Official Announcement: Ahmad Ali PSI: Saya Tidak Keluar, tapi Dikeluarkan NasDem
luar PSI, Tapi Dikeluarkan Nasdem Official Announcement - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mengklaim bahwa ia tidak secara resmi

Ahmad Ali Umumkan Keluar PSI, Tapi Dikeluarkan Nasdem
Tempatdonasi.com – Official Announcement – Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mengklaim bahwa ia tidak secara resmi mengajukan pengunduran diri dari Partai NasDem. Ia menyatakan bahwa keputusan pemecatannya diambil oleh partai tersebut setelah kongres NasDem tahun 2024. Menurut Ali, ini menjadi bagian dari upaya menjelaskan latar belakang transisi ke PSI, yang ia anggap sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan mahar politik.
Latar Belakang Konflik
Ahmad Ali, warga Sulawesi Tengah, mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap tindakan NasDem yang memutus hubungan dengan dirinya. Ia menyebutkan bahwa keputusan ini terkait penolakannya terhadap tuntutan pembayaran mahar politik. “Aku yakin seribu persen,” ujar Ali saat dihubungi Tempo pada Ahad, 21 Juni 2026. Sebelumnya, ia menjabat sebagai salah satu kader yang dipercayakan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, dalam proyek strategis partai.
Proses Pemecatan dan Pernyataan Ali
Dalam official announcement terbaru, Ali menegaskan bahwa ia tetap berpegang pada prinsip transparansi. Ia mengungkapkan peran aktifnya dalam acara “Apel Siaga Kader” pada 16 Juli 2023, yang menjadi contoh penggunaan dana partai. “Itu biaya saya semua,” katanya, menyoroti tanggung jawab keuangan yang ia ambil.
Pernyataan Surya Paloh tentang politik tanpa mahar diungkapkan pada 21 April 2026, saat ia berbicara di Surabaya. Ia menekankan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari identitas NasDem, meski Ali merasa ada tekanan untuk memaksa keluar dari partai karena menolak memenuhi aturan tersebut.
“Ketika kita menjalankannya dengan kesadaran penuh dan konsisten, pasti akan memberikan hasil yang baik,” ujarnya seperti dikutip dari YouTube Metro TV.
Dalam wawancara dengan Tempo, Ali menjelaskan bahwa ia mempercayai prinsip NasDem tentang penghapusan mahar politik. Namun, ia menyoroti cara implementasinya yang ia anggap terlalu kaku, terutama jika melibatkan kader yang menjadi target reformasi internal.
Reaksi dari Pemimpin NasDem
Redaksi Tempo telah menghubungi Sekretaris Jenderal Hermawi Taslim dan Bendahara Umum Ahmad Sahroni untuk meminta konfirmasi. Sampai saat ini, keduanya belum merespons, meski Ali berharap pihak NasDem memberikan penjelasan mengenai proses pemecatan tersebut.
Kebijakan politik tanpa mahar menjadi isu yang hangat diperbincangkan dalam konteks reformasi partai politik di Indonesia. Banyak kritikus menilai bahwa kebijakan ini bisa menjadi alat untuk mengontrol kader, sementara Ali mempertahankan pendiriannya sebagai bagian dari official announcement terkini.
Ali juga menyebutkan bahwa dana NasDem bisa digunakan untuk proyek besar seperti pembangunan NasDem Tower di Gondangdia, Jakarta Pusat. “Aku yakin bahwa dana ini bisa digunakan untuk membangun NasDem Tower,” kata Ali, menunjukkan keyakinannya terhadap kebijakan keuangan partai.
