Skip to content
Nasional

Main Agenda: Menteri Sosial Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Utamakan Empati dan Integritas

Wahyu Kurniawan - tempatdonasi.com 4 mins read

Menteri Sosial Berikan Panduan untuk Kepala Sekolah Rakyat Fokus pada Empati dan Integritas Main Agenda - Selasa, 7 Juli 2026 – Menteri Sosial Saifullah

Main Agenda: Menteri Sosial Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Utamakan Empati dan Integritas

Menteri Sosial Berikan Panduan untuk Kepala Sekolah Rakyat Fokus pada Empati dan Integritas

Tempatdonasi.com – Selasa, 7 Juli 2026 – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, hadir dalam acara Konsolidasi dan Pembekalan Kepala Sekolah Rakyat untuk Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara tersebut juga dihadiri oleh orang tua dan calon siswa, menjadikannya momen penting bagi penguatan kebijakan pendidikan. Dalam pidatonya, Gus Ipul menekankan pentingnya dua prinsip utama: empati sosial dan integritas.

Kurikulum Fleksibel dan Pembentukan Karakter

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menyoroti bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada peningkatan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Ia menjelaskan bahwa kurikulum yang diterapkan dirancang agar siswa bisa belajar secara adaptif, sesuai dengan latar belakang dan kebutuhan masing-masing. “Sekolah Rakyat adalah wadah yang mengakomodasi berbagai kemampuan dan usia siswa,” katanya. Menurut dia, banyak anak yang mengalami kesulitan belajar selama beberapa tahun, sehingga sistem multi-entry dan multi-exit menjadi solusi untuk memastikan mereka tetap bisa berkembang.

“Kurikulum Sekolah Rakyat itu multi-entry dan multi-exit. Tidak semuanya umurnya sama, tidak semua kemampuannya sama. Banyak anak-anak putus sekolah dua hingga tiga tahun,” kata Gus Ipul.

Ia juga meminta kepala sekolah untuk memperkuat tata kelola pembelajaran, khususnya dalam pengelolaan sekolah berasrama. Kemensos bekerja sama dengan Taruna Nusantara untuk meningkatkan standar layanan dan mengelola aduan siswa secara sistematis. “Manajemen asrama harus solid. Kita tidak ingin aduan muncul karena ketidaktepatan prosedur,” ujar Gus Ipul.

“Perkuat manajemen asrama, bersama Taruna Nusantara mengelola sekolah berasrama. Penanganan aduan harus dengan prosedur yang benar, bukan improvisasi,” ujarnya.

Dalam membahas empati, Gus Ipul menekankan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang membangun rasa peduli dan kesetaraan. “Empati adalah kunci untuk memahami kebutuhan siswa, termasuk mereka yang dari keluarga miskin atau berpenghasilan rendah,” katanya. Ia mengingatkan bahwa hal ini tidak hanya sekadar kebijakan, tetapi juga tindakan nyata yang harus dijalankan oleh seluruh pihak terlibat.

Standar Kualitas dan Pemotongan Mata Rantai Kemiskinan

Menurut Gus Ipul, standarisasi kualitas Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia sangat penting agar semua siswa mendapatkan kesempatan belajar yang seimbang. “Tidak boleh ada sekolah yang terlihat lebih baik dari yang lain karena kualitasnya tidak sama,” tegasnya. Ia juga menyebut bahwa Sekolah Rakyat menjadi alat untuk memotong mata rantai kemiskinan, terutama di daerah-daerah yang masih kesulitan.

Di sisi lain, Gus Ipul menegaskan bahwa bullying, kekerasan fisik, seksual, serta radikalisme tidak boleh dibiarkan terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat. “Kalau ada yang melakukan kekerasan seksual atau kekerasan fisik, maka Sekolah Rakyat tidak akan segan-segan langsung memberhentikan. Tidak ada teguran, langsung diberhentikan,” ujarnya.

Kisah Orang Tua dan Harapan untuk Generasi Penerus

Di antara peserta acara, ada kisah Retno Mariani (26), seorang ibu tunggal yang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan mengumpulkan rosok. Di hadapan Menteri Sosial, Retno menyampaikan harapan bahwa putranya, Endra (12), bisa mengikuti program Sekolah Rakyat untuk menemukan jalan keluar dari kesulitan belajar. “Anak saya tidak bisa sekolah kalau tidak ada Sekolah Rakyat. Semoga (nanti) menjadi anak yang sukses dan bisa membanggakan orang tua,” kata Retno, yang berlinang air mata.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, juga memberikan sambutan. Ia menyatakan apresiasi terhadap kehadiran Sekolah Rakyat di kabupaten tersebut. “Kehadiran Sekolah Rakyat adalah harapan baru untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujarnya. Menurut Ambar, Sekolah Rakyat membawa perubahan karena daerah ini masih menjadi salah satu wilayah paling miskin di Yogyakarta. “Maka dengan kehadiran Sekolah Rakyat ini mudah-mudahan bisa memotong mata rantai kemiskinan,” tambahnya.

“Kami tidak bisa menahan air mata bahwa mereka adalah anak-anak yang tulus dan baik, harus mendapatkan pelayanan yang sama. Itu semua adalah anak-anak calon generasi penerus bangsa,” kata Ambar.

Pada acara yang berlangsung meriah, para siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka menyerukan yel-yel semangat sambil menantikan langkah-langkah konkret dari para pengambil kebijakan. Sebelumnya, kondisi lingkungan sekolah yang sederhana tetapi penuh harapan menjadi bukti nyata bahwa pendidikan inklusif bisa diwujudkan di tengah tantangan ekonomi.

Gus Ipul berharap seluruh kepala sekolah memberikan perhatian serius kepada siswa. “Tolong perhatikan dengan baik dan sungguh-sungguh siswa-siswi kita ini. Ini bukan seminar formalitas, begitu pulang langsung eksekusi,” katanya. Ia menekankan bahwa tugas kepala sekolah adalah menjamin setiap siswa mendapatkan dukungan penuh, baik secara akademik maupun emosional.

Dalam pidatonya, Gus Ipul juga menyampaikan pesan tentang integritas dalam pengelolaan dana dan aset Sekolah Rakyat. “Jangan kotori program mulia Presiden ini dengan korupsi dan praktik penyimpangan,” pungkasnya. Menurutnya, integritas adalah syarat utama, bukan tambahan. Ia yakin, dengan pengelolaan yang baik, Sekolah Rakyat bisa menjadi pusat pembelajaran yang transparan dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari visi nasional, Sekolah Rakyat dianggap sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Gus Ipul menegaskan bahwa program ini harus dijaga konsistensinya, dengan pengawasan ketat terhadap setiap aspek. “Ini adalah tanggung jawab bersama, mulai dari kepala sekolah hingga orang tua,” ujarnya.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 2

Join the discussion