Solusi untuk: Atasi sampah, Pemkot Pekalongan siapkan lahan 5 hektare bangun PSEL
Atasi Sampah, Pemkot Pekalongan Siapkan Lahan 5 Hektare Bangun PSEL
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, tengah menyiapkan area seluas lima hektare untuk pengembangan instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Langkah ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah skala regional, dengan dana sepenuhnya didanai investor. Proyek ini tidak memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai sumber pendanaan.
Proses Pembiayaan dan Kemitraan
Kota Pekalongan telah meneken kesepakatan dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Pemprov Jawa Tengah, serta Pemkab Batang, Pemalang, dan Pekalongan. Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menjelaskan lokasi lahan yang disediakan berada di sekitar wilayah pintu keluar Tol Setono. Ia menyebut area ini bisa bertambah untuk mengatasi antrean truk pengangkut sampah yang memengaruhi jalan raya.
“Untuk lahan yang kami siapkan, luasnya sekitar 5 hektare. Bahkan, bisa berpotensi bertambah agar truk pengangkut sampah tidak mengganggu alur lalu lintas,” kata Afzan.
Menurut Wali Kota, MoU yang ditandatangani akan mempercepat proses administrasi serta implementasi proyek PSEL di empat daerah. Meski demikian, diperlukan waktu sekitar dua tahun sebelum instalasi tersebut bisa beroperasi.
“Saat ini, kemajuan proyek terus berlanjut. Kami sudah mampu mengurangi sekitar 50 persen dari sampah yang terurai, sedangkan sisa bagian lainnya ditangani melalui pengolahan di TPST maupun TPS 3R,” ujarnya.
Volume Sampah dan Kolaborasi
Kota Pekalongan saat ini menghasilkan sampah sebanyak 1.000 ton per hari. Volume ini mendorong kebutuhan kerja sama dengan empat daerah untuk mengelola sampah secara lebih efisien. PSEL diharapkan menjadi solusi jangka panjang, tidak hanya mengurangi beban pengelolaan sampah tetapi juga menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga upaya ini bisa mempercepat penanganan sampah di empat daerah ini, karena volume sampah yang dibutuhkan mencapai 1.000 ton per hari,” tambah Afzan.
Saat ini, Pemkot Pekalongan telah memiliki fasilitas pengolahan sampah seperti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS 3R. Namun, kapasitas yang ada baru mampu menangani sekitar 50 persen dari total volume sampah yang dihasilkan. Kebutuhan untuk menambah kapasitas memicu pengembangan PSEL sebagai alternatif strategis.
Wali Kota mengingatkan masyarakat bahwa penanganan sampah tetap memerlukan peran aktif warga. Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak di tingkat rumah tangga, meskipun proyek PSEL sudah dalam tahap persiapan. “Walaupun sudah ada kesepakatan dan MoU, masyarakat tetap harus disiplin dalam mengelola sampah, terutama dengan melakukan pemilahan dari rumah,” ujar Afzan.
