Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan Emir Qatar
Presiden Prabowo Mengirimkan Ucapan Duka Cita atas Meninggalnya Mantan Emir Qatar Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya - Indonesia melalui Presiden

Presiden Prabowo Mengirimkan Ucapan Duka Cita atas Meninggalnya Mantan Emir Qatar
Tempatdonasi.com – Indonesia melalui Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhum Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, mantan pemimpin negara Qatar. Kabar kepergian sang emir diterima dengan penuh rasa hormat dari berbagai kalangan di tanah air. Hamad bin Khalifa Al Thani menghembuskan napas terakhirnya pada hari Ahad, tanggal 12 Juli 2026, dalam usia yang telah mencapai 74 tahun.
Ucapan duka cita tersebut disampaikan secara langsung melalui fitur Instagram story yang tersedia di platform media sosial. Pesan resmi dari Istana Negara tersebut ditujukan kepada keluarga kerajaan serta seluruh rakyat Qatar yang berduka atas kepergian pemimpin mereka. Melalui akun resmi @presidenrepublikindonesia, Prabowo mengutarakan rasa simpati yang mendalam pada Senin, 13 Juli 2026.
Indonesia menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada Yang Mulia Sheikh Tamin bin Hamad Al Thani, dan masyarakat Qatar atas meninggalnya Emir, Yang Mulia Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani.
Masa Kepemimpinan dan Reformasi Qatar
Sebagai anggota keluarga kerajaan yang telah lama berkhidmat untuk negaranya, Hamad bin Khalifa Al Thani memimpin Qatar selama periode yang cukup panjang, yakni dari tahun 1995 hingga 2013. Selama masa kepemimpinannya, berbagai perubahan signifikan dilakukan untuk memodernisasi negara tersebut. Salah satu pencapaian terbesar adalah pengesahan konstitusi permanen pertama Qatar pada tahun 2004, yang menjadi tonggak sejarah penting bagi sistem pemerintahan negara tersebut.
Pemerintahan Hamad juga membawa inovasi dalam bidang demokrasi lokal. Untuk pertama kalinya, pemilihan tingkat kota diperkenalkan di Qatar. Yang menarik, reformasi ini memberikan kesempatan kepada perempuan untuk tidak hanya memilih, tetapi juga mencalonkan diri sebagai kandidat dalam pemilihan tersebut. Hal ini menunjukkan kemajuan dalam kesetaraan gender di negara tersebut.
Transisi Kekuasaan dan Latar Belakang Keluarga
Pada tahun 2013, Hamad bin Khalifa Al Thani memutuskan untuk turun tahta setelah hampir dua dekade memimpin. Ia menyerahkan jabatan sebagai emir Qatar kepada putranya sendiri, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Saat itu, Sheikh Tamim berusia 33 tahun dan kini telah menjabat sebagai emir hingga saat ini. Keluarga Al Thani telah berkuasa di Qatar sejak pertengahan abad ke-19, menjadikan mereka salah satu dinasti tertua di kawasan tersebut.
Hamad bin Khalifa Al Thani lahir pada tahun 1952 dalam keluarga bangsawan yang berpengaruh. Pendidikan militernya diperoleh di akademi Britania Raya, Sandhurst, yang merupakan salah satu institusi militer terkemuka di dunia. Sebelum menjadi emir, ia telah menempuh berbagai posisi strategis, termasuk sebagai panglima tentara Qatar dan menteri pertahanan.
Kudeta Damai dan Transformasi Nasional
Pada akhir dekade 1970-an, Hamad dinobatkan sebagai putra mahkota yang akan meneruskan takhta ayahnya, Khalifa bin Hamad Al Thani. Titik balik dalam kariernya terjadi pada tahun 1995 ketika ia melaksanakan kudeta yang tidak berdarah untuk merebut kursi emir Qatar. Saat itu, ayahnya sedang berada di luar negeri, memungkinkan Hamad untuk mengambil alih kekuasaan dengan lancar.
Di bawah kepemimpinan Sheikh Hamad, Qatar mengalami transformasi luar biasa. Negara yang dulunya kecil, marjinal, dan minim sumber daya berubah menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kawasan Timur Tengah. Salah satu faktor utama keberhasilan ini adalah kekayaan gas alam yang melimpah, menjadikan Qatar salah satu negara terkaya di dunia berdasarkan produk domestik bruto per kapita.
