Skip to content
Nasional

AMJ Beri Waktu Sepekan untuk Pemerintah Tetap Lanjutkan MBG

Tegar Ananda - tempatdonasi.com 4 mins read

utkan MBG Meeting Results - Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh massa Aliansi Masyarakat Jakarta (AMJ) berlangsung di kawasan Simpang Silang Monumen Nasional

AMJ Beri Waktu Sepekan untuk Pemerintah Tetap Lanjutkan MBG

AMJ Beri Waktu Sepekan untuk Pemerintah Tetap Lanjutkan MBG

Tempatdonasi.com – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh massa Aliansi Masyarakat Jakarta (AMJ) berlangsung di kawasan Simpang Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026. Demonstrasi ini bertujuan mendukung Presiden Prabowo Subianto serta kebijakannya, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah perwakilan dari organisasi tersebut sempat bertemu dengan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro untuk mengadakan audiensi. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperjuangkan kelanjutan MBG.

Pertemuan dengan Wakil Menteri

Koordinator AMJ, Edy Marzuki, menjelaskan bahwa pertemuan dengan Juri berlangsung selama 30 menit di kantor Kementerian Sekretariat Negara. “Kami sampaikan tuntutan kami, supaya disampaikan kepada Bapak Presiden,” ujarnya setelah pertemuan selesai. Menurut Edy, diskusi tersebut membahas dua isu utama yang menjadi keinginan massa. Pertama, program MBG harus terus berjalan. Kedua, pemerintah diharapkan menindak tegas para koruptor serta oligark yang diduga memanfaatkan dana MBG untuk keuntungan pribadi.

“MBG adalah proyek politik, bukan proyek untuk memberikan makanan bergizi,” kata Afifah, perwakilan aksi demonstrasi API pada 18 Juni. Pernyataan itu muncul dalam konteks kritik terhadap kebijakan tersebut.

Edy menegaskan bahwa aliansinya memberi kesempatan satu minggu kepada pemerintah untuk memberikan jawaban atas tuntutan yang diajukan. Jika dalam waktu itu tidak ada respons konkret, ia menyatakan bahwa massa akan kembali berunjuk rasa dengan jumlah peserta yang lebih besar. “Bila seminggu ke depan tidak juga dilanjutkan program MBG, mungkin kita akan buka keran seluruh Indonesia untuk datang ke Jakarta,” tambahnya.

MBG Dalam Fokus Kritik

Pertemuan dengan Juri Ardiantoro dilakukan dalam rangka menyampaikan keluhan mengenai MBG. Edy menyebutkan bahwa Wakil Menteri berjanji akan mengkomunikasikan masalah tersebut ke Presiden Prabowo. “Pak Wamen sangat mendukung,” ungkapnya. Meski demikian, aksi yang berlangsung di Monas sebelumnya menunjukkan adanya ketegangan antara pendukung dan kritikus program tersebut.

Massa demonstran yang hadir di kawasan selatan Monas pada hari itu tampak berpakaian seragam putih-putih sebagai simbol kesatuan. Mereka berunjuk rasa sejak siang hingga sore hari. Aksi tersebut bertepatan dengan gelombang protes yang semakin menguatkan kritik terhadap MBG. Salah satu contoh adalah aksi oleh Aliansi Perempuan Indonesia (API) pada Kamis, 18 Juni, yang membawa tiga tuntutan utama: menurunkan harga kebutuhan pokok, menciptakan lapangan kerja, dan menghentikan MBG.

Dalam aksi API, peserta menyampaikan kekecewaan atas pelaksanaan MBG. Afifah, salah satu perwakilan, mengkritik kebijakan itu sebagai proyek yang hanya menguntungkan kelompok tertentu. “Program ini justru memperbesar defisit anggaran dan tidak efektif mengatasi masalah pangan secara berkelanjutan,” tambahnya. Kritik ini menyentuh bagian dari kritik yang semakin menguatkan tekanan kepada pemerintah.

Gelombang Demonstrasi Sebelumnya

Sebelum aksi AMJ pada 22 Juni, ada pula kegiatan massa yang bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” pada Jumat, 12 Juni. Aksi ini diinisiasi oleh aliansi mahasiswa dan menyoroti berbagai kebijakan pemerintah, termasuk MBG. Salah satu tuntutan mereka adalah menghentikan program makan bergizi gratis serta menghentikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Aksi tersebut dianggap sebagai bagian dari upaya memperkuat kecaman terhadap kebijakan yang dinilai tidak optimal.

Dalam konteks ini, MBG menjadi sorotan utama. Kritik terhadap program ini berasal dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan perwakilan usaha. Mereka berargumen bahwa MBG tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara utuh, terutama di tengah tekanan inflasi dan krisis ekonomi. Selain itu, dana yang dialokasikan untuk program ini disebutkan mengalami korupsi, sehingga muncul tuntutan untuk menindak para pelaku penyimpangan.

Komunikasi dengan Wakil Menteri

Tempo News mencoba mengonfirmasi keberhasilan pertemuan Juri Ardiantoro dengan massa AMJ melalui aplikasi perpesanan. Hingga saat ini, Juri belum memberikan respons terhadap pertanyaan tersebut. Namun, Edy menegaskan bahwa komunikasi telah berlangsung, dan Wakil Menteri menyatakan siap mengantar aspirasi massa ke Presiden.

Kebijakan MBG sendiri dipandang sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, pro dan kontra terhadap program ini terus berlangsung. Di satu sisi, pendukung menilai MBG memberikan manfaat langsung kepada masyarakat miskin. Di sisi lain, kritikus menyoroti efisiensi penggunaan dana serta dampak jangka panjang dari program tersebut.

Aksi unjuk rasa di Monas menjadi salah satu bukti bahwa MBG masih menjadi isu hangat. Massa AMJ menginginkan pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program ini, sekaligus memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaannya. Dengan memberi waktu satu minggu, mereka memberi kesempatan kepada pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang dianggap masih ada.

Sejumlah anggota AMJ menekankan bahwa keberhasilan MBG kini bergantung pada respons pemerintah. “Kami yakin program ini bisa memberi manfaat jika dijalankan secara tepat,” kata salah satu demonstran. Namun, jika tidak ada perbaikan, mereka bersedia mengambil langkah lebih keras. “Pemerintah harus menunjukkan bahwa MBG bukan hanya janji politik, tapi tindakan nyata,” tegasnya.

Aksi di Monas juga menunjukkan semangat konsistensi massa dalam memperjuangkan kebijakan tertentu. Sejak pertama kali diperkenalkan, MBG selalu menjadi pusat perhatian. Sebagai bagian dari rencana pembangunan ekonomi Prabowo, program ini dipandang sebagai salah satu langkah penting dalam mengurangi ketimpangan pangan. Namun, tantangan terus muncul, baik dari dalam maupun luar pemerintah.

Dalam konteks pesta demokrasi, banyak yang menganggap MBG sebagai simbol komitmen pemerintah terhadap rakyat. Aksi oleh

Join the discussion