Skip to content
Nasional

Prabowo Bilang Banyak Negara Iri dengan Indonesia

Maya Rahman - tempatdonasi.com 3 mins read

Prabowo Ungkap Dunia Mulai Sadar atas Keberhasilan Indonesia Special Plan - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya bahwa banyak negara di dunia

Prabowo Bilang Banyak Negara Iri dengan Indonesia

Prabowo Ungkap Dunia Mulai Sadar atas Keberhasilan Indonesia

Tempatdonasi.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya bahwa banyak negara di dunia merasa iri terhadap kemajuan Indonesia. Pernyataan tersebut ia sampaikan secara langsung saat menghadiri acara peluncuran program biodiesel B50 yang diselenggarakan di Karawang, Jawa Barat, pada hari Kamis, 9 Juli 2026. Dalam kesempatan ini, Special Plan menjadi sorotan utama karena menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan energi terbarukan nasional.

Dalam sambutannya, kepala negara tersebut menekankan bahwa persaingan global memang begitu ketat. Ia menjelaskan bahwa tidak hanya persaingan biasa, tetapi juga ada perasaan negatif dari beberapa pihak terhadap Indonesia. Menurut Special Plan yang disampaikan, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin diakui keberadaannya di kancah internasional.

“Banyak negara yang iri sama kita, banyak negara yang benci sama kita,” tegas Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

Menurut penjelasan Presiden, bangsa Indonesia secara alami tidak memiliki sifat membenci kepada orang lain. Namun, kenyataannya menunjukkan bahwa banyak pihak luar maupun dalam negeri yang merasa dengki. Mereka cenderung ingin merugikan Indonesia dan sering kali menyebarkan citra buruk tentang negara ini. Special Plan ini juga mencakup upaya diplomasi untuk mengatasi persepsi negatif tersebut.

Prabowo juga menyoroti fenomena yang terjadi di platform media sosial. Berbagai narasi negatif pernah beredar luas di dunia maya, termasuk tagar yang menyebut Indonesia sebagai negara gelap. Selain itu, ada pula klaim-klaim yang menyatakan bahwa Indonesia akan mengalami kekacauan atau bahkan kolaps dalam waktu dekat. Special Plan yang dirancang pemerintah bertujuan untuk memperkuat ketahanan informasi nasional.

“Dia berharap kolaps, bayangkan, orang Indonesia sendiri berharap kolaps,” ungkap mantan menteri pertahanan tersebut.

Narasi-narasi tersebut tidak hanya berasal dari pihak asing, tetapi juga dari masyarakat Indonesia sendiri. Oleh karena itu, Prabowo mengajak seluruh rakyat untuk lebih waspada terhadap kondisi semacam ini. Melalui Special Plan, pemerintah ingin membangun kesadaran kolektif bahwa Indonesia sedang dalam perjalanan menuju kemajuan yang lebih baik.

Indonesia Mulai Dibicarakan di Kancah Dunia

Di sisi lain, Prabowo merasa terkejut ketika melihat bahwa tokoh-tokoh dunia mulai membicarakan Indonesia. Ia menyampaikan bahwa banyak pertanyaan muncul dari luar negeri mengenai bagaimana Indonesia bisa berhasil tanpa mengalami kepanikan. Selain itu, Indonesia juga dinilai tidak menaikkan harga bahan bakar minyak untuk rakyat kecil, sesuatu yang sering terjadi di negara-negara lain. Special Plan ini menjadi bukti nyata bahwa kebijakan Indonesia mendapat perhatian global.

Acara yang sama juga menjadi momen penting bagi peluncuran program Biodiesel B50. Program ini mewajibkan pencampuran biodiesel berbahan dasar kelapa sawit sebesar lima puluh persen ke dalam bahan bakar minyak jenis solar yang beredar di Indonesia. Implementasi Special Plan dalam sektor energi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar dari luar negeri. Ia menyatakan bahwa dengan implementasi penuh program B50, Indonesia tidak lagi perlu mengimpor produk solar ke dalam negeri. Special Plan yang terintegrasi dengan program B50 ini menjadi salah satu pencapaian signifikan dalam sektor energi nasional.

“Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita,” jelas Bahlil saat acara peluncuran program B50 bersama Presiden Prabowo di Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Bahlil, rata-rata konsumsi solar di Indonesia mencapai antara tiga puluh delapan hingga empat puluh juta kiloliter setiap tahunnya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia selama ini masih melakukan impor solar sekitar tiga hingga empat juta kiloliter per tahun. Special Plan yang mencakup pengembangan industri sawit nasional akan mendukung keberlanjutan program B50 ini.

Pencampuran lima puluh persen biodiesel kelapa sawit ke dalam BBM akan menurunkan kebutuhan solar murni di Indonesia. Melalui perluasan program B50, volume produksi dalam negeri dinilai sudah sanggup memenuhi seluruh kebutuhan pasar domestik secara mandiri. Special Plan ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan keberhasilan implementasi.

Sebelum diluncurkan secara resmi, pemerintah telah melakukan uji coba Biodiesel B50 selama enam bulan. Pengujian dilakukan pada enam sektor pengguna mesin diesel, yaitu otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, dan kereta api. Dengan dukungan Special Plan, diharapkan program ini dapat terus dikembangkan untuk masa depan energi Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Pilihan Editor: Prabowo Resah Indonesia Belum Lolos Piala Dunia

Join the discussion