Ada Kritik Soal Program Ekonomi, Prabowo: Euweuh Pangaruhna
Prabowo Tegaskan Program Ekonomi Berjalan, Kritik Tak Berpengaruh New Policy - Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyatakan bahwa berbagai program

Prabowo Tegaskan Program Ekonomi Berjalan, Kritik Tak Berpengaruh
Tempatdonasi.com – Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyatakan bahwa berbagai program penguatan ekonomi yang sedang dijalankan oleh pemerintahannya tidak akan terhenti, meskipun terus-menerus mendapat sorotan dan kritik dari berbagai pihak. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat menghadiri acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional yang berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta, pada hari Ahad, tanggal 12 Juli 2026. Dalam konteks new policy yang digulirkan, Prabowo menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan visi ekonomi nasional.
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung keberadaan sekelompok orang yang ia sebut sebagai “orang-orang pintar”. Menurut pengakuan beliau, kelompok tersebut sering kali memberikan penilaian negatif terhadap sejumlah program pemerintah yang bertujuan untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional. Kritik-kritik tersebut datang dalam berbagai bentuk, mulai dari ejekan hingga fitnah. Namun, sebagai bagian dari new policy yang telah dirumuskan, pemerintah tetap teguh pada arah yang telah ditetapkan.
“Kalau kita mau buat suatu program, aliran untuk memperkuat bangsa sendiri, kita diejek, kita dijelek-jelekkan, kita difitnah, kita dihajar. Tapi euweuh pangaruhna (tidak ada pengaruhnya). Saya katakan euweuh pangaruhna. Kita jalan terus,” ucap Prabowo.
Penolakan Terhadap Paham Neoliberalisme
Lebih jauh dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan ketidakpercayaannya terhadap paham neoliberalisme. Ia menegaskan bahwa sejak awal masa kepemimpinannya, dirinya sudah memberikan peringatan bahwa kapitalisme neoliberal, yaitu sistem ekonomi global yang sangat menekankan pada mekanisme pasar bebas, tidak akan mampu membawa kesejahteraan sejati bagi rakyat Indonesia. Pendekatan new policy ini menjadi ciri khas dari pemerintahan Prabowo dalam mengelola ekonomi nasional.
“Saya tidak percaya dengan teori-teori neolib. Katanya, ‘eh kita berpikir global, tidak ada perbatasan lagi’, ya, kan,” tutur Prabowo.
Menurut penjelasan Prabowo, dalam konsep ekonomi neoliberal, rakyatlah yang sering kali disalahkan ketika mengalami kemiskinan. Selain itu, paham ini juga dikritiknya karena membiarkan kekayaan negara dikuasai oleh segelintir orang saja, bukan didistribusikan secara merata kepada seluruh masyarakat. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip new policy yang ingin memastikan pemerataan ekonomi di Indonesia.
“Pahamnya neolib, kalau kau miskin itu salah kamu. Paham neolib itu mengatakan, ‘biarlah yang kaya hanya 1 persen. Kalau mereka kaya, nanti lama-lama kekayaannya akan menetes ke bawah, trickle down effect.’ Saya tanya. Kalian percaya enggak, akan menetes ke bawah?” ucap Prabowo.
Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo mengklaim bahwa paham neoliberal tersebut sudah mulai ditinggalkan oleh para pemimpin di berbagai negara-negara Barat. Ia menyebutkan bahwa Amerika Serikat, Inggris, serta negara-negara di Eropa Barat telah meninggalkan pendekatan ekonomi tersebut. Namun, menurutnya, hal ini masih belum terjadi di Indonesia. Implementasi new policy di Indonesia diharapkan dapat mengikuti tren global yang sedang berubah ini.
“Amerika, Inggris, Eropa Barat, sudah meninggalkan. Hanya di kita… Saya enggak tahu ada orang-orang pintar yang entah terlalu pintar atau apa saya enggak mengerti,” tutur dia.
Di bagian akhir penyampaian, terdapat catatan pilihan editor yang menyebutkan konsep “Prabowonomics” sebagai model ekonomi ekstraktif yang ditopang oleh kekuatan militer. Hal ini menunjukkan adanya pendekatan berbeda dalam mengelola sumber daya alam dan pembangunan nasional. Konsep ini menjadi salah satu pilar penting dari new policy ekonomi yang digagas oleh pemerintahan Prabowo.
Dengan demikian, pernyataan Prabowo menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan goyah dalam menjalankan visi ekonominya, terlepas dari banyaknya suara kritik yang datang dari berbagai kalangan, termasuk dari mereka yang dianggap memiliki kecerdasan tinggi dalam bidang ekonomi. New policy ini diharapkan dapat membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan rakyat Indonesia di masa mendatang.
