Skip to content
Nasional

BRIN Buka Program Magang untuk Mahasiswa

Wahyu Santoso - tempatdonasi.com 4 mins read

BRIN Buka Program Magang untuk Mahasiswa Special Plan - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini meluncurkan peluang magang bagi mahasiswa aktif di

BRIN Buka Program Magang untuk Mahasiswa

BRIN Buka Program Magang untuk Mahasiswa

Tempatdonasi.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini meluncurkan peluang magang bagi mahasiswa aktif di semester ganjil tahun akademik 2026/2027. Pendaftaran untuk program ini telah dibuka sejak 2 Juli 2026, dengan batas waktu pendaftaran untuk skema tertentu hingga 7 Juli 2026. Program magang ini menjadi bagian dari upaya BRIN dalam mencetak sumber daya manusia yang berkompeten di bidang riset dan inovasi.

Program Magang: Strategi Pengembangan Talenta

Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, menjelaskan bahwa program magang BRIN bertujuan untuk membangun fondasi para peneliti muda yang siap bersaing di tingkat global. “Talenta riset tidak muncul secara instan, melainkan melalui proses pematangan yang dimulai dari tingkat pendidikan tinggi,” tegas Ajeng dalam wawancara melalui laman resmi BRIN, Ahad, 5 Juli 2026. Ia menambahkan, mahasiswa yang mengikuti program ini diharapkan memiliki semangat tinggi terhadap bidang riset dan mampu berkontribusi signifikan di masa depan.

“Kami percaya bahwa magang menjadi jembatan penting untuk mengintegrasikan teori akademik dengan praktik lapangan, sehingga peserta bisa memperluas wawasan dan keterampilan mereka sebelum memasuki dunia kerja.”

Tujuan dan Skema Program Magang

Program magang BRIN dibagi menjadi dua skema utama. Pertama, magang riset dan non-riset yang ditujukan bagi mahasiswa D4 atau S1. Durasi program ini berlangsung selama satu semester atau enam bulan, dengan fokus pada pembelajaran praktik riset dan kegiatan kerja non-riset. Kedua, magang riset tugas akhir yang mencakup mahasiswa D4, S1, S2, serta S3. Skema ini lebih fleksibel karena durasinya disesuaikan dengan kebutuhan penelitian masing-masing peserta.

Direktur Ajeng menyebutkan bahwa program magang riset tugas akhir memiliki peran khusus dalam membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan penelitian mereka. “Ketika peserta magang mengikuti riset tugas akhir, mereka mendapatkan bimbingan langsung dari para peneliti BRIN, yang akan memberikan wawasan tentang metode riset, manajemen proyek, dan penerapan teknologi,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan visi BRIN untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri serta akademik.

Proses Seleksi dan Durasi Magang

Untuk skema magang riset dan non-riset, pendaftaran dibuka pada periode tertentu, yakni antara 2 hingga 7 Juli 2026, melalui sistem ELSA BRIN. Sementara skema magang riset tugas akhir tersedia sepanjang tahun, dengan seleksi yang dilakukan setiap tiga bulan sekali. Proses seleksi ini dirancang untuk memastikan hanya calon peserta yang memenuhi kriteria tertentu dapat terpilih.

Ajeng juga menjelaskan bahwa program magang BRIN menawarkan berbagai fasilitas penelitian yang mendukung proses pembelajaran. “Selama masa magang, peserta tidak perlu khawatir tentang pengelolaan anggaran atau peralatan riset karena hal tersebut ditanggung oleh pembimbing mereka,” tambahnya. Fasilitas ini mencakup akses ke laboratorium, perpustakaan, serta infrastruktur penelitian modern yang dimiliki BRIN.

Penjelasan Syarat dan Dokumen Pendaftaran

Para calon peserta harus mempersiapkan beberapa dokumen yang diperlukan. Berikut adalah daftar lengkapnya:

  • Berkas pertama adalah Daftar Riwayat Hidup (CV) dalam format yang telah ditetapkan oleh BRIN.
  • Kedua, Surat Pengantar Magang dari institusi pendidikan, yang lebih disukai berasal dari perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama dengan BRIN.
  • Ketiga, Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh mahasiswa, menyatakan kesanggupan mengikuti program magang serta komitmen terhadap bidang riset.
  • Keempat, Proposal Magang yang berisi rencana aktivitas selama masa magang, termasuk tujuan, metodologi, dan harapan peserta.
  • Limanya, Salinan Kartu BPJS atau asuransi kesehatan yang terdaftar.
  • Terakhir, Sertifikat Pendukung lainnya yang relevan, seperti sertifikat pelatihan atau prestasi akademik.

Menurut Ajeng, kehadiran sistem magang ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama antara lembaga riset dan dunia akademik. “Program ini membuka akses bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proyek penelitian yang berdampak signifikan, baik secara lokal maupun nasional,” jelasnya. Dengan adanya program ini, BRIN berharap mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang inovatif dan berorientasi riset.

Mengapa Perlu Satgas Akademikus Jika Ada BRIN?

Pilihan Editor: Mengapa Perlu Satgas Akademikus Jika Ada BRIN?

Meski BRIN telah menyediakan program magang yang terstruktur dan berbasis riset, adanya Satgas Akademikus tetap diperlukan untuk memastikan proses penerimaan mahasiswa berjalan lancar. Satgas Akademikus berperan dalam memvalidasi kelayakan calon peserta, memastikan konsistensi kualitas program, serta mengkoordinasikan antara perguruan tinggi dan BRIN. Dengan sistem ini, BRIN dapat memperluas jangkauan program magang dan memastikan partisipasi mahasiswa yang lebih luas.

Dalam konteks ini, BRIN menjadi penanggung jawab utama dalam menyediakan sumber daya dan fasilitas riset, sementara Satgas Akademikus bertindak sebagai mediator antara mahasiswa dan lembaga. Hal ini menjaga agar program magang tetap relevan dengan kebutuhan akademik dan industri, sekaligus memastikan bahwa peserta memiliki latar belakang yang sesuai

Join the discussion