Skip to content
Nasional

Main Agenda: Gus Ipul Tekankan Kejujuran Penjangkauan Siswa Saat Open House Sekolah Rakyat Palembang

Intan Kurniawan - tempatdonasi.com 5 mins read

an dalam Proses Penerimaan Siswa Main Agenda - Sebuah acara Open House di SRMA 7 Palembang, yang diadakan di Sentra "Budi Perkasa," memperlihatkan komitmen

Main Agenda: Gus Ipul Tekankan Kejujuran Penjangkauan Siswa Saat Open House Sekolah Rakyat Palembang

Sekolah Rakyat Palembang Tampilkan Kejujuran dalam Proses Penerimaan Siswa

Tempatdonasi.com – Sebuah acara Open House di SRMA 7 Palembang, yang diadakan di Sentra “Budi Perkasa,” memperlihatkan komitmen kejujuran dalam proses mengakses calon siswa. Acara yang berlangsung Ahad, 28 Juni 2026, dihadiri oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dikenal dengan nama Gus Ipul. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya transparansi dan kejujuran sebagai dasar dalam menjaring siswa yang layak. Menurut Gus Ipul, kejujuran harus muncul sejak tahap awal program hingga proses pengelolaan selanjutnya.

Pengaksesan Siswa Berdasarkan Data Sosial Ekonomi

“Program ini harus dimulai dengan kejujuran dan keterbukaan. Pendaftaran tidak menjadi fokus utama, melainkan penjangkauan. Keluarga yang memenuhi kriteria di dalam DTSEN akan dijangkau langsung oleh petugas dan dijadikan siswa Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul. Ia menjelaskan bahwa kejujuran menjadi elemen kunci dalam memastikan proses ini tidak bercela. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa kejujuran juga diperlukan dari para orang tua yang memberikan informasi terkait kondisi sosial ekonomi keluarga mereka.

“Setelah itu pengelolaannya juga harus dijalankan dengan kejujuran. Tidak boleh ada korupsi, sogok-menyogok, atau tindakan tidak terpuji karena program ini dirancang untuk anak-anak yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam sistem pendidikan,” kata Gus Ipul.

Open House kali ini bertujuan menghadirkan calon siswa, orang tua, pemerintah daerah, serta masyarakat umum untuk menyaksikan langsung perkembangan pembelajaran di SRMA 7 Palembang. Acara tersebut menjadi wadah untuk mengevaluasi program Sekolah Rakyat yang telah berjalan hampir setahun. Beberapa peserta yang hadir termasuk tokoh pemerintahan, seperti Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta jajaran Forkopimda provinsi tersebut.

Pelaksanaan Program dan Proses Penjangkauan

SRMA 7 Palembang saat ini menerima 96 siswa, sementara calon siswa untuk tahun ajaran baru berjumlah 60 orang. Seluruh peserta didik diperoleh melalui mekanisme penjangkauan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan 2. Ada lima sekolah rakyat lain di Sumatera Selatan yang turut beroperasi, yakni SRMA 8 Ogan Ilir, SRT 15 Empat Lawang, serta SRMA 45 Ogan Komering Ulu. Guru dan tenaga pendidik di SRMA 7 Palembang menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memberikan akses pendidikan kepada keluarga yang kurang mampu.

“Statistik ternyata bukan sekadar angka, tetapi bisa menjadi alat untuk memberikan makna kepada anak-anak Sekolah Rakyat. Melalui data ini, mereka bisa memiliki harapan dan mimpi untuk masa depan mereka,” kata Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

Menurut Amalia, keberhasilan program ini menunjukkan bahwa data sosial ekonomi bisa menjadi sarana untuk mendorong kesejahteraan pendidikan. BPS mengakui bahwa keluarga yang masuk ke dalam kategori DTSEN desil 1 dan 2 menjadi sasaran utama program tersebut. Mereka juga berperan sebagai umpan balik untuk menyempurnakan akurasi data dalam pengambilan kebijakan.

Peran Anak-anak dan Aktivitas Kreatif di Open House

Pelaksanaan Open House tidak hanya melibatkan pihak pemerintah, tetapi juga menampilkan partisipasi aktif para siswa. Beberapa keterampilan dan seni yang ditampilkan menunjukkan perkembangan mereka selama setahun. Acara ini dimulai dengan tampilan baris variasi, tari Kuda Lumping, serta Tari Gending Sriwijaya. Selain itu, siswa juga menunjukkan kemampuan dalam karate, pidato berbahasa Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin, serta paduan suara.

Dalam sesi tersebut, Gus Ipul meminta 15 siswa yang tampil baris variasi untuk kembali membawa permainan mereka secara spontan di depan panggung. Ia menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan para siswa yang telah dibina lebih dari sebelas bulan. “Saya bangga pada anak-anak ini, serta kepada para guru dan tenaga kependidikan yang berjuang menemani mereka,” tutur Gus Ipul.

Interaksi dengan Siswa yang Berprestasi

Satu momen paling menarik terjadi saat Gus Ipul berdialog dengan Nur Aziza, siswi kelas 10 yang menjadi pembawa acara. Nur, yang berasal dari keluarga buruh harian lepas, bercita-cita menjadi dokter. Dalam wawancara, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atas dukungan program Sekolah Rakyat.

“Saya mau menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prabowo. Berkat program ini saya bisa kembali sekolah,” jawab Nur.

Respon Nur tersebut menggugah emosi Kepala SRMA 7 Palembang, Diana Nursanti, yang tak bisa menahan air mata. Diana menyatakan bahwa keberadaan program ini memberikan peluang baru bagi anak-anak dari latar belakang ekonomi yang kurang memadai. “Ini bukan sekadar layanan pendidikan, tetapi peluang untuk merubah nasib melalui kejujuran dan kerja sama yang tulus,” ujarnya.

Acara terus berlanjut dengan tampilan siswa lain yang menunjukkan kreativitas mereka. Salah satu guru, Erin Ramantia, menampilkan simulasi pembelajaran interaktif menggunakan smartboard dan aplikasi Scratch. Ia menjelaskan bahwa fasilitas pendidikan modern ini sangat membantu dalam memperkaya metode pengajaran di Sekolah Rakyat. “Terima kasih Pak Presiden Prabowo, terima kasih Pak Mensos Saifullah Yusuf, serta semua pihak yang terlibat dalam program ini,” ucap Erin.

Sementara itu, kehadiran Gus Ipul tidak hanya dihiasi dengan pertunjukan seni, tetapi juga dialog yang hangat dengan siswa dan para pengelola. Acara ini berjalan lancar sejak awal, dengan keterlibatan aktif dari seluruh pihak. Para orang tua yang hadir menyatakan kepuasan dengan pelayanan yang diberikan, termasuk kepastian akses pendidikan bagi anak-anak mereka.

Dengan berbagai inisiatif ini, Sekolah Rakyat Palembang menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi calon siswa. Program ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mendorong partisipasi masyarakat dari segala lapisan, terutama keluarga yang terlupakan dalam sistem pendidikan nasional. Kesuksesan SRMA 7 Palembang menjadi contoh nyata bahwa kejujuran dan transparansi bisa membangun kepercayaan dalam proses penerimaan siswa.

Para peserta Open House juga diberikan kesempatan untuk melihat langsung kondisi belajar-mengajar di SRMA 7 Palembang. Dari infrastruktur hingga metode pengajaran, semua ditampilkan secara terbuka untuk memastikan keadilan dalam penerimaan calon siswa. Acara ini menjadi bukti bahwa pendidikan bisa menjadi jembatan untuk menangani masalah sosial secara komprehensif.

Dengan berbagai inovasi yang dilakukan, Sekolah Rakyat Palembang berharap bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia. Program ini tidak hanya mengubah nasib sejumlah siswa, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam merangkul keluarga yang kurang beruntung. Dalam berbagai kesempatan, kejujuran menjadi prinsip utama yang terus ditekankan oleh seluruh pihak terlibat.

Join the discussion