Skip to content
Nasional

Pramono Siapkan 8 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat Jakarta

Tegar Ananda - tempatdonasi.com 4 mins read

Pramono Siapkan 8 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat Jakarta Latest Program - Pemerintah DKI Jakarta tengah menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah rakyat

Pramono Siapkan 8 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat Jakarta

Pramono Siapkan 8 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat Jakarta

Tempatdonasi.com – Pemerintah DKI Jakarta tengah menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah rakyat berasrama. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Langkah ini bertujuan memperluas akses pendidikan, khususnya bagi siswa yang tidak memiliki kemampuan finansial untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Komitmen Gubernur untuk Pendidikan Berkualitas

Dalam upaya mewujudkan program ini, Pramono menyatakan bahwa Pemprov Jakarta bersedia mengkaji penyediaan lahan yang mampu menampung sekitar 1.000 siswa. Pernyataan tersebut dilontarkan saat ia menghadiri acara peluncuran Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Jakarta Selatan, bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf pada Jumat, 3 Juli 2026.

“Jika memungkinkan, kami akan menyiapkan lahan sekitar 5-8 hektare untuk mendukung pembangunan sekolah rakyat berasrama bagi sekitar 1.000 siswa di Jakarta,” ujar Pramono dikutip dari keterangan tertulis.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menekankan bahwa sekolah rakyat menjadi peluang bagi anak-anak untuk mengubah nasib mereka. Ia juga menyampaikan pengakuan bahwa bantuan pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan masa depan seseorang.

“Saya merasakan sendiri bagaimana pentingnya bantuan pendidikan. Kalau dulu saya tidak mendapatkan beasiswa, mungkin saya tidak bisa melanjutkan sekolah,” ujar Pramono. “Karena itu, saya percaya Sekolah Rakyat akan menjadi investasi jangka panjang bagi anak-anak Indonesia.”

Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Pramono Anung atas kolaborasinya yang memastikan program sekolah rakyat berjalan lancar.

“Kami juga menyambut baik kesiapan Pemprov DKI untuk mendukung tambahan sekolah rintisan yang dapat menampung sekitar 1.000 siswa di Jakarta,” kata Saifullah.

Kepala daerah ini menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci dalam menghadirkan pendidikan berkualitas. Menurutnya, kerja sama tersebut memastikan keberlanjutan program dan meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia.

Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Jakarta

Saat ini, pemerintah Jakarta sedang memanfaatkan aset pemerintah yang telah diakui layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebagai lokasi sekolah rakyat. Saifullah mengungkapkan bahwa ada sekitar 10 lokasi yang siap digunakan, delapan di antaranya sedang dalam proses renovasi.

Salah satu lokasi yang diperbaiki adalah gedung milik Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Pejompongan. Selain itu, sekolah di Marunda serta Curug juga menjadi bagian dari infrastruktur pendidikan yang dikembangkan. Pemprov DKI Jakarta berupaya mengoptimalkan penggunaan lahan yang ada untuk memenuhi kebutuhan siswa dari keluarga kurang mampu.

Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan solusi praktis bagi masalah akses pendidikan. Saifullah menekankan bahwa keberhasilan program sekolah rakyat tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan, tetapi juga pada kualitas pengelolaan dan dukungan dari berbagai pihak. “Kolaborasi ini memastikan adanya sumber daya yang terpadu, baik dalam hal infrastruktur maupun pendidikan,” ujarnya.

Manfaat Jangka Panjang untuk Anak-Anak

Pramono menambahkan bahwa sekolah rakyat akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa selain menyediakan tempat belajar, program ini juga memastikan adanya fasilitas yang memadai, termasuk asrama, sehingga siswa bisa fokus pada pembelajaran tanpa hambatan ekonomi.

Gubernur DKI Jakarta juga mengungkapkan bahwa program ini sejalan dengan upaya menciptakan kesetaraan pendidikan. Dengan adanya sekolah rakyat, anak-anak yang berasal dari latar ekonomi lemah tidak lagi terabaikan dalam sistem pendidikan nasional. “Ini adalah langkah konkret untuk mengangkat kualitas pendidikan di tingkat menengah atas,” tegas Pramono.

Menurut data yang diberikan, pemerintah Jakarta telah menyiapkan lahan dengan luas sekitar 8 hektare. Luas area ini dipilih karena mampu memenuhi kebutuhan pengajaran dan kehidupan sehari-hari para siswa. Pramono menjelaskan bahwa lahan tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan yang terintegrasi, sehingga siswa tidak hanya belajar, tetapi juga dilatih dalam berbagai aspek kehidupan.

Kebijakan ini juga memperhatikan aspek keberlanjutan. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memastikan sekolah rakyat bisa beroperasi secara efisien dan berkelanjutan. Saifullah menambahkan bahwa penggunaan lahan yang ada akan memberikan manfaat bagi banyak siswa, terutama di wilayah yang kurang memiliki akses ke fasilitas pendidikan terpadu.

Menurut Pramono, sekolah rakyat bukan hanya tentang tempat belajar, tetapi juga tentang kesempatan. “Sekolah ini membuka peluang bagi anak-anak yang ingin meraih pendidikan yang lebih baik, meskipun memiliki kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan,” ujarnya.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah lain. Saifullah menyampaikan bahwa pemerintah pusat dan daerah perlu terus berkoordinasi untuk memperluas cakupan program ini. “Dengan kerja sama yang baik, kita bisa menciptakan jaringan pendidikan yang lebih merata,” tambahnya.

Join the discussion