Skip to content
Nasional

BPS Jamin Data Warga Jakarta Aman dalam Sensus Ekonomi 2026

Andi Permata - tempatdonasi.com 3 mins read

Keamanan Data Sensus Ekonomi 2026 untuk Masyarakat Jakarta Terjamin New Policy - Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Amalia Adininggar

BPS Jamin Data Warga Jakarta Aman dalam Sensus Ekonomi 2026

Keamanan Data Sensus Ekonomi 2026 untuk Masyarakat Jakarta Terjamin

Tempatdonasi.com – Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan komitmen kuat lembaga yang dipimpinnya dalam menjaga kerahasiaan informasi pribadi warga Jakarta selama pelaksanaan Sensus Ekonomi tahun 2026. Melalui pernyataan resminya, Amalia mengajak seluruh masyarakat ibu kota untuk tidak merasa cemas atau khawatir mengenai penggunaan data yang akan dikumpulkan. Keyakinan ini didasarkan pada berbagai langkah strategis yang telah disiapkan oleh BPS bersama mitra kerjanya.

Peristiwa Penting di Balai Agung

Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh Amalia kepada para wartawan yang hadir. Ia berada di lokasi Deklarasi Sensus Ekonomi Provinsi DKI Jakarta 2026 yang diselenggarakan di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta. Acara berlangsung pada hari Senin, tanggal 13 Juli 2026. Kehadiran Amalia dalam acara tersebut menunjukkan tingkat kepentingan tinggi dari pemerintah pusat terhadap kelancaran proses sensus di wilayah ibu kota.

Dalam penjelasannya, Amalia menguraikan bahwa BPS telah menjalin kerja sama dengan beberapa institusi penting. Kolaborasi ini mencakup Badan Siber dan Sandi Negara atau yang dikenal sebagai BSSN, perusahaan telekomunikasi Telkom, serta PT Peruri. Ketiga entitas tersebut memiliki peran krusial dalam memastikan keamanan data yang nantinya akan disimpan di server milik BPS. Keamanan siber menjadi prioritas utama mengingat sensitivitas informasi ekonomi yang akan dihimpun.

“Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Telkom, serta PT Peruri untuk menjaga keamanan data yang nanti dikumpulkan di server BPS,” kata Amalia pada hari Senin tersebut.

Sensus sebagai Rekam Medis Perekonomian

Amalia juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap satu dekade sekali. Menurutnya, momen ini merupakan kesempatan emas bagi pemerintah dan masyarakat. Sensus ekonomi dapat diibaratkan seperti rekam medis bagi perekonomian nasional. Melalui proses ini, kondisi kesehatan ekonomi dapat didiagnosis secara komprehensif.

Menurut Amalia, hasil dari medical check-up perekonomian akan menjadi dasar perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Langkah-langkah yang akan digelontorkan oleh Gubernur DKI Jakarta untuk wilayah ibu kota diharapkan semakin akurat. Ketepatan tersebut akan disesuaikan dengan permasalahan dan kondisi terkini dari ekonomi DKI Jakarta. Data yang akurat memungkinkan intervensi kebijakan yang lebih efektif dan efisien.

“Dengan adanya medical check-up perekonomian, resep kebijakan nanti yang akan digelontorkan oleh Pak Gubernur untuk DKI Jakarta akan semakin tepat dan akurat sesuai dengan permasalahan dan kondisi terkini dari ekonomi DKI Jakarta nantinya,” ujarnya.

Pentingnya Partisipasi Masyarakat

Oleh karena itu, Amalia menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat DKI Jakarta menjadi faktor penentu keberhasilan sensus. Tanpa keterlibatan warga, data yang dikumpulkan mungkin tidak mencerminkan realitas yang sebenarnya. Ia menghimbau seluruh penduduk Jakarta untuk mengikuti rangkaian kegiatan sensus ekonomi yang akan ditangani oleh petugas BPS. Keterlibatan setiap rumah tangga berkontribusi signifikan terhadap akurasi hasil akhir.

Amalia memberikan panduan praktis bagi masyarakat ketika petugas sensus datang ke rumah. Pertama, warga diminta untuk menerima petugas dengan baik. Kedua, pengisian data harus dilakukan dengan benar dan jujur. Ketiga, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kerahasiaan informasi yang diberikan. Ketiga langkah sederhana ini akan memastikan kelancaran proses sensus secara keseluruhan.

“Apabila petugas sensus kami datang, mohon pertama terima petugas sensus, kedua isi data dengan benar, dan ketiga tidak perlu khawatir bahwa rahasia data yang diberikan,” ujarnya.

Kejelasan Tujuan Pengumpulan Data

Lebih lanjut, Amalia menegaskan bahwa tujuan utama sensus ekonomi ini adalah untuk kepentingan statistik data. Oleh karena itu, rahasia data individu dan pribadi akan dijaga dengan sangat baik. Ia juga memberikan penegasan penting bahwa pengumpulan data bukan dalam rangka untuk kepentingan perpajakan. Klarifikasi ini bertujuan menghilangkan kekhawatiran masyarakat mengenai potensi penyalahgunaan informasi.

“Bukan dalam rangka untuk kepentingan perpajakan,” tekannya.

Pendapat Gubernur DKI Jakarta

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut memberikan pandangannya mengenai hal ini. Ia menyatakan bahwa rahasia data sensus tersebut dijamin aman oleh pemerintah. Keyakinan ini didasarkan pada sistem keamanan yang telah diterapkan secara menyeluruh.

Pramono berharap masyarakat tidak ragu untuk melaporkan dan menyampaikan data apa adanya tentang dirinya dan keluarganya. Transparansi dari warga akan menghasilkan data yang lebih representatif dan dapat dipercaya. Bersama-sama, pemerintah dan masyarakat dapat memastikan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 di DKI Jakarta.

“Sehingga dengan demikian harusnya mereka tidak segan-segan untuk melaporkan menyampaikan data apa adanya tentang dirinya dan keluarganya,” kata Pramono.

Join the discussion