Benarkah Penipuan Agen CIA Palsu Terhadap Prabowo Hoaks?
Meeting Results: Gerakan Media Sosial Bantah Klaim Penipuan Agen CIA Palsu Terhadap Prabowo Meeting Results - Setelah publikasi laporan Tempo yang berjudul

Meeting Results: Gerakan Media Sosial Bantah Klaim Penipuan Agen CIA Palsu Terhadap Prabowo
Tempatdonasi.com – Setelah publikasi laporan Tempo yang berjudul “Kisah Agen CIA Palsu Menyusup ke Prabowo dan Elite Indonesia”, gelombang konten penolakan bermunculan di berbagai platform digital. Investigasi mendalam tersebut mengungkap adanya skema penipuan yang dilakukan oleh Gustav Srivastava, seorang individu yang mengaku sebagai agen Central Intelligence Agency (CIA) palsu. Korban utama dari klaim penipuan ini adalah Presiden Prabowo Subianto. Meeting Results menunjukkan bahwa respons publik sangat cepat dan terkoordinasi.
Di platform X, akun dengan username @epiiee118172 menjadi salah satu pelopor yang mengunggah konten penolakan. Akun tersebut menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada kerugian finansial maupun perjanjian resmi yang terikat dengan perusahaan yang diklaim sebagai penipu. Pernyataan ini dipublikasikan pada Senin, 6 Juli 2026, tepat pukul 14:37 WIB. Akun yang saat itu memiliki 10 pengikut ini juga menyertakan tautan menuju artikel blog Kompasiana. Meeting Results dari aktivitas ini menunjukkan pola penyebaran informasi yang sistematis.
“Tidak ada kerugian maupun perjanjian sah dengan perusahaan penipu itu,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Artikel Kompasiana yang ditautkan berjudul “Meluruskan Fakta, Prabowo Ternyata Tak Pernah Tertipu Gustav Srivastava”. Unggahan ini dilengkapi dengan tagar #HoaxPenipuanPresiden dan muncul kurang dari satu jam setelah artikel tersebut dipublikasikan secara online. Meeting Results dari analisis media sosial mengonfirmasi bahwa kampanye ini melibatkan banyak akun yang saling mendukung.
Tim Cek Fakta Tempo melakukan upaya kontak langsung kepada akun @epiiee118172. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena akun tersebut memblokir akses pesan dan tidak merespons permintaan wawancara yang diajukan melalui kolom komentar unggahan. Meeting Results dari investigasi ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar akun tidak dapat dikonfirmasi identitas aslinya.
Dalam kurun waktu tiga jam, tercatat sebanyak 55 akun lain di X menghasilkan total 114 cuitan menggunakan tagar yang sama. Seluruh aktivitas unggahan ini berakhir pada pukul 17:42 WIB. Sementara itu, di platform Instagram, tagar #HoaxPenipuanPresiden muncul minimal 44 kali dengan melibatkan 21 akun yang aktif menggerakkan kampanye tersebut. Meeting Results dari kedua platform menunjukkan konsistensi narasi penolakan.
Verifikasi Jaringan Akun dan Strategi Penyebaran
Untuk memverifikasi jaringan akun-akun yang terlibat, Tim Cek Fakta Tempo bekerja sama dengan Monash Data and Democracy Research Hub (MDDRH). Kolaborasi ini menggunakan alat pemantau media sosial Brandwatch untuk mengekstrak data dari X. Data dari Instagram dikumpulkan bersama ThinkFi, sebuah perusahaan berbasis di India. Meeting Results dari kolaborasi ini memberikan gambaran komprehensif tentang skala operasi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa unggahan-unggahan tersebut merupakan bagian dari operasi pengaruh media sosial yang terkoordinasi. Akun-akun tersebut bergerak serempak untuk membantah laporan investigasi Tempo serta Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Meeting Results ini memperkuat kesimpulan bahwa kampanye penolakan bukan bersifat spontan.
Laporan investigasi yang dirilis pada 28 Juni 2026 mengungkap strategi Gaurav Srivastava, warga negara Amerika Serikat kelahiran India. Ia mengklaim sebagai petugas tidak resmi intelijen luar negeri Amerika Serikat. Dengan klaim tersebut, Srivastava membangun hubungan dengan Prabowo sejak masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan dan juga dengan Hasjim Djojohadikusumo, adik Prabowo, sejak tahun 2020. Meeting Results dari investigasi awal menunjukkan bahwa klaim penipuan memiliki dasar fakta yang kuat.
Dari 115 unggahan di X, narasi penolakan tersebar dalam tiga format berbeda. Pertama, 44 unggahan menyematkan tautan artikel Kompasiana yang ditulis oleh seseorang bernama Pak Be pada 6 Juli 2026 pukul 13:45. Pak Be telah bergabung di Kompasiana sejak 15 Maret 2024 dan menulis 90 artikel yang mayoritas mendukung kebijakan pemerintah. Meeting Results dari pola ini menunjukkan bahwa konten utama didistribusikan melalui berbagai akun.
Kedua, 55 unggahan memuat infografis berisi pernyataan Brigadir Jenderal Rico Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan. Poster tersebut berjudul “Kemenhan Bantah Ada Kontrak dengan Perusahaan Gaurav Srivastava, Penipu Global”. Ketiga, 11 unggahan menampilkan video dengan latar belakang Prabowo Subianto sedang meninjau pesawat jet tempur. Pernyataan narator dalam video tersebut sejalan dengan pernyataan Rico Sirait. Meeting Results dari ketiga format ini menunjukkan konsistensi pesan yang disampaikan.
Infografis dan video tersebut menjelaskan bahwa Kementerian Pertahanan memang menandatangani letter of intent (LoI). Namun, surat tersebut hanya bersifat penjajakan biasa. Tidak ada kontrak formal antara Kemenhan saat dipimpin Prabowo dengan perusahaan milik Srivastava. Meeting Results dari verifikasi dokumen juga mendukung klaim bahwa tidak ada penipuan yang terjadi.
“Jadi narasi Prabowo tertipu itu jelas tidak benar,” tegas Kemhan dalam pernyataannya.
Kemhan juga menyatakan bahwa setiap kerja sama diputuskan dengan hati-hati setelah melakukan pengecekan latar belakang perusahaan. Hal ini memperkuat posisi bahwa klaim penipuan terhadap Prabowo adalah tidak berdasar. Meeting Results akhir dari seluruh investigasi menunjukkan bahwa kampanye media sosial berhasil membantah narasi penipuan dengan efektif.
