Pertama dalam 20 Tahun, Cina Dipandang Lebih Positif dari AS
Perubahan Paradigma Global: Cina Melebihi AS dalam Persepsi Positif untuk Pertama Kalinya dalam Dua Dekade Pertama dalam 20 Tahun Cina Dipandang - Sebagian

Perubahan Paradigma Global: Cina Melebihi AS dalam Persepsi Positif untuk Pertama Kalinya dalam Dua Dekade
Tempatdonasi.com – Sebagian besar masyarakat dunia selama bertahun-tahun cenderung memberikan penilaian lebih baik terhadap Amerika Serikat dibandingkan dengan Republik Rakyat Cina. Namun, tren tersebut mengalami pembalikan signifikan pada tahun ini, di mana Beijing mulai mendapat simpati lebih besar dari berbagai belahan dunia. Perubahan mencolok ini sebagian besar disebabkan oleh ketegangan yang muncul antara pemerintahan Donald Trump dengan negara-negara sekutu tradisional Amerika Serikat. Informasi ini diungkap melalui laporan CNA yang diterbitkan pada Kamis, 16 Juli 2026, berdasarkan data jajak pendapat terbaru dari lembaga Pew Research Center.
Hasil survei menunjukkan bahwa lebih banyak responden memiliki persepsi positif terhadap Cina daripada terhadap Amerika Serikat. Angka ini tercapai di 25 dari total 36 negara dan wilayah yang menjadi objek penelitian. Negara-negara besar seperti Kanada dan Meksiko termasuk dalam kelompok tersebut. Pengumpulan data dilakukan secara bertahap antara bulan Februari hingga Mei, yang merupakan periode kritis ketika Amerika Serikat bersama Israel melakukan serangan terhadap Iran tanpa alasan yang jelas bagi banyak pihak internasional.
Perbandingan Persepsi terhadap Pemimpin Dunia
Meskipun terjadi pergeseran besar, masih ada enam negara di mana masyarakatnya tetap memandang Amerika Serikat lebih positif daripada Cina. Temuan ini diumumkan pada Rabu, 15 Juli 2026. Selain itu, di 22 dari 36 negara dan wilayah, pandangan terhadap pemimpin Cina, Xi Jinping, lebih unggul dibandingkan dengan Presiden AS, Donald Trump. Kelompok ini mencakup Kanada, Meksiko, serta negara-negara Eropa utama seperti Prancis, Jerman, dan Inggris. Namun, penting untuk dicatat bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kedua tokoh tersebut secara keseluruhan masih tergolong rendah.
Ini adalah kali pertama dalam kurun waktu sekitar 20 tahun Pew memantau opini global di mana Cina dipandang lebih positif dibandingkan AS, ujar Laura Silver, direktur asosiasi Riset Sikap Global (Global Attitudes Research) Pew sekaligus salah satu peneliti dalam studi tersebut.
Sebelumnya, pandangan terhadap Beijing dan Washington sempat sangat mirip pada beberapa masa tertentu. Namun, menurut Silver, belum pernah terjadi penilaian yang jauh lebih baik bagi Cina hingga saat ini. Pergeseran ini terjadi seiring dengan meredanya isu pandemi COVID-19 dan memburuknya pandangan dunia terhadap AS.
Terdapat kaitan nyata antara pecahnya perang dengan anggapan bahwa AS tidak berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas, serta berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap Donald Trump, ujarnya.
Beberapa faktor lain yang disebutkan Silver meliputi tuntutan Trump untuk menguasai Greenland, operasi militer AS yang menangkap pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, serta penanganan AS terhadap perang Israel-Hamas di Gaza. Semua hal ini menyebabkan rendahnya tingkat penerimaan publik di banyak negara. Dalam beberapa bulan hingga tahun terakhir, AS telah melakukan banyak langkah terkait keterlibatan global yang tidak dipandang secara positif di kancah internasional.
Selain diuntungkan oleh ingatan akan pandemi yang kian memudar, Cina tampaknya juga mendapat keuntungan dari perbandingan dengan AS. Sebagai perbandingan, kita tahu bahwa Cina dipandang sebagai mitra yang lebih dapat diandalkan di banyak tempat. Negara ini lebih mungkin dianggap berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas global, kata peneliti tersebut.
Perubahan Drastis di Negara Sekutu AS
Yang patut dicatat, pandangan masyarakat di beberapa negara sekutu AS—seperti Kanada—telah berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir. Dalam survei terbaru, hanya 33 persen warga Kanada yang memiliki pandangan positif terhadap AS, turun dari 57 persen pada 2023. Pada periode yang sama, pandangan positif mereka terhadap Cina meningkat dari 14 persen menjadi 44 persen. Tahun lalu, Trump memberlakukan serangkaian tarif terhadap produk-produk Kanada dan bahkan sempat mengklaim bahwa Kanada bisa menjadi “negara bagian ke-51”.
Negara-negara besar Eropa—termasuk Prancis, Jerman, Spanyol, Italia, Swedia, dan Belanda—semuanya telah mengubah pandangan mereka terhadap dua ekonomi terbesar dunia tersebut. Masyarakat Inggris, yang pada 2023 mencatat sekitar enam dari sepuluh orang memiliki pandangan positif terhadap AS, kini memandang Cina dan AS secara setara. Tiga tahun lalu, terdapat selisih 32 poin persentase yang mengunggulkan AS.
Dari enam negara yang masyarakatnya memiliki pandangan lebih positif terhadap AS, Israel menempati posisi teratas. Sekitar delapan dari sepuluh warga Israel memandang AS secara positif, dibandingkan dengan 19 persen untuk Cina. Lima negara lainnya adalah Jepang, India, Korea Selatan, Filipina, dan Polandia. Meski demikian, pandangan mereka terhadap AS pun telah menurun dalam beberapa tahun terakhir.
AS masih mengungguli Cina dalam hal penghormatan pemerintah terhadap kebebasan pribadi, meskipun kesenjangan tersebut kian menyempit, menurut laporan Pew. Walaupun posisi Cina sedikit membaik, menyempitnya kesenjangan tersebut “sebagian besar disebabkan oleh fakta bahwa masyarakat di hampir setiap negara mulai mempertanyakan peran AS dalam urusan global,” tambah Silver. Fenomena ini menandai era baru dalam hubungan internasional di mana Cina tidak lagi dilihat sebagai ancaman, melainkan sebagai alternatif yang semakin menarik bagi banyak bangsa di seluruh dunia.
