Gaya

Key Strategy: Masalah Kesehatan yang Berawal dari Gusi

h Kesehatan yang Berawal dari Gusi Key Strategy - Gusi sering diabaikan dalam rutinitas perawatan gigi, padahal kondisi ini bisa menjadi akar berbagai masalah

Desk Gaya
Published Juni 10, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Masalah Kesehatan yang Berawal dari Gusi

Key Strategy – Gusi sering diabaikan dalam rutinitas perawatan gigi, padahal kondisi ini bisa menjadi akar berbagai masalah kesehatan mulut yang muncul di masa depan. Jika tidak diawasi sejak dini, gusi yang tidak sehat bisa berdampak serius pada kesehatan gigi, bahkan menyebabkan kerusakan struktur gigi dan jaringan sekitarnya.

Dokter Gigi: Peringatan Awal tentang Peradangan Gusi

Dokter gigi spesialis Ines Augustina Sumbayak menekankan bahwa penyakit gusi umumnya berkembang secara perlahan, sehingga banyak orang menganggap gejalanya biasa. Salah satu tanda yang paling jelas adalah gusi berdarah saat menyikat gigi, meski sering kali diabaikan.

“Gejala paling awal biasanya berupa gusi berdarah saat menyikat gigi. Banyak orang menganggap kondisi itu normal, padahal sebenarnya tidak,” ujar Ines dalam konferensi pers Pepsodent Gum ExpertLab di Central Park Mall, Jakarta, Jumat 5 Juni 2026.

Menurut Ines, gejala ini bisa mengindikasikan gingivitis, yaitu peradangan tahap awal gusi. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berkembang menjadi periodontitis, yang mengancam jaringan penyangga gigi serta tulang di sekitarnya.

Kerusakan pada gusi tidak hanya mengganggu estetika dan fungsi gigi, tetapi juga berpotensi menyebabkan masalah lebih serius seperti gigi sensitif, goyah, atau munculnya celah antar gigi. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa mengakibatkan kehilangan gigi secara permanen.

“Ketika seseorang mengalami gigi goyah atau tanggal, biasanya itu bukan terjadi secara tiba-tiba. Ada proses penyakit gusi yang sudah berlangsung sebelumnya,” kata dokter yang berpraktik di Audy Dental.

Ines menjelaskan bahwa gusi sehat biasanya berwarna merah muda atau pink coral, tidak bengkak, dan tidak mudah berdarah. Sebaliknya, gusi yang meradang cenderung tampak kemerahan, mengalami pembengkakan, serta terasa tidak nyaman saat digunakan.

Kesehatan Gusi dan Kondisi Tubuh Lain

Peradangan gusi bukan hanya memengaruhi kesehatan mulut, tetapi juga berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan sistemik. Ines menyebutkan bahwa infeksi kronis pada gusi bisa memicu peradangan yang berkembang ke organ lain, seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan pernapasan, atau kondisi autoimun.

“Masalah gusi bukan penyebab utama penyakit lain, tetapi dapat memperburuk kondisi tertentu seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan pernapasan, maupun penyakit autoimun,” ujarnya.

Dalam konteks diabetes, hubungan antara penyakit gusi dan kadar gula darah bahkan bersifat dua arah. Kontrol infeksi pada gusi bisa membantu menstabilkan kadar gula, sementara diabetes yang tidak teratasi bisa memperparah kondisi gusi.

Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Dion Wiyoko, seorang selebriti, mengakui bahwa ia baru menyadari pentingnya perawatan gusi setelah mengalami masalah hingga harus menjalani prosedur khusus. Sebelumnya, ia lebih fokus pada kebersihan gigi tanpa memahami peran gusi sebagai fondasi utama kesehatan mulut.

“Saya dulu termasuk orang yang tidak terlalu memahami pentingnya kesehatan gusi. Sampai akhirnya dokter gigi mengingatkan bahwa kesehatan gusi sama pentingnya dengan kesehatan gigi,” ujar aktor film *Sore: Istri dari Masa Depan* itu.

Kasus gusi berdarah dan peradangan yang ia alami membuatnya lebih waspada terhadap teknik menyikat gigi serta kesehatan mulut secara menyeluruh. Dion menambahkan bahwa menjaga gusi dan gigi merupakan bagian dari investasi kesehatan jangka panjang, terutama saat usia meningkat.

“Kalau bicara aging gracefully, bukan hanya tubuh yang harus dijaga, tetapi juga kesehatan mulut, gigi, dan gusi. Karena ketika kondisi gusi sudah parah, perawatannya bisa jauh lebih besar dan kompleks,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Senior Brand Manager Pepsodent Cacih Rusmiany mengungkapkan tren kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan gigi dan mulut semakin meningkat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman tentang perawatan oral.

Menurut Cacih, kesadaran ini penting untuk mencegah masalah yang bisa terjadi jika tidak diawasi. Ia menegaskan bahwa kesehatan gusi harus mendapat perhatian serupa dengan kebersihan gigi. Gusi yang sehat tidak hanya menjaga estetika, tetapi juga mencegah komplikasi yang lebih serius.

Pencegahan Melalui Kebiasaan Sederhana

Ines menekankan bahwa mencegah masalah gusi membutuhkan kebiasaan sehari-hari yang sederhana. Ini meliputi menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang tepat, menggunakan benang gigi saat diperlukan, serta menjalani pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali.

“Yang paling penting bukan hanya frekuensinya, tetapi teknik menyikat giginya juga harus benar. Jangan menyikat terlalu keras karena justru bisa melukai jaringan gusi,” katanya.

Menyikat gigi dengan teknik yang benar, seperti gerakan melingkar dan tekanan lembut, bisa mengurangi risiko peradangan. Sementara penggunaan benang gigi membantu membersihkan area antara gigi yang sering terlewatkan. Kombinasi kedua kebiasaan ini, jika dilakukan secara konsisten, memberikan perlindungan maksimal.

Di sisi lain, kesadaran akan peran gusi dalam menjaga kesehatan oral semakin penting terutama saat usia meningkat. Perawatan yang telat bisa menyebabkan biaya lebih besar dan proses penyembuhan yang lebih lama. Dengan memperhatikan kondisi gusi sejak dini, risiko komplikasi bisa diminimalkan.

Dalam upaya mendorong kesadaran ini, Pepsodent Gum ExpertLab menyelenggarakan acara jumpa pers di Jakarta pada 5 Juni 2026. Hadir dalam acara tersebut antara lain Ki-ka ka Lestari, Senior Brand and Marketing Manager Guardian Indonesia; Dion Wiyoko, selebriti; drg. Usman Sumantri, Ketua Pengurus Besar PDGI; dan drg. Ines Augustina Sumbayak, dokter gigi spesialis periodonsia dari Audy Dental Clinic.

Leave a Comment