribusi manfaat yang adil kepada segala kalangan.

Kolaborasi Internasional dan Dukungan Australia

Perwakilan Australia Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Jacqui Lord, memberikan apresiasi terhadap kerja sama yang terjalin antara KKP, WRI Indonesia, dan para akademisi. “Dengan tekanan semakin besar terhadap wilayah pesisir akibat perubahan iklim dan kegiatan manusia, diperlukan alat yang mampu mengukur manfaat ekosistem secara komprehensif,” tuturnya. Menurut Jacqui, Ocean Calculator menjadi solusi yang efektif untuk mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan, terutama di tengah tantangan global seperti pemanasan global dan degradasi lingkungan laut.

“Kami berharap Ocean Calculator dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung pengelolaan laut dan pesisir yang berkelanjutan di Indonesia,” tambah Jacqui Lord.

Integrasi dengan Sistem Konservasi Ekosistem

Direktur Konservasi Ekosistem KKP, Firdaus Agung, menyampaikan bahwa KKP telah terlibat sejak awal pengembangan Ocean Calculator. “KKP turut serta dalam uji coba awal platform ini, yang kini telah terintegrasi dengan SIDAKO, sistem pengelolaan data konservasi ekosistem di Indonesia,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa integrasi ini memungkinkan aksesibilitas yang lebih luas bagi masyarakat, baik akademisi maupun publik. SIDAKO menjadi wadah pengumpulan berbagai informasi konservasi, termasuk data yang dihasilkan oleh Ocean Calculator.

“Sejak Februari 2026, KKP terlibat dalam uji coba awal Ocean Calculator hingga saat ini telah terintegrasi dengan SIDAKO dan dapat diakses masyarakat melalui laman sidako.kkp.go.id sebagai rumah bagi berbagai data konservasi ekosistem di Indonesia,” kata Firdaus Agung.

Firdaus menegaskan bahwa selain memperkuat ocean accounting, Ocean Calculator juga membantu pemangku kepentingan memahami nilai strategis ekosistem laut. “Platform ini memberikan wawasan tentang kontribusi ekosistem terhadap keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir,” tambahnya. Dengan data yang disajikan, pemerintah, lembaga swasta, dan masyarakat dapat merancang strategi yang lebih berimbang antara ekonomi dan ekologi.

Peran Ocean Calculator dalam Pembangunan Berkelanjutan

Country Director WRI Indonesia, Nirarta Samadhi, menyampaikan bahwa pembangunan sektor kelautan Indonesia membutuhkan alat yang mampu mengungkap nilai ekosistem secara utuh. “Sampai saat ini, nilai-nilai ekosistem masih tidak sepenuhnya terwujud dalam proses pengambilan keputusan,” ujarnya. Melalui Ocean Calculator, ia berharap pihak terkait seperti pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor swasta dapat memperoleh informasi yang komprehensif untuk memacu investasi dan pengembangan pesisir.

“Pembangunan sektor kelautan Indonesia membutuhkan instrumen yang mampu mengungkap nilai sesungguhnya dari ekosistem laut yang selama ini belum sepenuhnya tercermin dalam proses pengambilan keputusan,” kata Nirarta Samadhi.

KKP menegaskan bahwa pengelolaan laut harus berbasis data dan ilmu pengetahuan agar pertumbuhan ekonomi bisa berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya memaparkan bahwa alat seperti Ocean Calculator menjadi penunjang penting dalam kebijakan kelautan. “Kehadiran platform ini membuka peluang evaluasi yang lebih objektif, sehingga manfaat ekonomi dan ekologis dari sumber daya laut dapat didayagunakan secara optimal,” tambah Trenggono.

Ocean Calculator juga memberikan wawasan tentang dampak sosial dari pengelolaan ekosistem. Dengan pendekatan GEDSI, platform ini memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan tidak hanya efektif secara ekonomi tetapi juga adil bagi seluruh kelompok masyarakat. Firdaus Agung menambahkan bahwa integrasi dengan SIDAKO memperkuat kemampuan platform ini dalam menyajikan data yang up-to-date dan terstruktur.

Masa Depan Pengelolaan Laut dan Pesisir

Dengan lahirnya Ocean Calculator, KKP dan WRI Indonesia menargetkan peningkatan kapasitas pihak terkait dalam membuat keputusan berbasis bukti. Platform ini diharapkan tidak hanya digunakan sebagai alat analisis tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat luas. Koswara menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sumber daya laut akan bergantung pada pemanfaatan teknologi yang tepat.

Sementara itu, Nirarta Samadhi mengingatkan bahwa penggunaan teknologi harus diiringi kebijakan yang inklusif. “Melalui Ocean Calculator, kita bisa melihat bagaimana ekosistem laut berkontribusi pada kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan, sehingga tidak

Join the discussion