Skip to content
Nasional

Pramono Siapkan Sekolah Rakyat untuk Seribu Siswa Tambahan

Andi Permata - tempatdonasi.com 5 mins read

ah Rakyat untuk Seribu Siswa Tambahan Special Plan - Pemerintah DKI Jakarta, melalui Gubernur Pramono Anung, tengah mempercepat persiapan infrastruktur

Pramono Siapkan Sekolah Rakyat untuk Seribu Siswa Tambahan

Pramono Siapkan Sekolah Rakyat untuk Seribu Siswa Tambahan

Tempatdonasi.com – Pemerintah DKI Jakarta, melalui Gubernur Pramono Anung, tengah mempercepat persiapan infrastruktur pendidikan untuk menampung seribu siswa tambahan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keinginan Presiden Joko Widodo untuk memperluas cakupan Sekolah Rakyat, program pendidikan inklusif yang bertujuan memberdayakan anak-anak dari keluarga kurang beruntung. Pramono mengungkapkan bahwa pihaknya sedang memfinalisasi lokasi-lokasi yang akan digunakan sebagai tempat penyelenggaraan program tersebut.

Program Sekolah Rakyat dan Dukungan Pemimpin

Dalam kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan pada Jumat, 3 Juli 2026, Pramono menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada pengembangan sekolah-sekolah rintisan yang mampu memberikan akses pendidikan berkualitas. “Kami akan mendalami dan menyiapkan lokasi yang bisa digunakan untuk boarding sekolah rakyat untuk seribu siswa,” katanya, menggambarkan visi pemerintah daerah untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih luas dan inklusif.

Pramono juga menekankan bahwa program ini selaras dengan kebijakan sebelumnya yang bertujuan meningkatkan peluang pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. “Semangatnya sama dengan apa yang menjadi keinginan dasar Pemerintah DKI Jakarta sehingga harapan Pak Presiden untuk menambah sampai dengan seribu siswa dapat tercapai,” tuturnya, menyoroti komitmen konsisten pemerintah provinsi untuk menjamin akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat.

Kendala Lahan dan Progres Pengembangan

Menurut Pramono, selama ini Sekolah Rakyat hanya mengandalkan satu gedung permanen yang disediakan oleh Kementerian Sosial. “Dalam hal ini, Presiden ingin ada percepatan supaya nanti nggak ketinggalan,” ujarnya, saat bersamaan mengapresiasi upaya yang telah dilakukan. Ia menyatakan bahwa kendala utama yang dihadapi adalah kekurangan lahan, namun pihaknya telah mengidentifikasi sepuluh titik lokasi untuk sekolah rintisan. “Dari sepuluh titik itu ada delapan yang sedang dalam proses renovasi, salah satunya gedung milik Lembaga Administrasi Negara (LAN) Pejompongan, Marunda, dan Curug,” tambahnya.

Gedung-gedung tersebut, kata Pramono, telah dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Proses revitalisasi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi Sekolah Rakyat di berbagai wilayah DKI Jakarta. “Kalau perlu ada lima gedung permanen sehingga bisa menampung sampai lebih 10 ribu siswa,” ujarnya, menyoroti kebutuhan akan infrastruktur yang lebih luas untuk mendukung pertumbuhan program ini.

Manfaat Pendidikan bagi Keluarga Miskin

Pramono menyebut bahwa Sekolah Rakyat menjadi solusi bagi keluarga miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka. “Program ini menjadi sangat relevan, sangat tepat untuk ditindaklanjuti,” ujarnya, menegaskan pentingnya kebijakan ini dalam memperluas kesempatan pendidikan. Dalam kunjungan ke lokasi Sekolah Rakyat Menengah Atas 10, ia juga mengamati capaian luar biasa dari siswa yang berasal dari lingkungan kurang beruntung.

Kebijakan ini berjalan sejalan dengan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), yang telah memberikan manfaat signifikan kepada masyarakat. “Sekolah Rakyat memiliki tujuan yang sama dengan program-program sebelumnya, yaitu memperkuat sistem pendidikan yang berbasis keadilan,” jelas Pramono, menjelaskan alasan pengembangan program ini dianggap strategis.

Permintaan dari Ibu-Ibu yang Belum Memperoleh Ijazah

Saat kunjungan ke lokasi Sekolah Rakyat, Pramono juga menyampaikan bahwa ada ibu-ibu yang datang langsung untuk meminta bantuan kepada pihaknya. “Ada ibu-ibu yang minta untuk anaknya belum ditebus ijazahnya. Kami akan langsung tindaklanjuti,” ujarnya, menunjukkan respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini memperkuat bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menyediakan layanan pendampingan untuk memastikan anak-anak tidak terlepas dari jalur pendidikan.

Potensi Dampak Jangka Panjang

Pramono berharap program Sekolah Rakyat dapat menjadi pintu gerbang bagi anak-anak yang belum beruntung untuk menatap masa depan yang lebih cerah. “Dengan adanya tambahan kapasitas, kami percaya bahwa lebih banyak anak akan mendapat kesempatan untuk berkembang secara maksimal,” katanya, menyampaikan harapan bahwa pendidikan akan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia menekankan bahwa keterlibatan pemerintah daerah dalam mengembangkan program ini sangat krusial.

Dalam upaya mencapai target 10 ribu siswa, Pramono mengungkap bahwa penambahan lokasi sekolah rintisan akan ditempuh secara bertahap. “Dari titik lokasi yang telah ditentukan, kami akan fokus pada renovasi dan penyiapan fasilitas yang memadai,” ujarnya. Ia berharap proses ini dapat berjalan lancar dan tepat waktu, sehingga tidak ada anak yang terlantar dalam pendidikan.

Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa saat ini Sekolah Rakyat masih bergantung pada satu gedung permanen. “Karena itu, Presiden ingin ada percepatan agar tidak tertinggal dari kemajuan pendidikan di wilayah lain,” katanya, menegaskan urgensi pengembangan infrastruktur pendidikan. Saifullah juga mengatakan bahwa perlu ada penambahan sejumlah gedung baru untuk memenuhi kebutuhan sekolah rakyat di DKI Jakarta.

Menurut Saifullah, tiga gedung yang sedang dalam renovasi akan menjadi fondasi awal untuk menciptakan ekosistem pendidikan inklusif. “Selain itu, kami juga sedang mencari lokasi lain yang bisa dijadikan alternatif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum sangat vital dalam memastikan gedung-gedung yang digunakan memenuhi standar kelayakan.

Sekolah Rakyat, selain memberikan pelatihan akademik, juga menawarkan layanan pendampingan untuk mengurangi beban keluarga miskin. Pramono menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mencakup berbagai aspek pendidikan, termasuk keterampilan hidup dan literasi dasar. “Tujuannya adalah agar anak-anak dari keluarga kurang beruntung bisa meraih kesempatan yang sama dengan anak-anak lain,” ujarnya, menekankan keadilan dalam akses pendidikan.

Dengan penambahan kapasitas ini, pemerintah DKI Jakarta berharap bisa memenuhi permintaan masyarakat yang terus meningkat. Pramono mengatakan bahwa setiap tambahan sekolah rakyat akan memberikan dampak yang signifikan, terutama bagi anak-anak yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan. “Kami percaya bahwa program ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya, menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan daerah.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Pramono menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi, Kementerian Sosial, dan berbagai pihak lain sangat penting dalam pengembangan program Sekolah Rakyat. “Kerja sama ini akan memastikan bahwa kita bisa mencapai target yang telah ditetapkan,” ujarnya. Dengan bantuan dari berbagai instansi, Pramono yakin bahwa proyek ini bisa berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Menurutnya, Sekolah Rakyat juga menjadi wadah untuk menginspirasi masyarakat luas. “Program ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh kepada masyarakat yang kurang beruntung,” katanya. Dengan menambah kapasitas, pemerintah DKI Jakarta berharap bisa membuka peluang baru bagi ribuan anak yang selama ini belum mendapat tempat belajar yang memadai.

Dalam konteks ini, Pramono menekankan bahwa penambahan sekolah rakyat bukan hanya tentang membangun gedung, tetapi juga tentang menyukseskan program pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan. “Kami akan memastikan bahwa setiap siswa yang masuk program ini akan mendapatkan layanan yang komprehensif,” ujarnya. Ia berharap dukungan ini bisa terus bertambah seiring percepatan proses pembangunan.

Join the discussion