Skip to content
Nasional

Prabowo: Hukum Tak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Politik

Wahyu Santoso - tempatdonasi.com 3 mins read

Prabowo Beri Hormat kepada Jokowi di Acara HUT Bhayangkara Prabowo - Pada upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Cikeas, Bogor, Jawa Barat

Prabowo: Hukum Tak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Politik

Prabowo Beri Hormat kepada Jokowi di Acara HUT Bhayangkara

Tempatdonasi.com – Pada upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan mengenai pentingnya hukum tidak digunakan sebagai sarana balas dendam politik. Sebagai inspektur upacara, Prabowo menyampaikan pesan ini dalam amanatnya yang menekankan keseimbangan dan keadilan dalam penerapan hukum.

Pesan Penting dalam Amanat

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti bahwa hukum tidak boleh menjadi alat yang hanya menyerang pihak-pihak yang lemah. Ia menyampaikan bahwa sistem hukum harus bersifat adil dan tidak dipengaruhi oleh kekuatan finansial atau kepentingan politik tertentu. “Hukum tidak boleh dipakai untuk menghukum siapa pun secara sembarangan, terutama yang tidak memiliki kekuasaan,” ujar Prabowo di Satuan Latihan Korps Brigade Mobil Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Lebih lanjut, mantan Menteri Pertahanan era Presiden Joko Widodo ini menekankan bahwa keadilan harus menjadi prioritas utama dalam penerapan hukum. “Kita tidak boleh membiarkan hukum hanya sebagai alat balas dendam yang dibawa oleh kelompok tertentu, tapi harus menjadi wadah untuk memperbaiki kesalahan dan melindungi hak-hak semua warga negara,” tambahnya.

Pentingnya Hukum sebagai Pelindung Rakyat

Prabowo juga mengingatkan bahwa rakyat paling lemah harus diberi perlindungan melalui mekanisme hukum yang tepat. Menurutnya, sistem peradilan harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang membutuhkan. “Hukum seharusnya memberi rasa aman kepada masyarakat yang jujur, serta melindungi siapa pun yang mencari kebenaran dan keadilan,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa hukum tidak boleh menjadi alat yang menyasar individu atau kelompok tertentu hanya karena alasan politik. “Orang yang benar harus merasa aman, sementara mereka yang bersalah harus bertanggung jawab atas tindakannya,” tambah Prabowo, mengingatkan bahwa prinsip keadilan harus menjadi pedoman utama dalam penerapan hukum.

Momen HUT Bhayangkara yang Dimeriahkan Atraksi

Korps Bhayangkara menggelar upacara peringatan hari jadi ke-80 mereka di Cikeas, Bogor, pagi hari ini. Acara ini memiliki tema “80 Tahun Pengabdian Polri untuk Masyarakat,” yang menggambarkan dedikasi para anggota kepolisian dalam menjaga keamanan dan kenyamanan warga negara. Rangkaian kegiatan perayaan dihiasi dengan berbagai atraksi peragaan yang menampilkan kemampuan personel Kepolisian RI, seperti konvoi kendaraan taktis, penerjunan dari udara, serta parade pasukan dari berbagai satuan Polri, TNI, dan mitra kerja.

Prabowo menyampaikan amanatnya di tengah suasana yang dipenuhi semangat nasionalis. Ia mengakui peran polisi dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan, sekaligus mengharapkan mereka tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip hukum yang menjadi fondasi negara ini. “Kami berharap hukum bisa menjadi pilar yang menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi,” katanya.

Konteks Politik dalam Pidato Prabowo

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo tidak hanya memperkuat kembali pesan tentang hukum yang adil, tetapi juga menyampaikan harapan agar semua pihak bisa bekerja sama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap keadilan. Ia menyoroti bahwa hukum harus menjadi alat yang transparan dan tidak bisa digunakan untuk menciptakan ketidakadilan yang memperkuat kekuasaan tertentu.

Prabowo mengingatkan bahwa kekuasaan dan pengaruh politik tidak boleh mengakui siapa pun yang kebal hukum. “Tidak boleh ada kriminalisasi yang terkesan sembarangan, serta penyalahgunaan wewenang yang menguntungkan kelompok tertentu,” kata mantan Ketua Umum Partai Gerindra ini. Ia menambahkan bahwa hukum harus dihargai sebagai wujud komitmen terhadap kesetaraan dalam masyarakat.

HUT Bhayangkara sebagai Simbol Kepercayaan

Pelaksanaan upacara HUT Bhayangkara tahun ini dianggap sebagai momen penting untuk menegaskan komitmen negara terhadap keadilan dan pelayanan kepada masyarakat. Korps Bhayangkara menampilkan berbagai peragaan yang menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Para peserta upacara juga menampilkan keterlibatan mitra-mitra Polri, seperti TNI dan organisasi kemasyarakatan, dalam menjaga keamanan nasional.

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan bahwa hukum dan kepolisian memiliki peran yang saling terkait. “Hukum adalah jaminan keadilan, sementara polisi adalah pelaksana dari prinsip itu. Maka, kita harus terus menjaga hubungan yang sehat antara keduanya,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa institusi kepolisian harus menjadi pen

Join the discussion