Skip to content
Nasional

Mu’ti: Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Dibuka Tahun Ini

Tegar Ananda - tempatdonasi.com 4 mins read

uti: Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Dibuka Tahun Ini New Policy - Pemerintah mengumumkan rencana peluncuran program Sekolah Nasional Terintegrasi yang

Mu’ti: Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Dibuka Tahun Ini

Muti: Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Dibuka Tahun Ini

Tempatdonasi.com – Pemerintah mengumumkan rencana peluncuran program Sekolah Nasional Terintegrasi yang diharapkan dapat segera dijalankan tahun ini. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa inisiatif ini akan diterapkan secara bertahap di berbagai kabupaten di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut ia sampaikan di tengah acara peresmian Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Yogyakarta, Ahad, 5 Juli 2026.

“Sekolah ini akan dirintis di berbagai kabupaten secara bertahap, mulai (diluncurkan) tahun ini,” ujar Mu’ti. Ia menekankan bahwa pembangunan program ini bertujuan untuk menciptakan sistem pendidikan yang mampu menghasilkan generasi penerus bangsa yang memiliki kompetensi tinggi di dunia global.

Arah Program dari Presiden Prabowo Subianto

Menurut Mu’ti, program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sektor pendidikan. Inisiatif ini bertujuan membangun institusi pendidikan yang mumpuni, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Program ini dirancang agar bisa mencetak generasi yang berdaya saing tinggi di tingkat internasional,” tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah telah meluncurkan beberapa program pendidikan unggulan, seperti Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda Baru yang fokus pada bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, Matematika), serta SMA Unggul Garuda Transformasi yang bertujuan memperbaiki sekolah berstandar internasional. Namun, Mu’ti menyatakan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi memiliki pendekatan yang berbeda dari program sebelumnya.

Konsep Berbeda dengan Sekolah Garuda

Menurut Mu’ti, Sekolah Nasional Terintegrasi memiliki konsep yang berbeda dari SMA Garuda Baru dan SMA Garuda Transformasi. Perbedaan utamanya terletak pada model pengelolaan. “Sekolah ini hadir dengan konsep non-asrama, berbeda dari dua program sebelumnya yang berbasis asrama,” jelasnya.

Ia juga menyoroti perubahan skema pembangunan program ini. Awalnya, rencana melibatkan pendekatan nasional, namun kini fokus dialihkan ke tingkat kabupaten dengan menitikberatkan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Instruksi terbaru dari Presiden menuntut pergeseran fokus pembangunan ke tingkat SMP,” tambah Mu’ti.

Dalam penjelasannya, Mu’ti menyatakan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang untuk menampung siswa berpotensi intelektual luar biasa di setiap wilayah. “Sekolah ini memprioritaskan pengembangan kemampuan akademik tinggi, bahkan di atas rata-rata, dan tidak memakai sistem asrama,” ujarnya.

Persiapan Teknis Masih Berlangsung

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini sedang mempercepat seluruh persiapan teknis untuk menjalankan program ini pada tahun ajaran baru. Proses pematangan berbagai aspek, seperti kurikulum, formasi guru, dan sistem rekrutmen, sedang dilakukan secara intensif. “Kami sedang menyusun kurikulum, menentukan komposisi guru, serta merancang mekanisme rekrutmen yang optimal,” tutur Mu’ti.

Ia juga menyoroti pentingnya seleksi pendidik yang ketat. “Proses pemetaan wilayah dan peningkatan kualitas tenaga pengajar menjadi prioritas utama sebelum program ini bisa dijalankan secara efektif,” jelasnya. Mu’ti berharap seluruh persiapan dapat selesai tepat waktu guna memastikan keberhasilan implementasi program ini.

Peran Swasta dalam Pendidikan Tingkat Internasional

Dalam wawancara tersebut, Mu’ti menyinggung peran organisasi swasta, khususnya Muhammadiyah, dalam menghadirkan pendidikan berkualitas. Sebagai contoh, MSUS di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, menjadi salah satu bukti komitmen lembaga swasta dalam membangun institusi pendidikan yang berstandar internasional. “Pembangunan gedung sekolah ini dibiayai sepenuhnya oleh Muhammadiyah tanpa bantuan anggaran pemerintah,” katanya.

Selain itu, Mu’ti menyampaikan bahwa sekolah-sekolah swasta seperti MSUS memiliki peran strategis dalam mendukung visi nasional. “Kami apresiasi peran Muhammadiyah yang terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun SDM yang unggul,” tambahnya.

Tantangan Zaman dan Harapan Masa Depan

Muti juga menyoroti pentingnya sekolah terintegrasi dalam menghadapi tantangan dunia modern. “Dunia saat ini semakin terbuka dan kompetitif, sehingga pendidikan harus menjadi jawaban untuk meningkatkan kualitas dan keunggulan bangsa,” jelasnya. Menurutnya, program ini dapat menjadi solusi untuk memastikan generasi muda memiliki kemampuan mengejar prestasi di berbagai bidang.

Ia menambahkan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan pemerintah dalam menyediakan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. “Program ini diharapkan bisa mengakomodasi siswa berbakat di setiap wilayah, tanpa terbatas pada kota besar,” ucapnya.

Dalam konteks ini, Mu’ti menekankan bahwa kesuksesan program tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kesiapan masyarakat dan lembaga pendidikan. “Kami berharap komunitas lokal dan pihak terkait bisa bekerja sama dalam memastikan implementasi program ini berjalan lancar,” tuturnya.

Langkah Konkret dan Tantangan Mendatang

Program Sekolah Nasional Terintegrasi dianggap sebagai langkah konkret dalam memperkuat sistem pendidikan nasional. Mu’ti menyatakan bahwa inisiatif ini akan mengubah paradigma belajar di tingkat SMP, dengan memperkenalkan kurikulum yang lebih kompetitif dan inovatif. “Sistem pendidikan ini dirancang agar siswa bisa beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja dan pendidikan global,” jelasnya.

Meski demikian, Mu’ti juga mengakui bahwa terdapat tantangan dalam penerapan program. Salah satunya adalah perlu adanya kesiapan wilayah dalam memenuhi standar pendidikan terbaru. “Kami sedang memetakan kabupaten-kota yang paling siap untuk menyambut program ini,” tambahnya.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Dengan adanya Sekolah Nasional Terintegrasi, pemerintah dan swasta bersama-sama berupaya menciptakan lingkungan belajar yang dinamis serta menginspirasi siswa untuk meraih potensi maksimal mereka. “Ini adalah wujud komitmen kolektif dalam membangun SDM yang kompeten,” pungkas Mu’ti.

Join the discussion