Skip to content
Nasional

Pengelola soal Kembang Api Pre Wedding: Di Luar Komplek Candi Prambanan

Wahyu Santoso - tempatdonasi.com 4 mins read

Pengelola Soal Kembang Api Pre Wedding: Di Luar Komplek Candi Prambanan Pengelola soal Kembang Api Pre Wedding - Pada 27 Juni 2026, manajemen PT Taman Wisata

Pengelola soal Kembang Api Pre Wedding: Di Luar Komplek Candi Prambanan

Pengelola Soal Kembang Api Pre Wedding: Di Luar Komplek Candi Prambanan

Tempatdonasi.com – Pada 27 Juni 2026, manajemen PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko memberikan pernyataan mengenai adanya pesta kembang api yang viral di kawasan candi bersejarah tersebut. Acara ini diduga sebagai bagian dari kegiatan pre-wedding yang diadakan oleh Sekretaris Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah. Meski beberapa warga menyoroti dentuman kembang api yang cukup keras pada Rabu malam, 24 Juni 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, pengelola candi memastikan lokasi penyelenggaraan tidak berada di dalam area operasional atau Zona 2.

Penyalaan Kembang Api di Luar Area Operasional

Leonardus Adityo Nugroho, General Manager Prambanan dan Ratu Boko, mengungkapkan bahwa pesta kembang api berlangsung di luar wilayah candi. Lokasi acara tepatnya berada di RT 25 Desa Tlogo, Prambanan, Klaten, yang berada di bagian selatan kompleks candi. “Penyalaan kembang api tersebut tidak dilakukan di area operasional Candi Prambanan atau Zona 2,” jelasnya. Ia menambahkan, kegiatan tersebut telah berkoordinasi dengan warga setempat dan memperoleh izin dari instansi terkait.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, kegiatan tersebut telah berkoordinasi dengan warga desa setempat dan sudah memperoleh perizinan dari pihak berwenang,” ujarnya.

Menurut Adityo, perusahaan telah bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keamanan, kenyamanan pengunjung, masyarakat sekitar, serta kelestarian kawasan cagar budaya. Ia juga menegaskan bahwa lokasi acara tidak berada dalam wilayah pengelolaan candi, sehingga tidak ada pelanggaran terhadap aturan yang berlaku. “Lokasi kembang api tidak dilakukan di wilayah pengelolaan kami, jadi kami memastikan bahwa di area kami tidak ada yang dilanggar,” tambahnya.

Anggota Masyarakat: Pesta Kembang Api Terencana

Di sisi lain, Lurah Desa Tlogo, Prambanan, Raksono, mengungkapkan bahwa acara tersebut memang berasal dari pre-wedding Rizky Irmansyah. “Informasinya acara itu sudah berizin, namun saya juga tak mengira kalau ada kembang api yang besar itu dengan durasi sekitar dua menit,” katanya. Ia menjelaskan bahwa lokasi acara berada di luar kompleks candi, tepatnya di sisi selatan Mandala Wisata, di timur jalan Candi Sewu.

“Untuk lokasi acara tersebut, kata Raksono, berada di luar kompleks Candi Prambanan. Persisnya sisi selatan Mandala Wisata, di timur jalan Candi Sewu.”

Raksono mengakui bahwa pesta kembang api tersebut menjadi perhatian publik karena dentumannya yang cukup kuat. Namun, ia mempertahankan bahwa kegiatan telah diatur dengan baik dan diberi izin oleh pihak yang berwenang. “Acara kembang api itu dari informasi yang diterima pihak kami memang berasal dari kegiatan pre-wedding Sekretaris Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah,” ujarnya.

Kontroversi dan Tanggapan Pengelola

Sebelumnya, pesta kembang api di kawasan Candi Prambanan menarik perhatian warganet karena dianggap mengganggu ketenangan lingkungan. Beberapa orang menyoroti dentuman yang terdengar jelas di sekitar candi, terutama pada malam hari. Namun, pengelola candi memastikan bahwa acara tersebut tidak memengaruhi kondisi utama tempat wisata tersebut.

“Lokasi kembang api tidak dilakukan di wilayah pengelolaan kami, jadi kami memastikan bahwa di area kami tidak ada yang dilanggar,” ujarnya.

Adityo menambahkan bahwa kegiatan seperti pre-wedding sering dilakukan oleh masyarakat sekitar, dan perusahaan selalu memastikan semua aktivitas tidak mengganggu lingkungan budaya. “Kami terus mengawasi kegiatan di sekitar candi untuk menjaga keseimbangan antara kesenangan wisatawan dan perlindungan warisan budaya,” tuturnya.

Sebagai pengelola sekaligus penjaga kelestarian candi, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan bahwa setiap acara yang dilaksanakan tidak merusak struktur candi atau mengganggu pengunjung. Meski penyelenggaraan kembang api berada di luar area operasional, pengelola tetap berupaya meminimalkan dampak negatif dari suara dentuman dan asap yang dihasilkan.

Klien dan Privasi

Ketika ditanya apakah acara tersebut benar-benar diadakan oleh Sespri Prabowo Subianto, Adityo mengatakan bahwa informasi ini merupakan privasi klien. “Untuk hal tersebut merupakan privasi klien. Mohon maaf kalau kami tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut,” ujarnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut telah mendapatkan izin dan koordinasi dari pihak berwenang, sehingga dianggap sah dan tidak melanggar aturan.

Adityo juga menjelaskan bahwa ada beberapa langkah yang dilakukan untuk memastikan acara pre-wedding tidak mengganggu pengunjung. Ini termasuk memperketat persyaratan izin, meninjau lokasi, serta mengawasi kegiatan selama pelaksanaan. “Kami berharap semua acara yang dilakukan di sekitar candi dapat dilakukan dengan hati-hati, agar tidak merusak keindahan dan keamanan tempat wisata ini,” tambahnya.

Sebagai tempat wisata yang memiliki nilai sejarah tinggi, Candi Prambanan sering menjadi pilihan utama bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen spesial. Namun, pengelola tetap mempertimbangkan dampak dari kegiatan eksternal terhadap kawasan budaya. Dengan adanya pesta kembang api yang berada di luar kompleks candi, pengelola percaya bahwa persyaratan izin yang diberikan sudah cukup memadai untuk menjaga keberlanjutan kegiatan tersebut.

Di sisi lain, masyarakat sekitar merasa lega karena acara tersebut tidak mengganggu kehidupan mereka sehari-hari. Raksono menegaskan bahwa warga Desa Tlogo tetap mendukung kegiatan wisata yang berdampak positif bagi ekonomi lokal. “Kami bersyukur karena ada banyak warga yang ingin merayakan momen istimewa di sekitar candi. Selama kegiatan berjalan dengan ter

Join the discussion